Menu ✖

Mode Gelap

Nasional

Ini Penyebab Gerhana Matahari Cincin 17 Februari 2026

badge-check


					Gerhana matahari cincin Perbesar

Gerhana matahari cincin

Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM-Gerhana Matahari Cincin atau annular solar eclipse akan kembali menyapa bumi pada Selasa, 17 Februari 2026. Fenomena ini dikenal sebagai ‘cincin api’.

Mengutip Space.com, gerhana matahari cincin terjadi ketika Bulan berada di antara Bumi dan Matahari pada fase bulan baru. Namun, bulan berada pada titik terjauhnya sehingga piringan Bulan tampak lebih kecil dari Matahari.

Akibatnya, Bulan tidak sepenuhnya menutupi Matahari dan menyisakan lingkaran cahaya terang di sekitar siluetnya. Berikut tahapan-tahapan gerhana matahari cincin:

1. Fase Gerhana Parsial

Gerhana dimulai dengan fase parsial saat Bulan mulai menutupi sisi kiri piringan Matahari — dikenal sebagai first contact. Cahaya Matahari perlahan meredup dan bentuk Matahari berubah menjadi seperti sabit.

2. Awal Annular / ‘Ring of Fire’

Fase puncak dimulai ketika Bulan sepenuhnya berada di depan piringan Matahari di jalur annular. Pada saat ini, Matahari tampak menyisakan tepi cahaya yang membentuk lingkaran api, yang berlangsung sekitar dua menit di Concordia Station.

3. Titik Maksimum Gerhana

Puncak gerhana terjadi ketika Bulan berada di posisi tengah Matahari dari perspektif pengamat, menciptakan siluet gelap Bulan dengan tepi Matahari yang bersinar sempurna.

4. Kembali ke Gerhana Parsial

Setelah fase ‘cincin api’ berakhir, Bulan mulai bergerak menjauh dan prosesnya kembali ke fase parsial sebelum akhirnya berakhir sepenuhnya. Cahaya Matahari kembali normal seiring Bulan meninggalkan jalur pandangan.

Para ahli mengingatkan agar pengamatan Matahari dilakukan dengan perlindungan mata khusus (kacamata gerhana atau filter matahari). Hal ini karena melihat langsung tanpa alat dapat merusak penglihatan secara permanen.

Fenomena ini juga menandai awal ‘musim gerhana’, akan diikuti oleh gerhana bulan total (blood moon) pada 3 Maret 2026 mendatang. Blood Moon juga dapat dinikmati oleh miliaran orang di belahan dunia tertentu.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Ketua IDAI Dr. Piprim: PM2.5 Efek Kebakaran Hutan, Ancam Darurat Kesehatan bagi Anak Anak!

28 September 2026 - 20:04 WIB

Ombudsman Sidak: Ada 18 Napi Kelas Kakap Diduga Jadi ‘ATM’ Pejabat di LP Cibinong

28 September 2026 - 19:33 WIB

Menelisik Akar Terorisme (62): Ideologi Anarki merupakan Reaksi Kejam Melawan Aturan yang Mapan

28 September 2026 - 17:54 WIB

Anarkis

Dirjen Lapas Mashudi: 13 dari 16 Rumah Klaster Mewah di LP Cibinonng tidak Masuk Milik Negara

28 September 2026 - 17:15 WIB

RDP di DPR RI, Kalapas Cibinong Sengaja Tidak Pasang CCTV dan Bongkar Perabot Mewah Pasca Sidak Ombudsman

28 September 2026 - 15:43 WIB

SPPG di Bawang Batang Langgar SOP: 589 Anak dan Ibu Keracunan, 127 Korban Masih Dirawat

27 September 2026 - 20:22 WIB

Polisi, Komdigi dan Praktisi Talkshow ‘Jangan Asal Viral’ Peluncuran Media APPI di Surabaya

26 September 2026 - 23:07 WIB

Lima Kebohongan Kalapas Cibinong Saat Disidak Ombudsman dan Inspektur Jenderal Imipas

26 September 2026 - 22:12 WIB

Inspektur Imipas Nonaktifkan Lima Pejabat LP Cibinong, Pasca Sidak Ombudsman

26 September 2026 - 18:40 WIB

Trending di Nasional