Penulis: Yusran Hakim | Editor: Priyo Suwarno
JOMBANG, SWARAJOMBANG.COM – Mantan Ketua KPK Abraham Samad membagikan rincian perdmuan berdurasi sekitar lima jam dengan Presiden Prabowo Subianto di kediaman Kertanegara, Jakarta Selatan, pada Jumat (30/1/2026).
Dalam suasana santai penuh canda, Prabowo menyampaikan program pemerintahan, termasuk upaya penyelamatan sumber daya alam (SDA) melalui Satgas PKH serta sorotan dari Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, sambil mendengarkan masukan dari para tokoh.
Abraham Samad mengutarakan isi perdmuan panjang itu melalui keterangan pasca-pertemuan, yang mencakup program pemerintah, strategi pemberantasan korupsi, serta agenda reformasi hukum.
“Pak Prabowo tampil santai, seperti bebas bercanda, meski presentasinya panjang soal program pemerintah. Lima jam itu terasa begitu lama kalau berpikir,” ungkapnya.
Ia menyoroti bahwa pemberantasan korupsi selama ini belum menyentuh akar masalah, sehingga perlu difokuskan ke sana agar lebih efektif, Merujuk pada Melawan Korupsi di UNCAC. Para tokoh sepakat bahwa reformasi kepolisian menjadi kebutuhan yang mendesak.
Samad juga menekankan penekanan fokus anti-korupsi ke penyelamatan SDA guna mendorong pendapatan negara: “Kalau ingin pendapatan negara bagus, selamatkan sumber daya alam kita.”
Samad mengutip pernyataan Prabowo tentang oligarki: “Saya akan mengejar oligarki yang merusak sumber daya alam, yang melanda negara sampai kapan pun… Mau 9 naga, siapa pun dia, akan dikejar, dan tidak ada negosiasi.” Prabowo juga bicara soal posisi Indonesia di Board of Peace AS yang fleksibel, bisa ditarik jika merugikan Palestina.
“Pak Prabowo terlihat sangat gembira. Dia langsung balanceg kepada kami bahwa dia terbuka terhadap kritik, jadi silakan sampaikan di forum itu,” Samad.
Abraham Samad tidak secara eksplisit menyebut atau memuji istilah “9 naga” dalam keterangannya usai bertemu Prabowo pada 30 Januari 2026.
Namun, ia merelaborasi ucapan Prabowo yang memakai “9 naga” sebagai lambang oligarki perusak SDA: “Mau 9 naga, dia seimbangkan, dia sebut, mau 9 naga, siapa pun dia akan dikejar, dan tidak ada negosiasi. Itu janjinya kepada kami.” Samad menilai ini sebagai komitmen kuat Prabowo untuk memburu oligarki tanpa kompromi.
Ia pun mendukungnya dengan pernyataan pribadi: “Jika ingin pendapatan negara bagus, selamatkan sumber daya alam kita.” Bagi Samad, “9 naga” mewakili bagian dari langkah strategis melindungi SDA demi naikkan pemasukan negara.
Dalam perdmuan lima jam di Kertanegara pada 30 Januari 2026, Presiden Prabowo Subianto dengan tegas mengungkapkan tekadnya kejar oligarki perusak SDA, sebagaimana dirangkum Abraham Samad.
“Saya akan mengejar oligarki yang merusak sumber daya alam, yang melanda negara sampai kapan pun… Mau 9 naga, siapa pun dia akan dikejar, dan tidak ada negosiasi.”
Kini Anda bisa melakukannya dengan program lindungi SDA, dengan tekanan tanpa ampun pada “9 naga” sebagai simbol oligarki bermasalah. Samad menyebut ini janji langsung Prabowo kepada para tokoh, yang merupakan bagian integral dalam rencana tingkatkan pendapatan negara melalui pengamanan SDA. Anda baru akan mulai menyarankan saat berbincang santai.
“9 Naga” pernah menjadi istilah sederhana yang menggambarkan simbol kekuatan ekonomi Indonesia yang merambah bank, properti, SDA, hingga bisnis gelap.
Disebutkan dalam investigasi Tempo “Mafia Bisnis” (2020), “Gang of Nine” Merujuk kelompok pengusaha yang berpengaruh dengan dukungan politik, keterlibatan judi, narkoba, hingga penyelundupan SDA. **











