Penulis: Yoli Andi Purnomo | Editor: Priyo Suwarno
JEMBER, SWARAJOMBANG.COM – Hujan deras lebat sejak Kamis siang (12 Februari 2026) hingga Jumat malam (13 Februari 2026) memicu luapan Sungai Bedadung dan Kalijompo, membanjiri kawasan Curahmalang serta desa-desa sekitar di Jember.
Ratusan warga dievakuasi secara darurat, sementara satu korban jiwa dilaporkan tewas akibat tersengat listrik saat membersihkan rumah pasca-banjir.
Genangan air setinggi dada orang dewasa mengubur ratusan rumah serta jalan raya di Desa Curah Malang (Kecamatan Rambipuji), Desa Gumelar (Kecamatan Balung), Rowotamtu, dan Kaliwining.
Banjir melanda delapan kecamatan termasuk Rambipuji, Balung, dan Kaliwates, dengan ketinggian air bervariasi 30 cm hingga 2 meter.
Hingga pagi Jumat, debit sungai belum sepenuhnya surut, meninggalkan 3.944 kepala keluarga di 17 desa terdampak, menurut data BPBD Jember.
Tiga jembatan rusak parah akibat arus deras. Jembatan di Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, terekam video warga saat ambruk diterjang luapan Sungai Bedadung.
Dua jembatan lain dilaporkan putus oleh BPBD Jember, meski lokasi detailnya belum dirinci secara lengkap (terkait genangan di Rambipuji dan Kaliwates). Insiden jembatan di Desa Pakis, Panti (awal Februari) tidak terkait kejadian ini.
Sejak dini hari hingga pagi Jumat (00.00-05.00 WIB), tim BPBD Jember, Baret Rescue, relawan, dan warga lokal bergerak cepat.
Mereka menggunakan perahu karet serta jip 4×4 untuk mengevakuasi ratusan penduduk, dengan prioritas pada lansia dan warga sakit. Ketua Baret Rescue David Handoko Seto, yang juga Sekretaris Komisi C DPRD Jember, menyebut banjir setinggi ini jarang terjadi di kawasan tersebut. BPBD melakukan asesmen lapangan untuk memetakan dampak lebih lanjut.
Korban Jiwa
Siti Nur Fadilah, istri seorang guru ngaji dan aktivis Muslimat di Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, menjadi korban jiwa satu-satunya.
Ia tewas tersengat listrik saat membersihkan rumahnya yang masih tergenang air luapan Sungai Dinoyo, tak lama setelah suaminya pergi ke musala. Korban Siti Nur Fadillah, dikenal sebagai guru ngaji di desanya.
Saksi mata Nidhami menceritakan, korban tiba-tiba ambruk (“nggeblak”) di area basah. Warga enggan mendekat karena takut tersengat, hingga meteran listrik dimatikan sebelum jenazah dievakuasi ke Puskesmas Rambipuji.
David Handoko Seto mengonfirmasi kejadian tersebut, yang bersumber dari laporan warga setempat. Hingga sore 13 Februari 2026, belum ada pernyataan resmi dari Polres Jember, Kepala Desa Kaliwining, atau Camat Rambipuji. Informasi masih bergantung pada saksi mata dan relawan. **











