Menu

Mode Gelap

Nasional

DPRD Bontang Berencana Anggarkan Rp24 Juta/ Tahun untuk Beli Kopi Jadi Pergunjingan Warga

badge-check


					Warga menyoroti rencana anggaran Rp24 juta/tahun untuk beli kopi anggota dewan. Foto: instagram@mood.bpn Perbesar

Warga menyoroti rencana anggaran Rp24 juta/tahun untuk beli kopi anggota dewan. Foto: instagram@mood.bpn

Penulis: Mulawarman   |  Editor: Priyo Suwarno

BONTANG, SWARAJOMBANG.COM – Warga menyoroti Sekretariat DPRD Kota Bontang, Kalimantan Timur, merencanakan anggaran Rp24 juta/ tahun beli kopi untuk minuman dewan.

Angka ini memicu pertanyaan mengenai kewajarannya jika dibandingkan dengan harga pasar dan jumlah pengguna di lingkungan dewan.

Berdasarkan data resmi, jumlah anggota DPRD Kota Bontang berjumlah 25 orang untuk periode 2024–2029, ditambah sekitar 60 orang staf dan pejabat sekretariat, sehingga total pengguna rutin berkisar 85 orang.

Dengan harga eceran rata-rata Rp800 per bungkus sachet Kopi Kapal Api, anggaran Rp24 juta setara dengan 30.000 bungkus kopi. Jika dihitung selama satu tahun (365 hari):

* Total per hari: ±82 bungkus

* Jika hanya untuk 25 anggota dewan: 3,2 bungkus per orang per hari, atau 1.168 bungkus per orang per tahun

* Jika termasuk seluruh staf: rata-rata ±1 bungkus per orang per hari

Respon
Menanggapi sorotan tersebut, Kepala Bagian Umum Sekretariat DPRD Kota Bontang, H. Syahruddin, S.E., M.M. memberikan penjelasan resmi.

Ia menyatakan anggaran tersebut disusun untuk memenuhi seluruh kebutuhan konsumsi selama satu tahun anggaran, bukan hanya untuk konsumsi pribadi anggota dewan.

“Angka ini memang terlihat besar jika hanya dibagi untuk anggota dewan saja. Namun ini mencakup kebutuhan rapat pleno, rapat komisi, pertemuan dengan tamu, kunjungan kerja, hingga kegiatan kedinasan lainnya yang berlangsung setiap hari sepanjang tahun,” jelas Syahruddin kepada awak media, Kamis, 2 Juli 2026.

Ia menambahkan pihaknya akan segera menyusun rincian penggunaan yang lebih terperinci, termasuk jenis kemasan, jumlah, dan peruntukannya, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.

Pengamat keuangan daerah menekankan pentingnya transparansi. “Selama rincian dan harganya wajar, publik akan menerima. Namun jika tidak jelas, hal ini bisa menimbulkan kecurigaan pemborosan keuangan daerah,” ujarnya.

Hingga saat ini, Sekretariat DPRD Bontang masih menyelesaikan rincian anggaran untuk disampaikan secara terbuka.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Nona Empat Cewek Indonesia yang Sukses Menembus Blantika Musik Dunia

2 Juli 2026 - 15:34 WIB

Warga Plemahan Desak PT SGP Berhenti Operasi Selama Instalasi Limbah Belum Diperbaiki Sesuai Standar

2 Juli 2026 - 14:45 WIB

Kunjungan Kerja ke PT Java Fortis, Komisi B DPRD Jombang Cek Manfaat bagi Pembangunan

2 Juli 2026 - 12:48 WIB

Dr. Wong Chung Chek, The Most Wanted Doctor, Ahli Bedah Tulang Belakang Terkemuka di Asia-Pasifik

2 Juli 2026 - 10:51 WIB

Bahan Kimia Obat Ditemukan pada 12 Obat Bahan Alami

1 Juli 2026 - 20:10 WIB

Menelisik Akar Terorisme (30): Pasukan Celana Pendek dalam Kerusuhan Suci

1 Juli 2026 - 19:04 WIB

Eddy Triono: APBN Utang Rp600 Triliun, Pemerintah Kenakan Pajak Jaminan Hari Tua

1 Juli 2026 - 18:44 WIB

Mochtar Riyadi Bangga kepada Anaknya: James Hibahkan Lahan ke Negara Senilai Ro1,2 Triliun

1 Juli 2026 - 14:31 WIB

Polisi Mojokerto Ringkus 2 Tersangka ‘Uang Balen’, Korban Rugi Rp22 Juta

1 Juli 2026 - 14:06 WIB

Trending di Nasional