Menu

Mode Gelap

Headline

Perempuan Cirebon Tertipu Love Scam Pria Kamerun Rp 2,1 Miliar, Minta Tolong kepada Dedy Mulyadi

badge-check


					(Kiri) Heric Simphorien Mbouya, alias William Leboeuf, pria kelahiran Kamerun yang kini berstatus warga negara Indonesia, menjadi menantu pengusaha prikanana kaya di Cirebon. (Kanan) Ali Widiastuti, diduga korban korban Love Scam, hingga tertipu Rp 2,1 miliar. kasusnya pun mandek di kepolisian. Foto: Insgtagram@radarcirebon Perbesar

(Kiri) Heric Simphorien Mbouya, alias William Leboeuf, pria kelahiran Kamerun yang kini berstatus warga negara Indonesia, menjadi menantu pengusaha prikanana kaya di Cirebon. (Kanan) Ali Widiastuti, diduga korban korban Love Scam, hingga tertipu Rp 2,1 miliar. kasusnya pun mandek di kepolisian. Foto: Insgtagram@radarcirebon

Penulis: Mayang K. Mahardhika  |   Editor: Priyo Suwarno

CIREBON, SWARAJOMBANG.COM – “Bapak Aing, Kang Dedy Mulyadi, tolong saya! Dia rampok segalanya, Rp 2,1 miliar hilang begitu saja!” Jeritan pilu Ali Widiastuti, atau akrab disapa Wiwie, warga Cirebon, Jawa Barat, menggema di medsos pribadinya.

Keluhan viral itu bukan isapan jempol semata, melainkan seruan darurat seorang perempuan yang terjebak dalam jaringan “love scam” kejam seorang pria Kamerun yang kini bersembunyi di balik status WNI.

Semua bermula dari pertemuan “tak sengaja” yang mematikan di apartemen Jakarta. Saat berolahraga, Wiwie bertemu Heric Simphorien Mbouya, alias William Leboeuf – pria misterius keturunan Kamerun yang mengaku warga Prancis, bekerja di UNICEF.

Dengan senyum memikat, ia merayu: “Beri nomor HP-mu, yuk berteman. Saya ingin jelajahi Indonesia sebelum pulang.” Hanya dalam hitungan hari, hubungan itu meledak menjadi badai asmara palsu.

Proses Penipuan 
Tersangka, kini tinggal di Kedawung Regency, Cirebon – tepatnya Desa Kalikoa atau Kedawung Residence – memeras Wiwie habis-habisan.

Uang Rp 2,1 miliar lenyap untuk “investasi bisnis”, dipaksa dijual rumah dan mobil. Tak cukup, ia merampok dengan todongan pistol, meninggalkan korban dalam trauma mendalam.

Polisi sudah dilapor, tapi penyelidikan mandek. Upaya Wiwie minta tolong Kang Dedy Mulyadi hanya menuai cibiran, sementara surat terbuka ke Gubernur Jabar terabaikan.

Pola serupa menjerat WS dari Surabaya sejak September 2024. Korban yang sama rugi Rp 2,1 miliar setelah pertemuan apartemen serupa.

Heric, saat ini menjadi  suami perempuan lokal Cirebon dan anak pengusaha perikanan kaya raya, berganti kewarganegaraan jadi WNI untuk menutupi jejak. Ia sering pakai nama samaran William Leboeuf atau William Lebaux, pamer gaya hidup glamor demi memikat target wanita.

Hentikan Si Pemburu Hati!
Dalam video pernyataan terbaru, Wiwie ungkap kronologi lengkap: dari rayuan manis hingga pemerasan brutal. “Ini bukan cuma urusan saya, tapi cegah orang asing berbuat kejahatan di Indonesia!”

Status hukum Mbouya masih gelap per April 2026. Akankah jeritan ini membangunkan aparat, atau korban baru akan jatuh ke pelukannya yang mematikan? **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Jepang Komitmen Investasi ke Indonesia Rp 380 Triliun, Presiden Prabowo Bertemu Perdana Mentri Sanaei Takaichi

2 April 2026 - 17:59 WIB

Jenazah Dipindah ke Ambulans Saekapraya Jember, Mobil Ario Terlibat Laka Segi Tiga di Probolinggo

2 April 2026 - 17:29 WIB

Semula Rp 35 Miliar Kini Rumah Mewah Anang-Ashanty akan Dilepas dengan Harga Rp 25 Miliar Saja

2 April 2026 - 15:35 WIB

Gempa M 7,6 Bitung: 3 Orang Tewas, 15 Orang Luka-luka Kerusakan Bangunan Meluas

2 April 2026 - 14:35 WIB

Joko Budi Darmawan Dicopot dari Jabatan Aspidum Kejati Jatim, Dugaan Kasus BSPS Sumenep Rp 26.3 Miliar

2 April 2026 - 14:15 WIB

Nenek Delce Lahia Tewas Tertimpa Gedung KONI Manado, Akibat Gempa Mag 7.6 Bitung

2 April 2026 - 09:10 WIB

KPJ Borong Healthcare Asia Awards 2026

2 April 2026 - 09:09 WIB

Kejati Sumsel Menahan 8 Mantan Pimpinan BRI, Terkait Kredit Fiktif Rp 1,7 Triliun

2 April 2026 - 07:43 WIB

Dugaan Sewa Stand Ilegal, Kejaksaan Sita 223 Dokumen CPU dan 8 HP dari Kantor PD Pasar Surya Surabaya

2 April 2026 - 07:15 WIB

Trending di Headline