Menu ✖

Mode Gelap

Nasional

Menelisik Akar Terorisme (73): Meredup, Klan Melahirkan Sikap Sombong

badge-check


					Ilustrasi. Foto: ist Perbesar

Ilustrasi. Foto: ist

Penulis: Jacobus E. Lato  |  Editor: Hadi S. Purwanto.

SWARAJOMBANG.COM— Pada puncak kejayaannya, gerakan penduduk asli warga Amerika meredup pelahan. Tak terkecuali Klan. Keberhasilan puncaknya melahirkan para pemimpin sombong dan bodoh sehingga dikecam oleh organisasi kaum demokrat murni dan juga kalangan pers.

Politisi masa lampau tiba-tiba menyadari ada persaingan untuk meraih kekuasaan dan patronase lalu bangkit menuntut potongan kuenya. Mereka pun sadar diri bahwa mereka lebih baik mengurangi peran Klan daripada berbagi tugas dengannya.

Hasil perlawanan dari kalangan democrat dan pers terbukti ketika D.C. Stephenson memperkosa dan memutilasi seorang gadis di sebuah kereta ekspress.

Namanya disebutkan sebagai pelaku kejahatan oleh gadis itu menjelang kematiannya sebelum menenggak racun. Tidak seperti diharapkannya, Stephenson pun dituduh melakukan pembunuhan tingkat dua dan dihukum seumur hidup di penjara.

Bukti immoralitas binatang para pemimpin Klan kenamaan dari Midwest membuat jutaan Knight meninggalkan organisasi. Di Indiana sendiri, keanggotaan Klan pun merosot hingga tiga perempat selama dua tahun.

‘Kami mempunyai beberapa orang baik di Klan,’ seorang menteri dari Midwest menyampaikan hal itu kepada komisi penyelidik Senat pada tahun 1926. ‘Mereka tengah bertahan di sana kini.’

Nafsu berahi dan keinginan mendapatkan keuntungan di balik kerudung Klan kini mulai terkuak. Rahasia yang memungkinkan kurangnya tanggung jawab memungkinkan terjadinya korupsi. Grand Wizzard baru,

Dr Evans pun sangat memahami kualitas orang-orang yang direkrutnya masuk ke dalam organisasinya. Ketika ditanya seorang Exalted Cyclops di Indiana mengapa tidak mengizinkan anggota Klan berparade dengan kerudung kepala terangkat, dia menjawab sinis, ‘Moral Klan akan membunuh dirinya sendiri.’

Exalted Cyclps yang sama pun kepada komisi Senat mengaku anggota yang mudah percaya yang dieksploitasi Evans.

Dia karena itu mengumumkan bahwa Grand Wizzard ‘nyaris mampu meyakinkan sebagian besar anggota Klan bahwa di negara bagian Indiana kami percaya bahwa Jesus Kristus bukanlah orang Yahudi.’

Akhir periode kedua Klan sama-sama mengejutkan seperti masa kebangkitannya. Stephenson yang sedih memikirkan praktek tidak adil karena tidak mampu memastikan pembebasannya dari penjara, mengubah kesaksian tertulisnya.

Ia bahkan mengungkapkan berbagai bukti korupsi Klan dan penyogokan yang dilakukan di Indiana. Kesaksiannya berhasil memenjarakan seorang anggota Kongres, walikota Indianapolis, sheriff Mario County dan pejabat lainnya.

Gubernur negara bagian itu berhasil diselamatkannya hanya karena keterbatasan undang-undang. Setelah tahun 1927, ketika kesaksikan Stephenson keluar, Klan menciut hingga hanya 350 ribu anggota.

Histeria melawan pihak asing yang melahirkan dan menumbuhkembangkannya hanya dapat disamakan dengan perubahan mendadak melawan korupsi yang membuatnya meredup lenyap. (Bersambung).

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Eksekutif- Legislatif Guyub Santai Saksikan de’Massiv, dalam Penutan Peringatan Hari Jadi 116 Jombang

27 Oktober 2026 - 09:46 WIB

Dahnil Anzar: Dua Putra Gus Irfan Ajukan Surat Mundur dari Jabatan Staf Ahli Kemenhaj-Umrah

27 Oktober 2026 - 05:15 WIB

Wiko Diaz: BPBD Pasok Air Bersih 600 Jiwa di Kebun Dalem Bareng dan Jipurafah Plandaan

26 Oktober 2026 - 22:02 WIB

Bupati Warsubi Tinjau Jembatan Rp3 M Kudu-Ngusikan, Awal Desember 2026 Dioperasikan

26 Oktober 2026 - 21:14 WIB

PKK Jombang Berhasil Raih 2 Penghargaan di Ajang Hari Kesatuan Gerak PKK ke 54 di Malang

26 Oktober 2026 - 19:28 WIB

Kekeringan Meluas di Jawa Timur Berdampak Pada 35.808 Keluarga

26 Oktober 2026 - 19:06 WIB

Ekonom Ingatkan Konsekuensi Hukum, Terkait Pengurangan Ekspor Gas ke Singapura

26 Oktober 2026 - 18:46 WIB

Kebakaran di Desa Mancilan Mojoagung, Tempat Usaha Kasur Merembet ke Rumah Tetangga Kerugian Rp800 Juta

26 Oktober 2026 - 10:23 WIB

TMMD 130 Bangun Jalan di Klitih Plandaan, Lekol Dicky: Pererat Hubungan TNI dan Masyarakat

26 Oktober 2026 - 09:47 WIB

Trending di Nasional