Menu

Mode Gelap

Nasional

Harga Minyak Sontak Naik 10 %, Dua Drone Iran Hajar Kilang Ras Tanura Milik Arab Saudi

badge-check


					Dihajar dua drone Iran, kilang minyak Ras Tanura berkapasitas 550 barel/ hari terbakar hebat, Senin 2 Maret 2026. Foto: Instagam@worldinlast24hours Perbesar

Dihajar dua drone Iran, kilang minyak Ras Tanura berkapasitas 550 barel/ hari terbakar hebat, Senin 2 Maret 2026. Foto: Instagam@worldinlast24hours

Penulis: Jacobus E. Lato | Editor: Priyo Suwarno

ARAB SAUDI, SWARAJOMBANG.COM – Serangan drone Iran ke kilang minyak Ras Tanura milik Saudi Aramco pada 2 Maret 2026 memicu kebakaran terbatas dan kenaikan harga minyak dunia hingga 10%, mengguncang pasokan global di tengah eskalasi konflik regional.

Kilang strategis ini, salah satu yang terbesar di Timur Tengah dengan kapasitas produksi 550 ribu barel minyak per hari serta terminal ekspor utama Saudi, menjadi sasaran sebagai respons Iran terhadap insiden terkait AS dan Israel.

Dua drone yang diluncurkan berhasil dicegat sebelum mencapai target sepenuhnya, tetapi puing-puingnya memicu api di kompleks kilang. Beruntung, situasi kini terkendali tanpa korban jiwa.

Sebagai langkah pencegahan, Saudi Aramco langsung menutup sementara kilang tersebut, menghentikan sebagian produksi dan aktivitas pemuatan minyak.

Dampaknya langsung terasa di pasar global, terutama setelah Iran sebelumnya menutup Selat Hormuz yang mengangkut 20% pasokan minyak dunia.

Meski operasional mulai berangsur normal pasca kebakaran dipadamkan, penutupan ini berpotensi mengganggu pasokan secara luas.

Lonjakan harga minyak pun tak terhindarkan. Harga Brent crude naik 9-10% menjadi USD 79-80 per barel di perdagangan awal, sementara West Texas Intermediate (WTI) melonjak 8-9% mendekati USD 72 per barel.

Kenaikan ini mencapai level tertinggi dalam empat tahun, dipicu kekhawatiran atas penutupan kilang dan risiko blokade Selat Hormuz.

Analis memperingatkan bahwa jika gangguan berlanjut, harga bisa tembus USD 100 per barel. Meski kebakaran kini terkendali dan mengurangi risiko jangka panjang, volatilitas pasar tetap tinggi akibat eskalasi konflik yang menghentikan lalu lintas kapal di rute vital tersebut. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Bus Restu Diduga Ban Meletus Terguling di Tol KM 687, Satu Orang Meninggal 11 Luka-luka

3 April 2026 - 08:28 WIB

Gempa M 7,6 Bitung: 3 Orang Tewas, 15 Orang Luka-luka Kerusakan Bangunan Meluas

2 April 2026 - 14:35 WIB

Nenek Delce Lahia Tewas Tertimpa Gedung KONI Manado, Akibat Gempa Mag 7.6 Bitung

2 April 2026 - 09:10 WIB

Petir Mengganas Sambar 10 Wisatawan di Pantai Bambang Lumajang, Satu Orang Tewas Sembilan Lainnya Luka

31 Maret 2026 - 10:29 WIB

Wabup Lebak Amir Hamzah Tinggalkan Acara Hahalbibahal, Disebut Bupati sebagai Mantan Napi

30 Maret 2026 - 22:42 WIB

Fasad RSUD Ploso Jombang Berantakan Timpa Mobil, Akibat Diterjang Hujan dan Angin Kencang

30 Maret 2026 - 21:06 WIB

Satu Personel RI Penjaga Perdamaian di Lebanon Gugur

30 Maret 2026 - 13:22 WIB

Nakhoda dan Tiga ABK Tugboat Musaffah 2 Warga Indonesia Hilang di Selat Hormuz, Diduga Kena Serangan Rudal

29 Maret 2026 - 19:33 WIB

Angkut 25 Penumpang Bus Wisata Kelinci Terguling di Jatidukuh Mojokerto, Satu Tewas Lainnya Luka-luka

29 Maret 2026 - 00:39 WIB

Trending di Headline