Menu ✖

Mode Gelap

Nasional

Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto: Silakan Hadiri dan Kawal Sidang Vonis Botok- Teguh

badge-check


					Tiyo Ardianto, Ketua BEM UGM. Foto: Instagram@tiyoardianto Perbesar

Tiyo Ardianto, Ketua BEM UGM. Foto: Instagram@tiyoardianto

Penulis: Sri Muryanto  |  Editor: Priyo Suwarno

JOGJAKARTA, SWARAJOMBABG.COM– Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto mengundang seluruh warga Indonesia hadir secara fisik pada sidang vonis dua aktivis, Botok dan Teguh, di Pengadilan Negeri (PN) Pati pada 5 Maret 2026.

Ajakan ini menegaskan komitmennya memperjuangkan keadilan hukum bagi para pejuang rakyat, di tengah sorotan nasional terhadap kasus tersebut.

Konteks Sidang Botok dan Teguh
Sidang vonis di PN Pati dijadwalkan Kamis, 5 Maret 2026, menjadi momen krusial bagi dukungan solidaritas nasional.

Undangan Tiyo mencerminkan semangat gerakan mahasiswa UGM yang konsisten mengawal proses hukum aktivis, sejalan dengan prinsip hak asasi manusia dan keadilan.

Tiyo Ardianto, mahasiswa Fakultas Hukum UGM angkatan 2021, dikenal sebagai aktivis vokal yang independen dan kritis terhadap kebijakan pemerintah.

Ia terpilih sebagai Ketua BEM KM UGM berkat rekam jejaknya memimpin mosi tidak percaya terhadap Rektor UGM Ova Emilia pada Mei 2025, serta keluar dari Aliansi BEM SI pada Munas XVIII di Padang karena menolak kedekatan dengan kekuasaan.

Ia juga menjadi sorotan setelah BEM UGM menyurati UNICEF pada 6 Februari 2026 terkait kegagalan negara melindungi hak pendidikan anak, seperti kasus bunuh diri siswa SD di NTT akibat kemiskinan.

Kritiknya terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) pemerintahan Prabowo-Gibran bahkan memicu label “Rezim Bodoh dan Inkompeten”, yang membuatnya viral.

Fakta Hukum
Secara hukum, Tiyo sering tampil dengan orasi sistematis berbasis argumen konstitusional, menjadikan BEM UGM sebagai oposisi ekstra-parlementer yang menyoroti isu rakyat kecil.

Ia menantang Presiden Prabowo untuk debat terbuka di kampus UGM guna menguji kebijakan secara transparan.

Meski demikian, Tiyo menghadapi teror pasca-kritiknya, termasuk ancaman penculikan, penguntitan oleh pria bertubuh tegap, dan intimidasi siber yang meluas ke keluarga serta anggota BEM pada Februari 2026.

Ia tetap teguh, menyatakan tidak gentar dan terus bersuara demi demokrasi.

Konteks Sidang Botok dan Teguh
Sidang vonis di PN Pati dijadwalkan Kamis, 5 Maret 2026, menjadi momen krusial bagi dukungan solidaritas nasional. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Komdigi Bantah Surat Pemadaman Internet Nasional 3 Hari

25 September 2026 - 21:23 WIB

451.000 Nyawa di Dunia Terancam Melayang Akibat Gelombang Panas Super El Niño

25 September 2026 - 21:06 WIB

O Smach RS Misterius untuk Ambil Organ Migran secara Paksa, Ada Ruang Mirip Markas Polri

25 September 2026 - 19:40 WIB

Komisi C DPRD Jombang Soroti Proyek Revitalisasi 120 PAUD- SMP Anggaran Rp77,5 Miliar

25 September 2026 - 12:32 WIB

Menelisik Akar Terorisme (61): Nechayev Sang Teroris Muda Kharismatik

25 September 2026 - 11:58 WIB

KPK Geledah Tiga Lokasi Sekalihus, Terkait Kasus OTT Lampri di ATR/BTN Bogor

25 September 2026 - 11:35 WIB

Yetty Krystianti Kakantah ATR/ BTN Mojokerto Menghilang sejak Kantornya Digeledah KPK

25 September 2026 - 00:09 WIB

Oknum Diknas Bangkalan Dilaporkan Palak 10% dari Rp38 Juta Anggaran Revitalisasi 180 SD/SMP

24 September 2026 - 21:15 WIB

GAPASDAP Siap Angkut Mobil Listrik, Waspadai Ion-Lithium

24 September 2026 - 19:54 WIB

Trending di Nasional