Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno
TRENGGALEK, SWARAJOMBANG.COM – Tragedi menimpa pengendara motor Suhadi (58), warga Desa Sukorame, Pogalan, yang tewas tertimpa ranting pohon mahoni roboh di Kecamatan Gandusari akibat hembusan angin kencang Sabtu dinihari pukul 03.00 WIB, (24/1/2026).
Korban sempat dilarikan ke puskesmas setempat, namun dinyatakan meninggal karena luka benturan parah.
Kejadian nahas ini dipicu badai angin yang mengamuk sejak dini hari, merusak infrastruktur di beberapa kecamatan Trenggalek seperti Durenan, Bendungan, Gandusari, Tugu, dan Watulimo. Pohon-pohon tumbang, rumah rusak, jalanan terganggu, hingga tower telekomunikasi ambruk.
Kronologi Insiden
-
Pukul 03.00 WIB: Angin topan mulai menerpa Trenggalek, khususnya di Kecamatan Durenan, Bendungan, Gandusari, Tugu, dan Watulimo.
-
Sekitar pukul 09.00 WIB: Di Jalan Raya Gandusari-Kedunglurah, ranting besar pohon mahoni patah dan menimpa Suhadi yang sedang melaju dengan sepeda motornya.
-
Pasca-kejadian: Korban langsung dibawa ke Puskesmas Gandusari, tapi petugas medis menyatakan kematiannya disebabkan benturan keras dari ranting pohon.
Dampak
-
Durenan: Pohon trembesi berdiameter 1 meter roboh, menimpa truk dan sepeda motor milik Saiful Amin yang mengalami sesak napas. Ia dirawat di puskesmas, sementara listrik di kawasan tersebut mati total. Belum ada catatan kecelakaan lalu lintas lain pada hari itu.
-
Bendungan dan Watulimo: Tower telekomunikasi setinggi 42 meter tumbang, menabrak rumah dan kandang ternak dengan kerugian mencapai Rp10 juta. Untungnya, tidak ada korban jiwa.
-
Tugu: Pohon menimpa pikap, kabel listrik, dan tiang lampu di Jalan Trenggalek-Ponorogo, menyebabkan kemacetan lalu lintas.
Belum ada pernyataan resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek maupun Polres Trenggalek terkait insiden pohon tumbang ini. Petugas gabungan, termasuk polisi, disebut-sebut sedang membersihkan puing-puing di lokasi seperti Durenan dan Tugu, meski tanpa konfirmasi kutipan langsung. **











