Menu

Mode Gelap

Nasional

Tragedi Maut di Indramayu, 12 Orang Rombongan Pengantin Tewas Kecelakaan Beruntun

badge-check


					Kecelakaan maut terjadi di kawasan Pantura, wilayah Indramayu, Jabar, menelan 12 orang korban jiwa dan enam orang lainnya luka luka. Foto: ist Perbesar

Kecelakaan maut terjadi di kawasan Pantura, wilayah Indramayu, Jabar, menelan 12 orang korban jiwa dan enam orang lainnya luka luka. Foto: ist

Penulis: Sri Muryanto  |  Editor: Priyo Suwarno

INDRAMAYU, SWARAJOMBANG.COM — Duka mendalam menyelimuti warga Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, terjadi peristiwa kecelakaan maut di jalur pantura, Minggu siang, 12 Juli 2026.

Sebanyak 12 orang tewas dan 6 lainnya luka luka dalam kecelakaan beruntun, ketika pulabg mengantar pengantin di desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener.

Mereka dalam perjalanan pulang usai hajatan ke desa  Cempeh, Kecamatan Lelea berubah menjadi tragedi, merenggut 12 nyawa dan melukai enam orang lainnya.

Insiden Kecelakaan

Peristiwa bermula saat mobil pikap Daihatsu Gran Max nomor polisi E 8559 RB yang dikemudikan Warkidi (45) hendak memutar arah di jalur Pantura.

Kendaraan kemudian ditabrak dari belakang truk wing box bernomor polisi B 9260 TEV yang dikendarai Deden Ibad, lalu terdorong ke jalur berlawanan dan tertabrak lagi truk losbak bernomor polisi E 8846 BA . Benturan keras membuat belasan penumpang terpental ke jalan.

Daftar Korban Terkonfirmasi

* Di lokasi: Mohamad Iqbal (12), Sawen (40), Ayu Wulandari (32)

* Di RS Bhayangkara Losarang: Karsinih (60), Sanerah (46), Sinta (32), Idah (39), Riyan Toni (6)

* Di RS Mitra Plumbon Widasari: Yunah (49), Atsal Albara (3), Tamara (22), serta sopir Warkidi

Delapan korban merupakan warga Desa Cempeh, Kecamatan Lelea; sisanya dari sekitar lokasi kejadian. Enam orang selamat dirawat dengan luka‑luka.

Keterangan Resmi Kepolisian:
Kasat Lantas Polres Indramayu AKP Undang Syarif Hidayat:

“Tiga orang tewas di tempat, sembilan lainnya meninggal saat perawatan. Total 18 penumpang terlibat. Penyebab diduga manuver putar arah mendadak tanpa memberi isyarat dan jarak aman,” jelasnya.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Indramayu Ipda Masnan menambahkan “Sopir truk wing box Deden Ibad telah diamankan dan diperiksa. Sedangkan identitas sopir truk losbak E 8846 BA belum kami umumkan demi kelancaran penyelidikan. Kedua kendaraan diperiksa kelengkapan surat dan kondisi teknis,” tambahnya .

Keterangan Saksi
Saat diminta keterangan, Ketua RT 13 Blok Cemeti, Rawid mengatakan: “Mereka baru selesai mengantar pengantin ke Kandanghaur. Delapan warga kami ikut, kini tak ada yang pulang utuh. Suasana desa sungguh memilukan,” ujarnya pilu.

Saksi selamat yang enggan disebut nama menceritakan: “Kami duduk di bak terbuka. Tiba‑tiba benturan keras, saya terlempar ke rumput. Saat sadar, banyak yang sudah tak bergerak.” Sementara itu Deden Ibad mengaku tak sempat menghindari karena pikap berhenti mendadak.

Pihak berwenang mengimbau pengguna jalan memastikan keamanan saat berbelok atau berbalik arah, serta tidak mengangkut penumpang berlebih di bak terbuka.

Jenazah diserahkan keluarga untuk dimakamkan, sementara penyelidikan terus berjalan.

Kronologi Lengkap

  1. Pukul 11.00–12.20 WIB (Minggu, 12 Juli 2026): Rombongan keluarga dan kerabat selesai mengantar pengantin di Desa Parean, Kecamatan Kandanghaur, lalu berangkat pulang ke Desa Cempeh, Kecamatan Lelea menggunakan mobil pikap Daihatsu Gran Max E 8559 RB dikemudikan Warkidi (45 tahun). Pengantin sendiri tidak ikut dalam kendaraan ini.

    2. Sekitar pukul 12.30 WIB: Kendaraan berhenti di sisi kanan jalur Pantura, hendak memutar arah tanpa isyarat lampu dan jarak aman memadai.

    3. Pukul 12.31 WIB: Terjadi benturan pertama — truk wing box B 9260 TEV dikendarai Deden Ibad menghantam bagian belakang pikap dengan keras.

    4. Pukul 12.31–12.32 WIB: Pikap terdorong ke jalur berlawanan dan tertabrak lagi oleh truk losbak E 8846 BA dari arah depan. Belasan penumpang di bak terbuka terpental ke jalan raya.

    5. Pukul 12.35 WIB: Warga sekitar segera bergegas menolong dan melaporkan kejadian ke Polsek Lohbener serta meminta bantuan ambulans.

    6. Pukul 12.45–13.15 WIB: Petugas kepolisian dan tim medis tiba di lokasi. Dinyatakan 3 orang tewas di tempat, 15 lainnya luka-luka dibawa ke RS Bhayangkara Losarang dan RS Mitra Plumbon Widasari.

    7. Siang hingga malam 12 Juli 2026: Jumlah korban meninggal bertambah secara bertahap saat perawatan — 5 orang di RS Bhayangkara Losarang dan 4 orang di RS Mitra Plumbon Widasari.

    8. Senin pagi, 13 Juli 2026: Dipastikan total 12 orang meninggal dunia, 6 orang lainnya masih dirawat intensif. Polisi mengamankan kedua sopir truk serta kendaraan untuk pemeriksaan lebih lanjut.**
Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Besok Ada 2.150 Lowongan Kerja di Mini Job Fair Surabaya

16 September 2026 - 19:41 WIB

Andi Amran: Produsen Beras Fortifikasi akan Ditindak Tegas

16 September 2026 - 19:30 WIB

Aksi Besar Oktober. Buruh Usung 5 Tuntutan

16 September 2026 - 19:18 WIB

Wibisono: Hentikan Semua Pungutan Sekolah Lewat Komite! Beban Masyarakat Makin Berat

16 September 2026 - 15:22 WIB

Aksi Demo Disertai Pembakaran di Teras Gedung Rektorat Uinsa: Tolak Pelantikan Rektor Peiode II

16 September 2026 - 13:39 WIB

Gus Arif Sebut Uang Miliaran Itu Milik Menteri Yusron Wahid, Saa Ditangkap Petugas KPK

16 September 2026 - 09:25 WIB

Sita Uang Pelicin Rp106,3 Miliar OTT BPN Bogor, KPK Ungkap 4 Orang Tersangka Kaki Tangan Nusron Wahid

16 September 2026 - 08:15 WIB

Laporan Terbaru KM Virgo 8: Sebanyak 107 Selamat, 6 Meninggal Dunia, 130 Dalam Pencarian

16 September 2026 - 05:22 WIB

Polisi Keluarkan Tembakan Berkali Kali, Halau Aksi Demo Massa Bali Ledo Bawa Jenazah Jowi Tana

15 September 2026 - 22:20 WIB

Trending di Nasional