Penulis: Eko Wienarto | Editor: Priyo Suwarno
TIMOR TENGAH SELATAN- Seorang siswa tewas dan tiga rekannya alami luka berat dan ringan, akinbat tertimpa bagunan SDN Oepula ambruk di Desa Nifukani, Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), NTT.
Persitiwa ini terjadi Rabu (18/3/2026) sekitar pukul 16.30-17.30 Wita. Bangunan lama yang sudah tidak digunakan selama dua tahun ini roboh tiba-tiba, kemungkinan karena kondisi rapuh.
Pada saat itu, anak-anak sedang berteduh dari hujan di dalam bangunan setelah bermain sepak bola, saat bangunan ambruk menimpa mereka.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD TTS tiba pukul 20.20 Wita untuk penanganan dan pendataan, bekerja sama dengan polisi dan pemerintah desa.
Korban
- Noldi Kause (9 tahun), siswa kelas 1 SD asal Desa Nifukani
- Dua hingga tiga korban luka-luka, termasuk Juliana Nenohai (13 tahun, luka berat di kepala dan lutut, dirawat di RSUD Soe)
- Jekson Nenoliu (9 tahun), dan Rio Nenoliu (4 tahun).
Respons Otoritas
Kapolres TTS langsung ke lokasi, situasi terkendali dengan korban luka dirawat. Penyebab pasti masih diselidiki, tapi bangunan tua (ukuran 24 x 7 meter) diduga faktor utama; imbauan agar hindari bangunan tidak layak.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD TTS tiba di lokasi pukul 20.20 Wita untuk penanganan awal, pendataan korban, dan koordinasi. Kepala Pelaksana BPBD TTS, Dianar Ati (atau Dianar Ari Aty), melaporkan situasi terkendali dan korban luka ditangani medis.
Kapolres TTS, AKBP Hendra Dorizen, langsung turun ke lokasi untuk olah TKP, evakuasi korban, memasang garis polisi, dan memintai keterangan saksi. Polisi menangani aspek penyelidikan dan keamanan lokasi.
Kedua instansi bekerja sama dengan pemerintah desa setempat untuk respons cepat, tanpa indikasi satu pihak mendominasi.
Kronologi
1. Sore Hari, Sekitar 16.30-17.30 Wita (18/3/2026)
Sekelompok anak dari Desa Nifukani bermain sepak bola di halaman SD Inpres Oepula yang sudah tidak digunakan sejak 2023-2024. Saat cuaca gerimis/hujan, mereka berteduh di dalam bangunan lama (ukuran 24×7 meter) sambil melanjutkan bermain.
2. Bangunan Ambruk Tiba-Tiba
Bangunan tua dan rapuh roboh menimpa anak-anak di dalamnya, menyebabkan dentuman keras terdengar oleh saksi seperti Agustinus Talan (petani lokal). Korban: Noldi Kause (9 thn, kelas 1 SD, tewas), Juliana Nenohai (13 thn, luka berat), Jekson/Rio Nenoliu (9/4 thn, luka ringan).
3. Penemuan dan Evakuasi Awal
Saksi berlari ke lokasi, menemukan puing-puing menimpa korban. Warga setempat segera evakuasi dan bawa korban luka ke RSUD Soe; jenazah Noldi disemayamkan di rumahnya.
4. Respons Otoritas (Malam Hari)
Kapolres TTS AKBP Hendra Dorizen tiba untuk olah TKP, pasang garis polisi, dan periksa saksi. Tim Reaksi Cepat BPBD TTS (4 personel) datang pukul 20.20 Wita untuk pendataan dan koordinasi dengan polisi serta pemerintah desa.
5. Update Pasca-Kejadian (19/3/2026)
Situasi terkendali, korban luka membaik. Penyelidikan penyebab (kondisi bangunan lapuk) dilanjutkan; imbauan hindari bangunan tidak layak. Keluarga atur pemakaman Noldi. **











