Menu

Mode Gelap

Nasional

China Luncurkan CHIEP1900: Alat Uji Degradasi Material, dengan Kompresi Waktu 100 Tahun Jadi 1 Jam

badge-check

Penulis: Jacobus E. Lato | Editor: Priyo Suwarno

CHINA, SWARAJOMBANG.COM – Bayangkan efek 100 tahun penuh tekanan gravitasi ekstrem bisa dirasakan hanya dalam 1 jam: China baru saja meluncurkan CHIEF1900, sentrifugal hipergravitasi paling kuat di dunia yang “mengompres waktu” untuk uji ketahanan material supercepat.

Perangkat ini menghasilkan percepatan hingga 1.900 kali gravitasi Bumi (1900G) dengan beban 1.900 g·ton, melampaui rekor AS dan bahkan CHIEF1300 milik China sendiri.

Dipasang di Universitas Zhejiang pada Desember 2025, CHIEF1900 digunakan untuk simulasi bencana skala besar pada infrastruktur seperti bendungan, rel kereta, atau komponen militer.

Mesin ini dibangun oleh Shanghai Electric Nuclear Power Group seharga sekitar 2 miliar yuan (Rp4,6 triliun) dan ditempatkan 15 meter di bawah tanah di Hangzhou.

Fasilitas CHIEF secara keseluruhan mencakup tiga sentrifugal utama plus 18 perangkat pendukung untuk eksperimen ekstrem.

Teknologi vakum pendingin presisi memungkinkan pengujian model skala kecil yang merepresentasikan efek berabad-abad dalam hitungan jam. Ini bukan gravitasi sejati, melainkan inersia buatan yang revolusioner.

Aplikasi Utama

  • Simulasi bencana alam seperti gempa bumi, longsor, atau kerusakan bendungan pada infrastruktur sipil.

  • Pengujian militer termasuk ketahanan misil hipersonik, test masuk atmosfer kembali, dan bunker bawah tanah.

  • Riset material baru untuk aerospace, submersible, dan proyek antariksa seperti kapsul ruang angkasa.

China meluncurkan pendahulu CHIEF1300 pada September 2025 dengan 300G dan 20 ton, tapi CHIEF1900 jauh lebih superior. Proyek ini menegaskan dominasi China dalam riset hipergravitasi, melebihi fasilitas AS di Vicksburg. Meski difokuskan pada tujuan sipil, implikasi militernya krusial bagi persaingan teknologi global.

Cara Kerja Hypergravitasi

Hypergravitasi pada CHIEF1900 memanfaatkan gaya sentrifugal untuk mensimulasikan percepatan hingga ribuan kali gravitasi Bumi (1G). Prinsip dasarnya memutar objek uji pada kecepatan tinggi di lengan sentrifuga, menghasilkan gaya yang menekan objek ke arah luar seperti gravitasi ekstrem. Ini memungkinkan pengujian ketahanan material dalam waktu singkat, setara efek panjang di dunia nyata.

Gaya sentrifugal dihitung dengan rumus F=mω2r, di mana m adalah massa objek, ω kecepatan sudut rotasi, dan r jarak dari pusat rotasi. Pada CHIEF1900, kombinasi diameter lengan besar (sekitar 10-20 meter), motor kuat hingga puluhan ribu RPM, dan beban hingga 20 ton mencapai 1900G. Sistem vakum dan pendingin presisi mencegah panas berlebih serta distorsi data selama pengujian berjam-jam.

Komponen Teknis Utama

  • Lengan Rotasi: Struktur baja khusus tahan tekanan ekstrem, dilengkapi bantalan magnetik untuk minim gesekan.

  • Motor Penggerak: Elektromagnetik berdaya tinggi, dikontrol PLC untuk akselerasi bertahap hingga kecepatan maksimal.

  • Kabin Uji: Platform ganda atau multi-aksi untuk simulasi gaya tambahan seperti getaran gempa, dengan sensor real-time untuk strain gauge dan accelerometer. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Ada Saksi Rahasia Serahkan Dana Rp8,3 Miliar ke KPK, Kasus OTT KKP Banjarmasin Mulyono Purwo

8 Agustus 2026 - 18:42 WIB

Semburan Lumpur Pekat 20 Meter Disertai Bunyi Gemuruh di Oro-oro Kesongo Blora

7 Agustus 2026 - 20:48 WIB

Senjata yang Ditemukan di Sekolah 995 Senapan Angin

7 Agustus 2026 - 20:23 WIB

Ulah Manusia Sebabkan 120 Hektare Hutan Bromo Hangus

7 Agustus 2026 - 20:03 WIB

Menelisik Akar Terorisme (46): Desalines Dirangsek Hingga Mati, Christhope Bunuh Diri

7 Agustus 2026 - 18:56 WIB

Pulbaket Tim Gabungan: Muncul AngkaTransaksi Rp248 Miliar KPRI Sejahtera Jombang

7 Agustus 2026 - 18:02 WIB

Konsumsi Makanan MBG, 103 Siswa di Rejotangan Tulungagung Keracunan

1 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Wamen Dahnil Ansar Prihatin Ada Ustad dan Pemuka Agama Masuk Kartel dan Mafia Haji

1 Agustus 2026 - 16:51 WIB

Sopir dan 30 Penumpang Selamat Saat Kebakaran Bus Gunung Harta di Tol Nganjuk

1 Agustus 2026 - 15:38 WIB

Trending di Nasional