Menu

Mode Gelap

Ekonomi

Terjerat Bisnis Biji Kakao Fiktif, Hakim Vonis Hukuman Tiga Dosen Senior UGM 3-2 Tahun Penjara

badge-check


					Suasana sidang Tipikor, mengadili kasus 200 ton biji kakao fiktif yang melibatkan tiga dosen senior di UGM, negara dirugikan Rp 6,7 miliar. Foto: beritasatu.com Perbesar

Suasana sidang Tipikor, mengadili kasus 200 ton biji kakao fiktif yang melibatkan tiga dosen senior di UGM, negara dirugikan Rp 6,7 miliar. Foto: beritasatu.com

Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno

YOGYAKARTA, SWARAJOMBANG.COM — Di balik gemerlap kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) yang dikenal sebagai gudang ilmu, tersembunyi pengkhianatan gelap: tiga dosen seniornya terlibat korupsi pengadaan biji kakao fiktif senilai Rp7,4 miliar.

Skandal ini bukan sekadar angka, melainkan pukulan telak bagi kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan negeri terdepan, merugikan negara Rp6,7 miliar dari dana program Cacao Teaching and Learning Industries (CTLI).

Bayangkan: 200 ton biji kakao—setara dengan muatan truk ratusan kali—dipesan pada 2019 untuk PT Pagilaran, perusahaan perkebunan milik UGM di Batang, Jawa Tengah.

Harga Rp37.000 per kg terbayar lunas dari alokasi bahan baku Rp24 miliar, tapi tak satu pun butir kakao itu pernah tiba.

Dana menguap, dokumen palsu mengalir, dan kerugian negara terbukti oleh perhitungan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Tengah.

Pengadilan Tipikor Semarang akhirnya menghukum ketiganya pada 3-4 Maret 2026. Hakim Rightmen Situmorang menegaskan unsur “melawan hukum” terpenuhi, karena pengadaan itu memperkaya diri sendiri dan korporasi. Vonisnya tegas:

  • Rachmat Gunadi, Direktur Utama PT Pagilaran (eks dosen UGM): 3 tahun penjara, denda Rp50 juta, uang pengganti Rp3,6 miliar.

  • Hargo Utomo, Direktur Pengembangan Usaha dan Inkubasi UGM: 2 tahun penjara, denda Rp30 juta.

  • Henry Yuliando, Kepala Subdirektorat Inkubasi UGM: 2 tahun penjara, denda Rp30 juta.

Meski tuntutan jaksa awal mencapai 6,5 tahun, vonis ini disebut pengacara sebagai “kriminalisasi”. Hingga 4 April 2026, eksekusi penahanan belum bergulir—sebulan pasca-vonis—dan pengacara mengonfirmasi banding akan diajukan pada sidang 15 April mendatang.

Kronologi

  • 2019: Awal Pengkhianatan
    UGM alokasikan Rp24 miliar untuk bahan baku PT Pagilaran, termasuk 200 ton biji kakao. Pada 23 Desember, PT Pagilaran ajukan pencairan Rp7,4 miliar dengan dokumen palsu via program CTLI; Hargo Utomo setujui tanpa verifikasi. Dana cair, barang hilang.

  • 2021: Upaya Penyelesaian Awal
    Kontrak dinyatakan selesai, tapi kecurigaan muncul.

  • 2025: Penyidikan Meledak
    Agustus: Kejati Jateng tetapkan Hargo Utomo tersangka dan tahan. Oktober: Rachmat Gunadi dan Henry Yuliando ikut diadili. Desember: Terungkap aliran Rp6,5 miliar ke PT Mandiri Buana Kakao.

  • 2026: Vonis dan Kontroversi
    3-4 Maret: Hukuman dijatuhkan. April: Belum ada eksekusi, banding direncanakan. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Daftar Harga BBM Terbaru 13 September 2026, Pertamax Turbo hingga Dexlite Naik

13 September 2026 - 19:24 WIB

Seminggu Harga Emas Melemah Rp33 Ribu/Gram

13 September 2026 - 19:13 WIB

Harga Cabai Melonjak, Bapanas Upayakan FDP

13 September 2026 - 19:04 WIB

Pemkot Surabaya Terima 3.283 Aduan Desil

9 September 2026 - 19:12 WIB

Beras Kita Kemasan Baru untuk SPHP

8 September 2026 - 18:46 WIB

Pengenaan Pajak Minuman Berpemanis Tak Menentu

7 September 2026 - 19:56 WIB

Diskon Rp25.000 Bright Gas, Cek Waktunya

4 September 2026 - 20:00 WIB

Selama Menjabat Purbaya Janji Tak Ada Tax Amnesty

3 September 2026 - 18:42 WIB

Dua Kapolsek dan Kasihumas Polres Jombang Bergeser

2 September 2026 - 19:05 WIB

Trending di Hukum