Penulis: Ganjar | Editor: Aditya Prayoga
SURABAYA- SWARAJOMBANG.COM-
Otoritas China telah mengeluarkan pedoman baru untuk mengatur konten drama pendek dengan tema romansa bertema CEO.
Regulasi ini secara tegas melarang penggambaran pernikahan dengan orang kaya atau keluarga berkuasa sebagai hal yang patut diagungkan.
Menurut laporan akun WeChat Guangdianshijie yang berafiliasi dengan China Press and Publishing Media Group, para kreator diingatkan untuk tidak menonjolkan kekayaan, kekuasaan, atau gaya hidup hedonis semata-mata untuk menciptakan daya tarik konten.
Administrasi Radio dan Televisi Nasional (NRTA) menekankan pentingnya prinsip realisme dalam produksi drama pendek, khususnya yang menggambarkan dunia bisnis.
Kreator diminta tidak menyamarkan cerita yang tidak masuk akal dengan dalih realisme atau menggunakan teknik artistik berlebihan untuk membangun alur cerita aneh yang minim nilai edukatif.
Hal ini dianggap dapat menyesatkan persepsi publik tentang pengusaha China serta merusak citra komunitas tersebut.
NRTA mendorong agar kisah tentang pengusaha, baik tokoh sejarah maupun kontemporer, mendapatkan porsi lebih besar dibandingkan cerita romansa, konflik keluarga, atau pernikahan yang didasari motif kekayaan.
Pengawasan juga diperketat dengan mengurangi kuantitas produksi, meningkatkan kualitas konten, serta melarang penggunaan judul sensasional seperti “CEO dominan” yang hanya bertujuan menarik perhatian penonton.
Drama pendek dilarang mempromosikan materialisme, kesuksesan instan, kekayaan mendadak, atau pandangan tentang “mendapatkan sesuatu tanpa usaha”. Tema dan karakter utama harus selaras dengan nilai-nilai arus utama masyarakat.
Pembatasan ini muncul sebagai respons terhadap kekhawatiran bahwa genre romansa CEO dinilai terlalu fantastis dan tidak realistis, berpotensi menumbuhkan ekspektasi berbahaya di kalangan muda.
Genre ini dikritik karena dapat menciptakan anggapan bahwa kekayaan bisa menyelesaikan semua masalah atau membawa kemewahan instan melalui hubungan romantis.
Kritik juga menyoroti bagaimana genre ini mendorong konsumerisme dan memengaruhi pandangan tentang cinta, mobilitas sosial, hingga nilai pernikahan.
Sejak 2024, drama romansa CEO sempat populer di platform digital dengan format episode pendek yang dirancang untuk bersifat adiktif.
Namun, pengulangan plot klise seperti miliarder tampan yang jatuh cinta pada perempuan sederhana memicu pengawasan ketat dari regulator.
Kini, industri hiburan China mulai menyesuaikan diri dengan membatasi penggunaan pola cerita tersebut, menandai pergeseran menuju konten digital yang lebih realistis dan membumi.***











