Penulis: Yusran Hakim | Editor: Priyo Suwarno
BEKASI, SWARAJOMBANG.CON– Sebabyak tujuh orang tewas 28 lainya luka luka, akibat terjadi kecelakaan segi tiga, antara KA Agro Bromo Anggrek, KRL Commuter dan taksi listrik Green SM di jalur perlintasan dekat Bulak Kapal, sekitar Stasiun Bekasi Timur, Senin 27 April 2026.
Insiden bermula dari kendaraan yang masuk atau terlibat di lintasan sebidang dekat lokasi kejadian, lalu berdampak ke perjalanan KRL
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa peristiwa itu berawal dari taksi yang menabrak KRL di JPL dekat Bulak Kapal, membuat KRL berhenti, lalu Argo Bromo Anggrek menabraknya dari belakang.
KAI juga menyebut masih melakukan investigasi dan pendataan lebih lanjut terkait penyebab serta dampak kejadian.
Data awal saat ini ada 38 orang dievakuasi dan tujuh orang meninggal, laporan angka borban masih berubah ubah.
Di tengah kepanikan, sejumlah penumpang yang selamat menggambarkan suasana yang kacau: benturan keras, rangkaian kereta yang rusak, dan proses penyelamatan yang berlangsung cepat.
Argo Bromo Anggrek sudah dievakuasi dan seluruh 240 penumpangnya selamat, tetapi dari data yang saya pegang belum ada keterangan pasti apakah rangkaian sudah sepenuhnya tiba di tujuan akhir Surabaya Pasar Turi saat ini.
Kronologi
Berikut kronologi tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur:
- 20.52 WIB — Insiden terjadi di emplasemen Stasiun Bekasi Timur, KM 28+920, pada Senin malam, 27 April 2026
- Awal kejadian — KRL lebih dulu tertemper taksi listrik Green SM di perlintasan sebidang dekat Bulak Kapal/Jalan Ampera, Bekasi
- Dampak awal — KRL berhenti di lintasan setelah tertemper kendaraan tersebut
- Benturan utama — Dari arah belakang, KA Argo Bromo Anggrek melaju dan menabrak rangkaian KRL yang sedang berhenti
- Identitas KA — Sejumlah laporan menyebut KA yang terlibat adalah Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi
- Penanganan awal — Petugas KAI bersama pihak terkait langsung melakukan evakuasi rangkaian dan penanganan penumpang di lokasi
- Kondisi di lapangan — Sejumlah penumpang dilaporkan dievakuasi dengan tandu, dan gerbong KRL mengalami kerusakan, termasuk bagian gerbong perempuan
- Status penyelidikan — KAI menyatakan masih menyelidiki penyebab pasti insiden dan melakukan pendataan korban.
Dampak Berantai
PT Kereta Api Indonesia (Persero) membatalkan sejumlah perjalanan kereta api (KA) dari dan menuju wilayah Jakarta (Stasiun Gambir dan Pasar Senen) imbas insiden di Bekasi Timur yang terjadi pada Senin (27/4) malam.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo dalam keterangan di Jakarta, Selasa, merinci KA yang batal dari Stasiun Gambir, yakni KA 58F-59F Purwojaya (Gambir – Cilacap), KA 138 Parahyangan (Gambir – Bandung), KA 20A Argo Muria (Gambir – Semarang Tawang), dan KA 2B Argo Bromo Anggrek (Gambir – Surabaya Pasar Turi).
Lalu, KA menuju Stasiun Gambir yang dibatalkan, yakni KA 117B Gunungjati (Cirebon – Gambir), KA 56F-53F Purwojaya (Cilacap – Gambir), KA 17 Argo Sindoro (Semarang Tawang – Gambir), KA 61B Manahan (Solo Balapan – Gambir).
Kemudian, KA 29F Argo Anjasmoro (Surabaya Pasar Turi – Gambir), KA 137 Parahyangan (Bandung – Gambir), KA 21A Argo Muria (Semarang Tawang – Gambir), dan KA 3B Argo Bromo Anggrek (Surabaya Pasar Turi – Gambir).
Sementara itu, KA menuju Pasar Senen yang dibatalkan yakni: KA 143B Madiun Jaya (Madiun – Pasar Senen), KA 75B Mataram (Solo Balapan – Pasar Senen), KA 163 Gumarang (Surabaya Pasar Turi – Pasar Senen), KA 149 Singasari (Blitar – Pasar Senen), KA 94-91 Jayabaya (Malang – Pasar Senen), KA 257 Progo (Lempuyangan – Pasar Senen), dan KA 175 Menoreh (Semarang Tawang – Pasar Senen).
Franoto mengatakan, bagi penumpang yang terdampak pembatalan perjalanan hingga 7 hari ke depan, KAI memberikan pengembalian bea tiket 100 persen di luar bea pesan sesuai ketentuan yang berlaku.**











