Menu

Mode Gelap

Headline

Obat Termahal di Dunia Namanya Casgevy Rp35 M/Suntik, untuk Terapi Thalassemia dan Anemia Sel Sabit

badge-check


					Dr Fatwa Adikusuma, ahli genetika molekuler. Foto: Instagram@Dr_fatwa_adikusuma Perbesar

Dr Fatwa Adikusuma, ahli genetika molekuler. Foto: Instagram@Dr_fatwa_adikusuma

Penulis: Jacobus E. Lato   |  Editor: Priyo Suwarno

JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM- Muncul pertanyaan adakah obat paling mahal di dunia? Jawabnya ada, namanya Casgevy harganya Rp 35 miliar sekali suntik. Yaitu terapi gen berbasis CRISPR untuk mengobati thalassemia beta dan anemia sel sabit.

Isu obat paling mahal di dunia dibahasa dalam medsos Dr. Fatwa Adiskusuma (dari akun @Dr_fatwa.adikusuma). Ia menjelaskan Casgevy sebagai obat termahal di dunia,  menyebut obat super mahal Rp 35 miliar untuk penyakit genetik seperti thalassemia.

Casgevy menggunakan teknologi CRISPR/Cas9 untuk mengedit gen pada sel induk hematopoietik pasien, menargetkan kelainan pada gen hemoglobin terkait thalassemia beta dan anemia sel sabit.

Prosesnya melibatkan pengambilan sel induk darah pasien, diedit di laboratorium dengan CRISPR yang memandu enzim Cas9 memotong DNA di lokasi spesifik (gen BCL11A), sehingga mengaktifkan produksi hemoglobin janin (HbF) yang sehat sebagai pengganti hemoglobin cacat.

Sel yang sudah diedit dimasukkan kembali via infus intravena setelah kemoterapi ringan; sel ini menempel di sumsum tulang, memproduksi sel darah merah normal, dan mengurangi kebutuhan transfusi darah seumur hidup.

Diagram ini mengilustrasikan kompleks Cas9-sgRNA yang mengikat dan memotong DNA genomik, memicu perbaikan genetik melalui NHEJ atau HDR.

Casgevy memiliki harga dasar obat sekitar US$2-2,2 juta (Rp 30-35 miliar, tergantung kurs), yang mencakup proses pengambilan sel induk, pengeditan gen CRISPR di lab, dan pengembalian sel ke pasien.

Biaya lengkap lebih tinggi karena prosedur tambahan seperti kemoterapi kondisioning (untuk membersihkan sumsum tulang), rawat inap berkepanjangan, pemantauan pemulihan selama berbulan-bulan, transportasi sel, serta tes kualitas GMP.

Tidak ada jaminan kesembuh total dari terapi Casgevy, meskipun menunjukkan hasil menjanjikan dalam uji klinis untuk thalassemia beta dan anemia sel sabit.

Terapi ini berhasil membuat sebagian besar pasien mencapai kemandirian transfusi darah (tidak perlu transfusi lagi) setelah satu tahun, dengan tingkat respons tinggi hingga 90-100% pada kelompok tertentu dalam studi klinis.

Contoh kasus seperti pasien Chen Yan menunjukkan pemulihan hematologi normal dan kemandirian transfusi permanen setelah pengobatan.

Keberhasilan tidak mutlak karena faktor individu seperti usia, tingkat keparahan penyakit, dan respons tubuh terhadap pengeditan gen bisa bervariasi; efek jangka panjang masih dipantau. Secara medis, tidak ada pengobatan yang menjamin 100% kesembuhan, termasuk Casgevy.

Profile

Prof. Fatwa Adikusuma adalah ahli biologi molekuler dan rekayasa genetik asal Indonesia, dikenal melalui akun media sosial seperti Instagram (@Dr_fatwa.adikusuma) dan YouTube.

Ia sering membahas topik sains populer seperti CRISPR, terapi gen, dan bioteknologi dalam konteks penyakit genetik termasuk thalassemia, meskipun belum ada pernyataan spesifiknya tentang Casgevy yang terdokumentasi secara luas.

Latar Belakang

  • Pendidikan dan Spesialisasi: Fokus pada genetika dan hematologi molekuler, terkait diskusi tentang pengeditan gen untuk kelainan darah seperti yang dibahas dalam percakapan sebelumnya.

  • Aktivitas Publik: Membuat konten edukasi tentang obat mahal seperti Casgevy (Rp 35 miliar), menyoroti potensi dan tantangan terapi gen.

  • Kontribusi: Berkontribusi dalam penyebaran ilmu sains di Indonesia, termasuk rekayasa genetik untuk penyakit langka.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

KM Cipta Anugerah Meledak dan Terbakar di Pelabuhan Selayar: Angkut 3000 Tabung LPG 2000 Paket Sembako

18 Maret 2026 - 11:47 WIB

Pukul 01.30 Rabu Dinihari, 15 Meter Kanopi Pasar Ploso Jombang Roboh dan Jatuh

18 Maret 2026 - 10:27 WIB

PO Zentrum Terguling ke Sawah setelah Hantam Pick Up Parkir di Tol Pejagan-Pemalang

18 Maret 2026 - 09:55 WIB

Pengusaha Menjerit Hargar Solar Industri di Tanjungperak Rp27.000/L, Mencekik Ekonomi Jawa Timur

17 Maret 2026 - 17:40 WIB

Dua Remaja Alami Luka Bakar, Akibat Meracik Mercon Dalam Musala Arruba’ di Udanawu Blitar

17 Maret 2026 - 16:18 WIB

Polisi Kerahkan Jibom dan Genana untuk Memeriksa Almari Besi Masjid Jember Diduga Penyebab Ledakan

17 Maret 2026 - 15:54 WIB

KDKMP Kumitir: Simbol Gotong Royong dan Dukungan Pemerintah untuk Ekonomi Kerakyatan

17 Maret 2026 - 14:30 WIB

Kasus Pembunuhan di Bali, Hakim Vonis 2 WNA 16 Tahun Penjara Jaksa Ajukan Banding

17 Maret 2026 - 12:22 WIB

Pemkab Kutim Beli 2 Unit Mobil Penyadap Sinyal, KNPI Desak Aparat Hukum Bertindak

17 Maret 2026 - 00:50 WIB

Trending di Hukum