Menu

Mode Gelap

Headline

Lumajang Status Siaga III, Semeru Luncurkan Awan Panas Sejauh 3 Km

badge-check


					Rekaman aktivitas Gunung Semeru, Sabtu, 10 Januari 2026. Terjadi semburan awan panas, namun sudah mereda di bawah 2.000. Bupati Lumajang, menyatakan radius 5 km masih aman, warga masyarakat terus diimbau waspada. Foto: PMVBG-BG-KE-ESDM Perbesar

Rekaman aktivitas Gunung Semeru, Sabtu, 10 Januari 2026. Terjadi semburan awan panas, namun sudah mereda di bawah 2.000. Bupati Lumajang, menyatakan radius 5 km masih aman, warga masyarakat terus diimbau waspada. Foto: PMVBG-BG-KE-ESDM

Penukis: Yoli Andi Purnomo | Editor: Priyo Suwarno

LUMAJANG, SWARAJOMBANG.COM– Gunung Semeru dilaporkan menyemburkan awan panas guguran (APG) sejauh 3 km,  di wilayah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selass 10 Maret 2027 pukul 18.07 WIB.

Kondisi ini menyebabkan Pemkab Lumajang memberlakukan status Siaga III,  seluruh aparat kepolisia, Basarnas, BPBD setempat siaga 24 jam.

Terjadi aktivitas vulkanik meningkat, puncak Semeru  hembusan awan panas guguran (APG) ke arah tenggara, memengaruhi radius bahaya standar Semeru.

Hal ini terjadi mirip pola sebelumnya, di mana level siaga dinaikkan cepat untuk antisipasi evakuasi di desa-desa rawan, khususnya Pronojiwo dan Candipuro.

Tidak ada laporan korban awal, tapi warga diimbau menjauh dari sungai-sungai terdampak lahar.

Status Respons

Pemkab Lumajang aktifkan BPBD level 3 (siaga), koordinasi dengan BNPB dan TNI-Polri untuk monitoring 24 jam.

Fasilitas pengungsian disiapkan, termasuk logistik dan posko kesehatan, mengikuti protokol tanggap darurat vulkanik.

BMKG perkirakan cuaca ekstrem hingga 10 Maret berpotensi perburuk kondisi, dengan angin kencang di Jatim.

Zona bahaya awan panas Gunung Semeru ditentukan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) berdasarkan level status gunung, terutama mengarah ke sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan.

Zona UtamaRadius 5 km dari puncak/kawah: Sangat rawan lontaran batu pijar dan awan panas dekat; dilarang aktivitas apa pun.

Sektor tenggara hingga 13 km: Zona larangan utama sepanjang Besuk Kobokan, termasuk potensi awan panas guguran (APG) dan lahar; warga diimbau menjauh.

Zona tambahan 500 m dari tepi sungai: Larangan di luar 13 km, karena potensi perluasan awan panas hingga 17 km atau lebih saat aktivitas tinggi.

Sungai lain: Mewaspadai Besuk Bang, Kembar, Sat, dan anak sungai Kobokan untuk lahar pasca-awan panas.

Pada kasus terkini seperti hembusan 3 km (10 Maret), zona ini aktif dengan status siaga 3 di Lumajang, mirip rekomendasi PVMBG sebelumnya.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Anggaran 2027 Rp184 Triliun, Polri Ajukan Tambahan Rp61 Triliun

17 Juni 2026 - 17:26 WIB

Peringatan Tahun Baru Hijriah 1448, Ketua DPRD Hadi Atmaji Hadiri Acara Doa Bersama di Pendopo Pemkab Jombang

17 Juni 2026 - 14:00 WIB

Rencana PHK 1.000 Karyawan PT SGS Masuk dalam RDP Komisi D DPRD Jombang

17 Juni 2026 - 12:46 WIB

Pesawat Pembom Boeing B‑52 Stratofortress Jatuh, Amerika Alami Kerugian Rp1,340 Triliun

17 Juni 2026 - 08:53 WIB

Tarif Bus Trans Jatim Dipastikan Tetap, Kendati BBM Nonsubsidi Naik

16 Juni 2026 - 20:56 WIB

Gaji Selama Enam Bulan untuk Korban PHK

16 Juni 2026 - 20:41 WIB

Pencuri Datangi Rumah Korban Minta Maaf dan Berdamai di Polsek Pungging Mojokerto

16 Juni 2026 - 18:13 WIB

Pelaki dan korban sebelumnya sudah sepakat damai, lalu mencabut perkara di Polsek Pungging, Mojokerto

Palu Diguncang Gempa Magnetudo 6.7, Muncul Laporan Gedung dan Korban Luka

16 Juni 2026 - 16:33 WIB

Diskon 30 Persen KA Pandalungan Relasi Jember-Gambir 18 Juni 2026

15 Juni 2026 - 20:36 WIB

Trending di Nasional