Menu

Mode Gelap

Headline

Misteri Kematian Lula Fahlah: Orang Tolak Bedah Jenazah Anaknya, Dimakaman Tanpa Otopsi

badge-check


					Jenazah elegram Lula Lahfah, 26, sudah dilakukan tanpa hasil otopsi. Karena kedua orang tuanya menolak dilakukan pembedahan pada jasad Lula. Foto: Instagram@lulafahlah Perbesar

Jenazah elegram Lula Lahfah, 26, sudah dilakukan tanpa hasil otopsi. Karena kedua orang tuanya menolak dilakukan pembedahan pada jasad Lula. Foto: Instagram@lulafahlah

Penulis: Tanasyafira Libas Tirani   |    Editor: Priyo Suwarno

JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM – Tragedi pilu menyelimuti keluarga Lula Fahlah (26), wanita muda aktivis selegram yang ditemukan tewas dalam kondisi meninggal dunia di apartemennya, Jumat malam (23/1/2026).

Ia dimakamkan Taman Pemakaman Umum (TPU) Rawa Terate (atau disebut Rawa Trate), Cakung, Jakarta Timur, Sabtu, 24 Januari 2026, sekitar pukul 12.00-12.10 WIB siang hari.

Namun pemakaman itu masih menyisakan pertanyaan besar, apa penyebab kematian selegram muda itu. Penyebabanya semakin tidak bisa diurai, karena kedua orang tuanya menolak ada pembedahan pada jasad mendiang anaknya.

Otopsi jenazah batal total setelah orang tuanya, Feroz Marikar dan Tatu Yulyanah, mengirim surat keberatan resmi ke Polres Metro Jakarta Selatan pada Sabtu (24/1/2026), menghentikan pencarian penyebab kematian secara ilmiah.

AKBP Iskandarsyah, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, mengonfirmasi penerimaan surat itu saat ditemui wartawan.

“Kami hormati keputusan keluarga,” ujarnya singkat, meski polisi masih koordinasi dengan RS Fatmawati soal visum awal yang menyebut dugaan henti jantung atau napas.

Penemuan jenazah Lula begitu tragis: tubuh kaku telentang, mulut menganga dengan bibir membiru, dan memar di tubuh yang diduga tanda kematian alami di apartemennya.

Jenazahnya sempat dibawa ke RS Fatmawati untuk pemeriksaan awal, tapi keluarga tegas menolak autopsi lanjutan.

Alasan spesifik mereka tak diungkap publik, tapi jenazah langsung dimakamkan di TPU Rawa Terate, Cakung, Jakarta Timur, pukul 12.00-12.10 WIB hari itu juga.

Ayah Lula, Feroz Marikar, tampak hancur dalam duka. “Saya syok berat. Ini takdir Allah, tapi penyesalan terbesar: Lula tak pernah curhat soal kesehatannya ke kami, hanya ke teman dekatnya,” ungkapnya dengan suara bergetar.

Ternyata, Lula menyembunyikan penyakit GERD kronis dan pembengkakan usus yang sering kambuh. “Kalau tahu, kami pasti suruh dia berobat di sini atau luar negeri,” tambah Feroz penuh sesal.

Yang lebih membingungkan, minggu lalu Lula tiba-tiba undang keluarga makan malam di apartemennya—gelagat aneh tanpa alasan khusus.

Pertemuan terakhir dua hari sebelum kematiannya itu kini jadi tanda tanya besar. Dengan otopsi batal, misteri penyebabnya tetap gelap, meninggalkan keluarga dalam luka abadi.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Sultan Brunai Punya Putri Bungsu Cantik dan Berprestasi

2 September 2026 - 19:24 WIB

Dua Kapolsek dan Kasihumas Polres Jombang Bergeser

2 September 2026 - 19:05 WIB

Aksi Pengeroyokan Usai Kegiatan Ijazah Kubro, Polres Jombang Tetapkan 8 Tersangka

2 September 2026 - 15:23 WIB

Indonesia Masuk 10 Besar Bersama 4 Negara Asia Tenggara Pengonsumsi Mie

30 Agustus 2026 - 19:24 WIB

Warga Wonorejo Temukan Jasad Bayi Perempuan Mengambang di Sungai

30 Agustus 2026 - 14:30 WIB

Polisi Jombang Ringkus Pelaku Love Scamming di Lampung

28 Agustus 2026 - 21:01 WIB

Aktris Cantik Tiongkok Kekayaan Bertambah Rp806 T, Berkat Bisnis Skincare

26 Agustus 2026 - 19:11 WIB

Polres Jombang Gelar Pasukan Kesiapan Pengamanan Muktamar NU ke-35

26 Agustus 2026 - 13:34 WIB

Trik WhatsApp: Terlihat Centang Satu, Padahal Online

20 Agustus 2026 - 18:32 WIB

Trending di Lifestyle