Menu

Mode Gelap

Ekonomi

Tunggu Sinkronisasi dengan PUPR, Proses Perbup PLP2B Jombang akan Makin Lama

badge-check


					Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman bersama Presiden Prabowo Subianto pada kunjungan kerja meninjau persawahan. Lahan PLP2B snagat startegis untuk tetap mampu mempertahankan swasembada pangan, khususnya padi. Foto: Ist Perbesar

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman bersama Presiden Prabowo Subianto pada kunjungan kerja meninjau persawahan. Lahan PLP2B snagat startegis untuk tetap mampu mempertahankan swasembada pangan, khususnya padi. Foto: Ist

Penulis: Elok Apriyanto | Editor: Priyo Suwarno

JOMBANG, SWARAJOMBANG.COM – Proses finalisasi Peraturan Bupati (Perbup) soal Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (PLP2B) di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, masih terhambat hingga saat ini.

Penundaan ini terutama karena penyesuaian rencana tata ruang wilayah dengan sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN) yang mulai merambah wilayah Jombang.

Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Jombang, M. Rony, melalui Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian, Eko Purwanto, mengakui bahwa penyelesaian Perbup PLP2B kemungkinan akan molor cukup panjang.

Faktor pemicunya adalah tinjauan ulang Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang direncanakan pada 2026.

“Ya, Perbup PLP2B memang belum selesai hingga kini. Masih dalam proses sinkronisasi tata ruang di Kementerian PUPR, dan diprediksi butuh waktu lebih lama lagi,” kata Eko, Jumat (9/1/2026).

Menurut Eko, review RTRW ini diperlukan akibat masukknya berbagai PSN yang mengharuskan revisi fungsi lahan. Langkah itu krusial untuk menghindari konflik kebijakan antara pengamanan lahan sawah dan prioritas pembangunan nasional.

“Kalau banyak PSN, risikonya lahan yang sudah dilindungi PLP2B malah jadi lokasi proyek nasional. Ini bisa picu masalah di masa depan,” tambahnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, implementasi PLP2B di Jombang memang gagal terealisasi sepanjang 2025. Perbup sebagai turunan Perda Nomor 11 Tahun 2024 masih stuck di tahap penyesuaian teknis, termasuk verifikasi ulang data luas dan koordinat lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B).

Pengamat kebijakan publik, Dr. Solikin Rusli, menyoroti bahwa hambatan utama bukan kekurangan data, melainkan ketidakakuratan dan ketidaksesuaian data antar-OPD.

“Data sebenarnya sudah tersedia di Disperta, Dinas Lingkungan Hidup, dan instansi terkait lainnya. Isunya, data mana yang dipakai,” ujarnya pada Senin (29/12/2025).

Solikin menegaskan, ketidakjelasan data menjadi biang kerok kegagalan optimalisasi program perlindungan lahan. “Program jadi kacau sejak awal karena data dasarnya bermasalah,” tegasnya.

Walaupun begitu, ia memaklumi penundaan selama disertai jadwal pasti. “Tak perlu buru-buru, tapi wajib ada target waktu. Sebab, konversi lahan sawah terus berlangsung seiring waktu. Kuncinya, pastikan data akurat,” pungkasnya. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Lampu Padam, Massa Aksi Mahasiswa UI Membubarkan Diri dari Bundaran HI

12 Juni 2026 - 22:08 WIB

Dinkop-UMKM Jombang Beri Pelatihan 21 Ibu-ibu Plumbon Gambang: Kripik Pisang dan Tahu Krispi

12 Juni 2026 - 21:27 WIB

BI Rate Naik ke 5,5%, Industri Properti Terancam Makin Lesu

12 Juni 2026 - 19:25 WIB

Menelisik Akar Terorisme (16): Black Death Memangsa 50 % Populasi Eropa

12 Juni 2026 - 18:52 WIB

Beginilah ilutrasi kegabasan pandemi black death yang menimpa Eropa, digambarkan telah menelan korban 50 persen populasi di Eropa

Sukseskan Sensus Ekonomi 2026, Warsubi: Hasilkan Data Valid untuk Jombang Maju

12 Juni 2026 - 16:33 WIB

Seluruh stake holder pemangku jabatan di jajaran Pemkan Jombang dilibatkan untuk menyukseskan pelaksanaan Sebsus Ekonomi 2026

Tokoh Muda dari Tondowulan, Anas Burhani Ditetapkan sebagai Tanfidz PKB Jombang

12 Juni 2026 - 14:59 WIB

Sekretaris PKB Jomban, Anas Burhani, ditetapkan sebagai Tnbfidz PKB Jombang, Kamis 11 Juni 2026.

Piala Dunia 2026 FIFA: Juara I Mendapat Hadiah Uang Tunai Rp 793 Miliar

11 Juni 2026 - 21:45 WIB

Menelisik Akar Terorisme (15): Cikal Bakal Teror dengan Senjata Biologis

11 Juni 2026 - 20:32 WIB

Arahan Presiden, Harga Pertalite dan Solar Subsidi Tidak Naik

11 Juni 2026 - 20:04 WIB

Trending di Nasional