Penulis: Arief Hendro Soestayo | Editor: Priyo Suwarno
JOMBANG, SWARAJOMBANG.COM – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Jombang di bawah kepemimpinan Yuliati Nugrahani Warsubi menetapkan arah baru pengembangan Industri Kecil Menengah (IKM) dan Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) untuk masa bakti 2025-2030. Fokus utama: transisi dari ekonomi berbasis sumber daya alam ke ekonomi kreatif dan inovasi digital.
Pernyataan itu disampaikan Yuliati, istri Bupati Jombang H. Warsubi, saat memimpin Rapat Koordinasi Pembahasan Rencana Kerja (Rakerda) Dekranasda Tahun 2026 di Ruang Swagata Pendopo Kabupaten Jombang, Jumat (10/4/2026). Hadir jajaran pengurus Dekranasda dan kepala OPD terkait Pemkab Jombang.
Yuliati menyampaikan apresiasi kepada pengurus masa bakti baru dan menekankan transformasi peran Dekranasda. “Kita transisi dari ekonomi berbasis sumber daya alam ke kreativitas dan inovasi digital. IKM dan UMKM bukan pelengkap lagi, tapi pilar utama stabilitas ekonomi daerah,” tegasnya.
Industri 5.0
Untuk era Industri 5.0, Dekranasda menyiapkan platform aplikasi geospasial terintegrasi dengan marketplace. Fitur utamanya memetakan potensi produk lokal, memfasilitasi pelaporan, dan transaksi langsung—memungkinkan produk khas Jombang menembus pasar nasional tanpa batas waktu atau jarak.
Rencana kerja 2026 mencakup kunjungan ke 5-10 sentra industri unggulan, seperti UMKM di Ploso, Kabuh, dan perajin batik Jombangan. Tujuannya: beri solusi desain modern yang pertahankan identitas lokal serta tingkatkan kualitas kompetitif.
Program Pendampingan Mitra Usaha Produk Unggulan Daerah (PM UPUD) dioptimalkan untuk hubungkan pelaku usaha dengan investor dan akademisi via pameran strategis.
Sasaran meliputi Wirausaha Baru (WUB) di pertanian, perikanan, peternakan, serta kerajinan seperti sarung goyor. “Tujuannya: olah bahan mentah jadi barang jadi bernilai tinggi untuk kemandirian ekonomi,” tambah Yuliati.
Dukungan Lintas Sektor
Yuliati mengimbau Aparatur Sipil Negara (ASN) jadi motor penggerak ekonomi lokal. “Prioritaskan belanja dinas atau pribadi lewat aplikasi digital Pemkab atau gerai Dekranasda. Jaga perputaran modal di Jombang, dari kita, oleh kita, untuk kemakmuran Jombang,” pesannya.
Ia juga minta dukungan penuh OPD dan masyarakat agar rencana ini wujudkan ekosistem digital berkelanjutan hingga pelosok desa. “Bukan sekadar seremoni. Mari bangun Jombang kreatif, UMKM maju, rakyat sejahtera,” pungkasnya.
Ketua Harian Dekranasda baru, Anjik Eko Saputro, SH., MM. (Kadis Perdagangan dan Perindustrian Jombang), menegaskan kesiapan dukung via anggaran dan regulasi. “Saya siap dorong program Ketua. Mari diskusikan ide inovasi untuk kemajuan kerajinan lokal,” ujarnya.
Rakerda tersebut memunculkan diskusi aktif guna rumuskan strategi daya saing kerajinan Jombang di tingkat nasional. **











