Menu

Mode Gelap

Headline

Letjen TNI Yudi Abrimantyo Melepas Jabatan KaBAIS, Bentuk Pertanggungjawab Pasca Penyiraman Air Keras

badge-check


					Letnan Jenderal TNI Yudi Abrimantyo, mantan KaBAIS. Foto: Ist Perbesar

Letnan Jenderal TNI Yudi Abrimantyo, mantan KaBAIS. Foto: Ist

Penulis: Yusran Hakim  |   Editor: Priyo Suwarno

JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM- Kapuspen TNI, Mayjen Aulia Dwi Nasrullah menyatakan bahwa Letjen Yudi Abrimantyo telah menyerahkan jabatannya sebagai Kepala Badan Intelijen Strategis (KaBAIS) TNI.

“Jadi kami perlu sampaikan di sini, sebagai bentuk pertanggungjawaban, hari ini telah dilaksanakan penyerahan jabatan Kabais,” ucap Aulia di Mabes TNI, Jakarta Timur, Rabu, 25 maret 2026.

Hal itu disampaikan Aulia, saat ditanyai perkembangan penyidikan kasus penyiraman air keras Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.

Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah, Kapuspen TNI, menyatakan bahwa Letjen TNI Yudi Abrimantyo telah menyerahkan jabatan sebagai Kepala Badan Intelijen Strategis (KaBais) TNI. Hingga saat ini, TNI belum mengumukan siapa pengganti Yudi Abrimantyo.

Ia dipromosikan menjadi Letjen pada Maret 2024 saat ditunjuk sebagai Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, naik dari Mayor Jenderal (Mayjen). Pangkat ini disertai kenaikan bintang tiga sesuai Surat Keputusan Panglima TNI.

Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah, Kapuspen TNI, menyatakan bahwa Letjen TNI Yudi Abrimantyo telah menyerahkan jabatan sebagai Kepala Badan Intelijen Strategis (KaBais) TNI.

Pernyataan ini disampaikan saat ia ditanya mengenai perkembangan penyidikan kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus, Wakil Koordinator KontraS, di Jakarta, Rabu 25 Maret 2026.

Serah terima jabatan tersebut dilakukan pada 24-25 Maret 2026 sebagai bentuk pertanggungjawaban TNI atas keterlibatan empat prajurit Bais dalam kasus tersebut.

Mayjen Aulia Dwi Nasrullah: Kapuspen TNI sejak akhir 2025, eks prajurit Kopassus, bertugas menyampaikan update resmi terkait kasus.

Letjen Yudi Abrimantyo: KaBais TNI sejak Maret 2024, lulusan Akmil 1989 dari Kopassus, menyerahkan jabatan akibat kasus ini.

Kasus Penyiraman

Kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus terjadi pada 12 Maret 2026 di Jakarta Pusat, menyebabkan korban mengalami luka bakar 24% di beberapa bagian tubuh.

Puspom TNI mengidentifikasi empat prajurit Bais TNI berinisial Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES sebagai pelaku lapangan yang diserahkan pada 18 Maret 2026.

Penyidikan masih berlangsung untuk mendalami peran mereka dan kemungkinan dalang lebih tinggi.​

Puspom TNI meminta publik menunggu hasil penyidikan lengkap, sementara Polri juga memeriksa saksi terkait. TNI menekankan komitmen pertanggungjawaban organisasi melalui rotasi jabatan strategis.​

Pernyataan ini disampaikan saat ia ditanya mengenai perkembangan penyidikan kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus, Wakil Koordinator KontraS.

Serah terima jabatan tersebut dilakukan pada 24-25 Maret 2026 sebagai bentuk pertanggungjawaban TNI atas keterlibatan empat prajurit Bais dalam kasus tersebut.

Latar Belakang Kasus

Kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus terjadi pada 12 Maret 2026 di Jakarta Pusat, menyebabkan korban mengalami luka bakar 24% di beberapa bagian tubuh.

Puspom TNI mengidentifikasi empat prajurit Bais TNI berinisial Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES sebagai pelaku lapangan yang diserahkan pada 18 Maret 2026. Penyidikan masih berlangsung untuk mendalami peran mereka dan kemungkinan dalang lebih tinggi.​

Puspom TNI meminta publik menunggu hasil penyidikan lengkap, sementara Polri juga memeriksa saksi terkait. TNI menekankan komitmen pertanggungjawaban organisasi melalui rotasi jabatan strategis. **​

Sebelumnya, Mabes TNI membenarkan terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie merupakan anggota Bais. Mereka berjumlah empat orang yang berasal dari TNI AU dan AL. Mereka adalah Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES.

Andrie disiram saat melintas di Salemba, Jakarta Pusat dengan sepeda motornya, Kamis (12/3). Tiba-tiba, dua orang berboncengan menyiram air keras ke Andrie di malam itu.

Akibatnya, Andrie mengalami luka bakar 24 persen di sekujur tubuhnya dengan kerusakan paling parah di mata kanan. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Naik Motor 4 Orang Sekeluarga, Kecelakaan di Jalur Klemuk Batu Ayah Meninggal Dunia

25 Maret 2026 - 22:40 WIB

Jaga Learning Loss, Menko PMK Praktikno: Wacana Belajar Daring per April 2026 Dibatalkan

25 Maret 2026 - 21:59 WIB

Hindari Kejaran Polisi, Pemuda Brebes Tewas Laka Tunggal Masuk ke Jalanan Dusun di Pacitan

25 Maret 2026 - 21:39 WIB

Polisi Meringkus Pembunuh Dokter Shanti Hastuti, Pelaku Tetangga Korban Kepergok Saat Mau Mencuri

25 Maret 2026 - 16:57 WIB

Beji Pasuruan Banjir, Jalur Panturan Surabaya-Probolinggo Tutup

24 Maret 2026 - 21:10 WIB

Enam Orang Tewas, Elf Ditumpangi 21 Orang Sekeluarga Rem Blong dan Terbalik di Majalengka

24 Maret 2026 - 20:29 WIB

Dua Perempuan Tewas Seketika di Depan PG Candi Sidoarjo, Pengemudi Positif Narkoba

24 Maret 2026 - 17:37 WIB

Bersyukur Bisa Sungkem ke Orang Tua, Yaqut Qoumas Kembali ke Tahanan KPK sejak Senin 23 Maret 2026

24 Maret 2026 - 12:20 WIB

Ledakan Besar di Kebun Pisang, Satu dari Tiga Remaja Pekalongan Tewas

24 Maret 2026 - 10:06 WIB

Trending di Headline