Menu ✖

Mode Gelap

Nasional

Ungkap Rahasia Candi Jabung: Jejak Majapahit di Tanah Probolinggo

badge-check


					Ungkap Rahasia Candi Jabung: Jejak Majapahit di Tanah Probolinggo Perbesar

Penulis: Ganjar | Editor: Aditya Prayoga

PROBOLINGGO, SWARAJOMBANG.COM-Candi Jabung merupakan salah satu peninggalan bersejarah penting di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Situs ini berasal dari masa kejayaan Kerajaan Majapahit, dibangun sekitar tahun 1276 Saka (1354 M). Nama candi tercatat dalam karya sastra klasik seperti Negarakertagama dan Pararaton, menandakan perannya yang signifikan dalam sejarah Jawa.

Lokasi dan Akses

Candi ini berada di Desa Jabung Candi, Kecamatan Paiton, tidak jauh dari pusat kota Probolinggo. Bangunan berdiri di atas batur bertingkat dengan material utama berupa bata merah, ciri khas arsitektur Majapahit. Lokasinya strategis di jalur Surabaya–Situbondo, mudah dijangkau wisatawan, dan terbuka setiap hari tanpa tiket masuk. Area sekitar kini dilengkapi jalur paving serta spot foto untuk pengunjung.

Arsitektur

Keunikan Candi Jabung terletak pada bentuk tubuh silindris yang menjulang ke atas, menyerupai dagoba atau stupa. Bagian puncak sudah runtuh, namun relief yang tersisa masih memperlihatkan motif sulur, adegan kehidupan sehari-hari, serta figur manusia dan hewan. Warna merah bata memperlihatkan teknik bangunan khas Majapahit, berbeda dengan candi-candi batu andesit di Jawa Tengah.

Sejarah dan Fungsi

Pembangunan

– Tahun pendirian tercatat pada ambang pintu: 1276 Saka / 1354 M.
– Dalam Negarakertagama, candi ini disebut Bajrajinaparamitapura dan dikunjungi Raja Hayam Wuruk pada 1359 M.
– Pararaton menyebutnya Sajabung, diyakini sebagai tempat pemakaman bangsawan Majapahit, khususnya tokoh wanita Bhre Gundal atau Sri Wardhani Puja Dewi.

Fungsi Utama

– Makam bangsawan: diperkirakan sebagai tempat penghormatan keluarga kerajaan.
– Ritual Buddha Mahayana: bentuk stupa di puncak menunjukkan fungsi spiritual, selain sebagai monumen peringatan leluhur.

Legenda Sri Tanjung

Relief di sisi tenggara menggambarkan kisah Sri Tanjung, tokoh rakyat Jawa yang melambangkan kesetiaan. Ceritanya berkisah tentang fitnah yang berujung pada kematian Sri Tanjung oleh suaminya, Sidapaksa.

Sebelum wafat, ia bersumpah bahwa darahnya akan harum bila dirinya suci. Setelah terbunuh, darahnya benar-benar berbau wangi, membuktikan kesetiaannya. Kisah ini menjadi simbol moral tentang kebenaran, dharma, dan penebusan, yang diabadikan dalam relief candi.

Nilai Budaya

Candi Jabung bukan sekadar bangunan fisik, melainkan warisan yang memadukan fungsi religius, memorial, dan pesan etis. Relief serta arsitekturnya mencerminkan nilai budaya Majapahit sekaligus memperlihatkan peralihan gaya arsitektur di Jawa Timur.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Tiga Petugas Damkar Pangkep Gugur dan Empat Luka Berat, Laka Tunggal Saat Berangkat ke Lokasi Karhutla

30 September 2026 - 16:57 WIB

Gempa Magnetudo 4.5 Guncang Aceh Barat Daya, tidak Terjadi Tsunami

30 September 2026 - 16:11 WIB

SAR Temukan Jasad Surono Korban Virgo 8, Dimakamkan di Diwek Jombang

30 September 2026 - 15:45 WIB

Aksi Demo Ratusan Sopir Truk Jalur Frontage Yani Surabaya Lumpuh Total, Tuntut Hapus Barcode Solar

30 September 2026 - 14:46 WIB

Hadapi Petugas Pajak, Ipda Purnomo ‘Belajar Baik’ Rela Matikan Tombol Pendapatan Iklan Youtube

30 September 2026 - 09:19 WIB

Harga Daging Ayam Rp41.750 Per Kg, Telur Rp29.500

29 September 2026 - 21:14 WIB

Rute Baru Hong Kong-Surabaya Dibuka, Kemenpar Bidik Wisman

29 September 2026 - 20:57 WIB

Jatim Revitalisasi Dermaga Bulusan Rp6 Miliar, Urai Macet Ketapang-Gilimanuk

29 September 2026 - 20:35 WIB

Baru Saja Masuk Penjara 2,5 Tahun, Kini Hellyana Wagub Babel Jadi Tersangka Kasus Pidana Ijazah Palsu

29 September 2026 - 17:03 WIB

Trending di Nasional