Penulis: Ganjar | Editor: Aditya Prayoga
JAKARTA, SWARAJOMBANG – Dokter Monica, asosiat profesor di Universitas Maranatha, menyampaikan pandangannya soal pola makan dan kesehatan lewat unggahan di Instagram Permadi Arya pada 28 Desember 2025.
Ia menilai masyarakat selama ini mendapat informasi keliru mengenai lemak dan gula.
“Jadi selama ini kita mendapatkan informasi yang salah mengenai lemak dan gula. Ya, selama ini kita diajarin untuk jangan makan lemak,” ujarnya.
Menurut Monica, lemak kerap dijadikan kambing hitam atas berbagai penyakit, mulai dari kegemukan hingga jantung dan stroke. Padahal, akar masalah justru berasal dari gula.
“Jadi yang menyebabkan itu semua adalah Gula, mas. Gula itu merupakan akar segala masalah tadi,” tegasnya.
Konsumsi gula berlebih disebut memicu kegemukan, diabetes, peradangan pembuluh darah, penyakit jantung koroner, hingga stroke.
Ia menambahkan, “Semuanya gara-gara gula termasuk soal kegemukan. Jadi yang bikin gendut selama ini bukan lemak melainkan gula.”
Dalam penjelasannya, Monica membandingkan pola makan manusia modern dengan nenek moyang yang selama ribuan tahun hidup sebagai pemburu dan mengandalkan daging sebagai sumber energi utama.
“Jadi konsumsi daging, konsumsi lemak itu yang dirubah jadi energi, mas,” jelasnya. Namun kini, ketika lemak dan gula dikonsumsi bersamaan, tubuh lebih memilih gula sebagai energi dan menyimpan lemak di perut serta pinggul.
Karena itu, ia menekankan pentingnya menghentikan konsumsi gula demi hidup sehat dan langsing. Selain gula, ia juga mengingatkan bahaya karbohidrat olahan.
Karbohidrat seperti nasi, mi, dan roti akan diubah tubuh menjadi gula. “Jadi makan nasi sama dengan makan gula. Literally, yes tidak ada bedanya,” ujarnya.
Sebagai solusi, Monica menyarankan kembali ke makanan alami. “Jadi makanan yang harus dimakan, adalah makan semua makanan yang sudah Tuhan ciptakan dan berikan kepada kita,” katanya, merujuk pada daging dan sayuran segar. Ia juga mengingatkan agar menjauhi makanan olahan dan kemasan.
“Kalau pengen sehat, umur panjang, dan langsing, kuncinya adalah makan makanan yang diciptakan Tuhan,” tutup Monica.











