Menu ✖

Mode Gelap

Nasional

Manis di Dalam, Renyah di Luar: Pesona Jemblem Tradisional

badge-check


					Jemblem Cryspi Perbesar

Jemblem Cryspi

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM-Jemblem atau cemplon adalah sebuah makanan gorengan berwarna kecoklatan yang terbuat dari singkong berbentuk bulat sebesar telur ayam dan di dalamnya berisi gula merah.

Jemblem, jajanan tradisional berbahan singkong parut isi gula merah, diduga kuat berasal dari deskripsi cara memasaknya, yaitu merujuk pada “bulatan yang tenggelam dalam minyak”. Jajanan ini kuno dan belum diketahui kapan ditemukannya.

Jemblem merupakan salah satu kue jajan pasar yang banyak ditemui di pasar maupun di warung-warung daerah Jawa. Jemblem dibuat dari adonan singkong basah yang diparut atau digiling halus lalu dibentuk bundar seperti telur ayam dan di dalamnya diisi gula merah, lalu digoreng dengan minyak yang banyak. Setelah berwarna kecoklatan lalu diangkat dan siap untuk di hidangkan.

Ada mengenalnya sebagai jemblem, namun jajanan ini punya nama Misro di wilayah Jawa Barat.

Misro adalah hidangan khas masyarakat Sunda. Misro kependekan dari Amis di jero (bahasa sunda, arti: manis di dalam). Yang terbuat dari parutan singkong yang bagian dalamnya diisi dengan gula merah kemudian digoreng. Rasanya manis dan gurih. Misro memiliki bentuk yang bulat dan sedikit pipih, didalamnya akan merasakan gulanya.

Kue jemblem, salah satu jajanan tradisional khas Jawa, tetap bertahan di tengah gempuran makanan modern. Dengan cita rasa manis dari isian gula merah yang meleleh dan tekstur renyah di luar, kue ini masih menjadi favorit di berbagai daerah.

Dilansir dari laman wikipedia.org, Jemblem atau cemplon adalah jajanan tradisional yang digoreng hingga berwarna kecoklatan yang terbuat dari singkong berbentuk bulat sebesar telur ayam dan di dalamnya berisi gula merah. Camilan ini sangat mudah ditemukan di daerah Madura dan Jawa Timur.

Meskipun merupakan jajanan tradisional, jemblem masih mudah ditemukan di pasar-pasar tradisional dan bahkan mulai hadir dalam varian inovatif. Beberapa pelaku usaha kuliner telah berkreasi dengan menambahkan isian keju, cokelat, hingga pandan untuk menarik minat generasi muda.

Di era digital, banyak pelaku UMKM mulai memasarkan jemblem secara online, baik melalui media sosial maupun aplikasi pesan antar makanan. Langkah ini tidak hanya membuka peluang bisnis tetapi juga membantu melestarikan warisan kuliner Indonesia.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Ketua IDAI Dr. Piprim: PM2.5 Efek Kebakaran Hutan, Ancam Darurat Kesehatan bagi Anak Anak!

28 September 2026 - 20:04 WIB

Ombudsman Sidak: Ada 18 Napi Kelas Kakap Diduga Jadi ‘ATM’ Pejabat di LP Cibinong

28 September 2026 - 19:33 WIB

Menelisik Akar Terorisme (62): Ideologi Anarki merupakan Reaksi Kejam Melawan Aturan yang Mapan

28 September 2026 - 17:54 WIB

Anarkis

Dirjen Lapas Mashudi: 13 dari 16 Rumah Klaster Mewah di LP Cibinonng tidak Masuk Milik Negara

28 September 2026 - 17:15 WIB

RDP di DPR RI, Kalapas Cibinong Sengaja Tidak Pasang CCTV dan Bongkar Perabot Mewah Pasca Sidak Ombudsman

28 September 2026 - 15:43 WIB

SPPG di Bawang Batang Langgar SOP: 589 Anak dan Ibu Keracunan, 127 Korban Masih Dirawat

27 September 2026 - 20:22 WIB

Polisi, Komdigi dan Praktisi Talkshow ‘Jangan Asal Viral’ Peluncuran Media APPI di Surabaya

26 September 2026 - 23:07 WIB

Lima Kebohongan Kalapas Cibinong Saat Disidak Ombudsman dan Inspektur Jenderal Imipas

26 September 2026 - 22:12 WIB

Inspektur Imipas Nonaktifkan Lima Pejabat LP Cibinong, Pasca Sidak Ombudsman

26 September 2026 - 18:40 WIB

Trending di Nasional