Menu ✖

Otomatis

Ekonomi

Pembina SPPG Miftahul Ulum Masduki: Fokus Kami Solusi, Begitu Ada Laporan Makanan Kita Ganti!

badge-check

Pembina SPPG Miftahul Ulum Masduki: Fokus Kami Solusi, Begitu Ada Laporan Makanan Kita Ganti!Perbesar

Penulis: Elok Apriyanto | Editor: Priyo Suwarno

JOMBANG, SWARAJOMBANG.COM– Tekanan publik untuk mengevaluasi hingga mencabut izin Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pesantren Miftahul Ulum Dero, Kecamatan Kesamben, semakin kencang menyusul dugaan penyajian makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang basi di beberapa sekolah setempat.

SPPG ini ternyata dikelola Masduki, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Jombang. Menurutnya, unit ini lahir dari strategi ormas keagamaan, bekerja sama dengan lembaga keuangan berbasis agama.

“Saya pembina Yayasan Miftahul Ulum. Saat program MBG diluncurkan, kami ditugaskan mendirikan dapur oleh partai afiliasi NU,” jelas Masduki saat ditemui Jumat (23/1/2026).

Ia menyoroti manfaat sosial dapur ini, di mana sebagian besar pekerjanya dari warga miskin sekitar pesantren.

“Dulu anak-anak jarang sarapan, kini kebiasaan itu terbentuk berkat MBG,” tambahnya.

Masduki tak membantah kelalaian kualitas, seperti temuan makanan curiga basi di SMPN 2 Kesamben.

“Begitu sekolah laporkan, kami segera tarik dan ganti. Fokus kami solusi, bukan menyalahkan,” katanya.

Menurutnya, penurunan mutu kemungkinan saat pemorsian atau pengemasan makanan panas, yang kini jadi bahan introspeksi internal.

Pengecekan bahan dari pra-masak hingga pengiriman sudah ikuti SOP. Distribusi ke 44 lembaga pendidikan (TK-SMP) dilakukan pukul 07.00–08.00 WIB, pas jam pulang siswa.

Ia juga sebut sebelumnya ada kasus lauk telur busuk yang dinilai tak layak makan. Sementara, pemilik SPPG lain berinisial R di daerah berbeda ungkap jejaring kuat SPPG ini.

“Itu punya Pak Masduki, didukung ormas keagamaan dan partai besar. Evaluasi mungkin ada, tapi cabut izinnya kecil peluangnya—beda dengan kami yang tak berafiliasi,” ujarnya.

Kasus ini juga dikecam Direktur Lingkar Indonesia untuk Keadilan (LInK) Jombang, Aan Anshori. “Ini serius, makanan buruk sampai dua sekolah berbeda waktu dan tempat. Manajemen serta pengawasan SPPG bermasalah besar,” tegasnya Kamis (22/1/2026).

LInK mendesak Pemkab Jombang dan Badan Gizi Nasional (BGN) evaluasi total, termasuk cabut izin jika terbukti langgar aturan MBG. “Program ini soal keselamatan anak—evaluasi harus adil, tanpa intervensi,” tutupnya. **

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Maunya Canggih Pakai AI, Konsumen McDonalds Malah Geram

8 Nov 2026 - 18:51 WIB

Maunya Canggih Pakai AI, Konsumen McDonalds Malah Geram

Sejumlah Pejabat Polres Jombang Bergeser Jabatan

7 Nov 2026 - 23:56 WIB

Sejumlah Pejabat Polres Jombang Bergeser Jabatan

Harga Pangan Lanjutkan Tren Penurunan, Pedas Cabai Mereda

3 Nov 2026 - 21:08 WIB

Harga Pangan Lanjutkan Tren Penurunan, Pedas Cabai Mereda

Kelompok Makanan Pendorong, Inflasi Jatim 3,09% (YoY)

2 Nov 2026 - 21:43 WIB

Kelompok Makanan Pendorong, Inflasi Jatim 3,09% (YoY)

Ini Respons Menko Airlangga Soal Pajak Digital

2 Nov 2026 - 21:26 WIB

Ini Respons Menko Airlangga Soal Pajak Digital

Gudang Alat Bor Ludes Dilalap Api

2 Nov 2026 - 18:22 WIB

Gudang Alat Bor Ludes Dilalap Api

Harga Cabai Rawit Anjlok di Jatim, Jadi Rp45 Ribu Per Kg

30 Okt 2026 - 19:39 WIB

Harga Cabai Rawit Anjlok di Jatim, Jadi Rp45 Ribu Per Kg

Polres Jombang Ringkus 17 Pelaku Kriminal

29 Okt 2026 - 10:16 WIB

Polres Jombang Ringkus 17 Pelaku Kriminal

Perempuan Mati Mendadak Dalam Posisi Tertidur

27 Okt 2026 - 15:48 WIB

Perempuan Mati Mendadak Dalam Posisi Tertidur
Trending di Hukum