Penulis: Mayang K. Mahardhika | Editor: Priyo Suwarno
CIREBON, SWARAJOMBANG.COM – “Bapak Aing, Kang Dedy Mulyadi, tolong saya! Dia rampok segalanya, Rp 2,1 miliar hilang begitu saja!” Jeritan pilu Ali Widiastuti, atau akrab disapa Wiwie, warga Cirebon, Jawa Barat, menggema di medsos pribadinya.
Keluhan viral itu bukan isapan jempol semata, melainkan seruan darurat seorang perempuan yang terjebak dalam jaringan “love scam” kejam seorang pria Kamerun yang kini bersembunyi di balik status WNI.
Semua bermula dari pertemuan “tak sengaja” yang mematikan di apartemen Jakarta. Saat berolahraga, Wiwie bertemu Heric Simphorien Mbouya, alias William Leboeuf – pria misterius keturunan Kamerun yang mengaku warga Prancis, bekerja di UNICEF.
Dengan senyum memikat, ia merayu: “Beri nomor HP-mu, yuk berteman. Saya ingin jelajahi Indonesia sebelum pulang.” Hanya dalam hitungan hari, hubungan itu meledak menjadi badai asmara palsu.
Proses Penipuan
Tersangka, kini tinggal di Kedawung Regency, Cirebon – tepatnya Desa Kalikoa atau Kedawung Residence – memeras Wiwie habis-habisan.
Uang Rp 2,1 miliar lenyap untuk “investasi bisnis”, dipaksa dijual rumah dan mobil. Tak cukup, ia merampok dengan todongan pistol, meninggalkan korban dalam trauma mendalam.
Polisi sudah dilapor, tapi penyelidikan mandek. Upaya Wiwie minta tolong Kang Dedy Mulyadi hanya menuai cibiran, sementara surat terbuka ke Gubernur Jabar terabaikan.
Pola serupa menjerat WS dari Surabaya sejak September 2024. Korban yang sama rugi Rp 2,1 miliar setelah pertemuan apartemen serupa.
Heric, saat ini menjadi suami perempuan lokal Cirebon dan anak pengusaha perikanan kaya raya, berganti kewarganegaraan jadi WNI untuk menutupi jejak. Ia sering pakai nama samaran William Leboeuf atau William Lebaux, pamer gaya hidup glamor demi memikat target wanita.
Hentikan Si Pemburu Hati!
Dalam video pernyataan terbaru, Wiwie ungkap kronologi lengkap: dari rayuan manis hingga pemerasan brutal. “Ini bukan cuma urusan saya, tapi cegah orang asing berbuat kejahatan di Indonesia!”
Status hukum Mbouya masih gelap per April 2026. Akankah jeritan ini membangunkan aparat, atau korban baru akan jatuh ke pelukannya yang mematikan? **











