Menu ✖

Mode Gelap

Lifestyle

11 Tips Aman Mengemudi untuk Pemula dan Sim A Tembak, Cara Jaga Jarak Hingga Antisipasi

badge-check


					11 Tips Aman Mengemudi untuk Pemula dan Sim A Tembak,  Cara Jaga Jarak Hingga Antisipasi Perbesar

Penulis: Ganjar | Editor: Aditya Prayoga

SURABAYA, SWARAJOMBANG.COM– Pemula yang baru mulai mengemudi sendiri sering kali masih ragu dan rawan melakukan kesalahan kecil. Berikut panduan penting yang disusun lebih rapi dan mudah dipahami, khususnya saat berkendara di belakang kendaraan lain, menjaga jarak aman, dan mengantisipasi bahaya di jalan.

1. Jika mobil di depan tiba-tiba menepi atau pindah lajur, jangan langsung menganggap itu memberi jalan.

Sering kali ada masalah di depannya, seperti lubang jalan, kendaraan mogok, kecelakaan kecil, atau benda asing di aspal.

Segera siapkan kaki di pedal rem. Pandanganmu tertutup mobil depan, sehingga potensi bahaya di depannya belum tentu terlihat.

2. Saat jarak dengan mobil depan cukup dekat, terutama di atas 50 km/jam, begitu lampu rem mobil depan menyala, segera sentuh rem secara halus.

Kebiasaan ini membantu mengurangi risiko tabrakan karena kamu tidak tahu apakah mobil depan akan mengerem mendadak akibat pejalan kaki, lubang, atau hambatan lain.

3. Pada kecepatan tinggi, jaga jarak aman minimal sekitar tiga detik. Aturan ini dikenal sebagai 3-second rule yang direkomendasikan DMV California.

Patokannya, jika mobil depan berhenti mendadak dan reaksimu sedikit terlambat, mobilmu masih bisa berhenti dengan sisa jarak aman sekitar satu meter.

4. Jika mobil depan mengerem keras, jangan refleks membanting setir ke kiri atau kanan.

Lajur sebelah bisa saja tidak aman, ada truk besar, kendaraan parkir, atau sepeda motor. Lebih baik fokus mengerem kuat daripada berpindah lajur secara gegabah.

Jika memang harus pindah lajur, lakukan pengecekan spion dan shoulder check atau menoleh singkat sebelum bermanuver.

5. Saat hujan, berkabut, atau malam hari, perpanjang jarak aman lebih jauh dari kondisi normal.

Jarak pandang berkurang, jalan lebih licin, dan jarak pengereman menjadi lebih panjang. Idealnya, jarak aman dibuat dua kali lipat.

6. Di kondisi macet atau jalan merayap, jaga jarak yang seimbang, tidak terlalu dekat dan tidak terlalu jauh.

Terlalu jauh membuat kendaraan lain mudah memotong, terlalu dekat berisiko tabrakan.

Patokan praktisnya, kap mobil terlihat sejajar atau sedikit di bawah bumper belakang mobil depan. Dengan jarak ini, jika mobil depan tiba-tiba mogok, kamu masih punya ruang untuk menghindar.

7. Jika ada kendaraan yang tiba-tiba memotong dan masuk ke depanmu, segera kurangi kecepatan dan siapkan rem.

Menghindar dengan banting setir justru lebih berisiko. Mengurangi kecepatan biasanya lebih aman daripada berpindah lajur mendadak.

8. Saat satu lajur dengan sepeda motor, tingkatkan kewaspadaan. Motor bisa berhenti mendadak, oleng, belok tiba-tiba, atau bahkan terjatuh.

Meski kamu sudah menyalakan sein, ada pengendara motor yang tetap nekat menyalip dari sisi kiri. Solusinya, jaga jarak dan dahului hanya saat situasi benar-benar aman.

9. Saat melintasi zebra cross, persimpangan, atau hendak menyalip, perhatikan kendaraan di samping, bukan hanya di depan.

Jika mobil di sebelah tiba-tiba mengerem, ikutlah mengerem. Bisa jadi ada pejalan kaki, anak kecil, atau kendaraan kecil yang muncul dari titik buta.

Saat menyalip, pandangan harus mencakup lajur sendiri dan area depan kendaraan yang sedang disalip.

10. Untuk berkendara lebih halus, aman, dan hemat BBM atau listrik, biasakan mengatur jarak dan kecepatan dengan pedal gas, bukan rem.

Jika jarak terlalu dekat, cukup angkat kaki dari gas agar mobil melambat perlahan. Rem digunakan hanya saat benar-benar diperlukan. Cara ini membuat berkendara lebih irit dan pengemudi lebih tenang.

11. Di jalan desa atau kota kecil yang hanya dua arah tanpa pembatas tengah, kendaraan dari arah berlawanan sering berhadapan langsung.

Jika jarak sudah terlalu dekat dan berisiko tabrakan frontal, ambil keputusan cepat untuk membanting setir ke kiri.

Di Indonesia, pengemudi dari arah berlawanan biasanya juga akan menghindar ke kiri, sehingga tabrakan frontal dapat dihindari.

Tips-tips ini sangat membantu bagi pengemudi pemula. Kuncinya adalah tetap tenang, berpikir ke depan, dan tidak panik. Berkendara dengan antisipasi jauh lebih aman daripada bereaksi terlambat.****

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Nana Bikin Kontroversi Soal Adegan Berani dalam The Scandal

22 September 2026 - 20:01 WIB

Dihantam Kursi di Los Angeles, Solar MAMAMOO Memar

20 September 2026 - 18:14 WIB

Bintang Cantik Thailand akan Guncang Dunia Lewat Film Baru

15 September 2026 - 18:13 WIB

Raja Thailand Piloti Sendiri Pesawat Boeing 737-800 dengan Ratu sebagai Kopilot

15 September 2026 - 17:54 WIB

Miss Indonesia Peringkat Pertama Regional Asia dan Oseania

8 September 2026 - 19:07 WIB

Luana Lopes Lara Perempuan Muda Terkaya Kalahkan Taylor Swift

6 September 2026 - 18:28 WIB

Sultan Brunai Punya Putri Bungsu Cantik dan Berprestasi

2 September 2026 - 19:24 WIB

Indonesia Masuk 10 Besar Bersama 4 Negara Asia Tenggara Pengonsumsi Mie

30 Agustus 2026 - 19:24 WIB

Aktris Cantik Tiongkok Kekayaan Bertambah Rp806 T, Berkat Bisnis Skincare

26 Agustus 2026 - 19:11 WIB

Trending di Lifestyle