Menu

Mode Gelap

Nasional

Cadangan BBM 20 Hari Bukan Tanda Krisis, Ini Penjelasan DEN

badge-check


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM-

M. Kholid Syeirazi anggota Dewan Energi Nasional (DEN) menyampaikan bahwa paskan bahan bakar minyak (BBM) nasional saat ini masih stabil dan mencukupi.

Cadangan 20 – 23 hari yang disebut sebelumnya, merupakan cadangan operasional yang disediakan badan usaha seperti Pertamina, bukan berarti setelah itu BBM akan habis di pasaran.

“Untuk itu, masyarakat diminta tenang, tidak panik dan tidak melakukan penimbunan karena justru berdampak buruk terhadap ekonomi,” ujar Kholid dikutip dari Antara, Minggu (8/3/2026).

Kholid mengatakan, terdapat tiga jenis cadangan energi yaitu cadangan strategis, cadangan penyangga energi, dan cadangan operasional. Untuk cadangan operasional merupakan cadangan stok yang disediakan oleh badan usaha dalam hal ini Pertamina yang sifatnya sirkuler sehingga kalau terpakai disediakan stok untuk dipasok lagi dari sumber-sumber impor.

Sementara cadangan penyangga energi bersifat mandatori yang harus disediakan pemerintah sesuai keuangan negara. Ketentuan tersebut diatur melalui Perpres Nomor 96 tahun 2024 tentang Cadangan Penyangga Energi (CPE) yang harus disediakan oleh pemerintah.

Oleh karena itu masyarakat dihimbau agar tidak panik karena karena Pertamina akan tetap menjaga ketersediaan cadangan BBM dan terus melakukan stabilisasi stok. Serta kondisi BBM saat ini dipastikan terus tersedia hingga menjelang Lebaran 2026.

”Jadi saya mengimbau kepada masyarakat tidak perlu panik. Yang disebut sekitar 20 hari itu stok sirkuler. Jadi keluar masuk. Begitu ada barang keluar, ada barang yang masuk,” kata Kholid.

Apalagi Pertamina saat ini masih menghasilkan minyak melalui pengeboran ataupun eksplorasi serta terus melakukan penambahan cadangan.

Sementara itu, Komaidi Notonegoro Direktur Eksekutif ReforMiner Institute menegaskan kembali bahwa cadangan 20 hari yang dimaksud merupakan bagian dari cadangan operasional, yakni stok yang tersimpan dalam fasilitas penyimpanan.

”Masyarakat tidak perlu khawatir. Karena yang namanya 20 hari, tidak kemudian 20 hari ke depan habis. Tapi ketika dijual, katakanlah hari ini dijual seribu, Pertamina akan mendatangkan juga seribu, bahkan lebih. Karena mereka berkepentingan, bisnis mereka running terus,” tegasnya.

Bahkan menurutnya cadangan tersebut justru memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan beberapa negara lain seperti Vietnam 15 hari cadangan operasionalnya dan Laos hanya 10 hari.

Untuk itu Komaidi mengharapkan masyarakat saat ini agar merasa tenang karena Pertamina tentunya sudah mempersiapkan pendistribusian dengan baik melalui Satgas Ramadhan dan Idul Fitri. Lebih lanjut ia juga menyebut ketersediaan di masing-masing wilayah pun aman.***

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menelisik Akar Terorisme (22): Kaum Papist Memuja Berhala Terkutuk

20 Juni 2026 - 18:44 WIB

Perampok Tusuk Korban 22 Kali Gondol Rp76 Juta, 12 Jam Sudah Diringkus Polisi

20 Juni 2026 - 18:17 WIB

Perampokan di Kandangtepus, Polisi Lumajang Meringkus Dua dari Empat Tersangka di Senduro

20 Juni 2026 - 17:31 WIB

Agus Salim dan Anas Burhani Sambut Masa Aksi Aliansi GMNI dan BEM Undar di DPRD Jombang

20 Juni 2026 - 16:27 WIB

Dokter Tifa Dirujuk ke RS Polri Kramat Jati, setelah Ditetapkan sebagai Tersangka Bersama Roy Suryo

20 Juni 2026 - 08:54 WIB

Tak Ada Kenaikan Bunga KPR Subsidi Meski BI-Rate Naik

19 Juni 2026 - 21:37 WIB

PLN Sebut Kendala Pembangkit Terkait Pemadaman di Jawa

19 Juni 2026 - 21:28 WIB

Kereta Ekonomi Diskon 30 Persen Berlaku Mulai Besok

19 Juni 2026 - 21:13 WIB

Prosedur Lelang Proyek di BGN di Bawah SND, Pembela: Klien Saya Sony Sanjaya Selalu Prosedural

19 Juni 2026 - 17:30 WIB

Trending di Nasional