Menu

Mode Gelap

Ekonomi

Kenaikan Biaya DRAM Bakal Guncang Pasar Elektronik Global

badge-check


					Harga laptop juga akan naik Perbesar

Harga laptop juga akan naik

Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM-Kabar kurang menyenangkan bagi calon pembeli ponsel dan laptop pada 2026. Laporan TrendForce, perusahaan riset pasar global, menyebut kenaikan harga memori akan menekan industri perangkat elektronik mulai awal 2026.

Dilansir dari Antara pada Rabu (17/12/2025), kenaikan ini menjadi masalah besar. Bukan hanya karena harga perangkat bisa ikut naik, tetapi juga karena spesifikasi yang ditawarkan bisa diturunkan, terutama pada ponsel kelas menengah dan kelas bawah.

Saat ini, biaya memori memakan porsi yang semakin besar dari total biaya produksi atau Bill of Materials (BOM), karena itu, banyak merek mulai mempertimbangkan untuk menurunkan spesifikasi agar harga jual tetap terjangkau.

TrendForce memperkirakan bahwa sepanjang 2026, biaya DRAM (RAM) akan terus mengambil porsi yang lebih besar dari biaya produksi. Bahkan iPhone, yang dikenal memiliki margin keuntungan tinggi, juga akan terdampak tren ini.

Namun, produsen Android berada dalam posisi yang lebih sulit. Banyak merek Android menjadikan kapasitas RAM besar, seperti 12GB, sebagai nilai jual utama di ponsel kelas menengah.

Hal ini sangat terasa pada Xiaomi, karena 12GB RAM sudah menjadi konfigurasi umum di lini ponsel menengah mereka yang populer. Dengan naiknya harga memori, fitur unggulan ini berpotensi dikurangi atau bahkan dihilangkan.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa perusahaan seperti Xiaomi akan kesulitan mempertahankan harga yang kompetitif. Saat harga DRAM terus naik, produsen hanya punya dua pilihan utama: menaikkan harga ponsel baru, atau menurunkan spesifikasi perangkat.

Para analis memperkirakan bahwa segmen populer yang saat ini menggunakan RAM 8GB dan 12GB bisa kembali ke spesifikasi yang lebih rendah dan standar. Ini dianggap sebagai langkah mundur yang cukup besar.

Dampak paling besar akan dirasakan di pasar ponsel kelas bawah. Model-model murah diperkirakan akan kembali menggunakan RAM 4GB pada 2026, yang merupakan penurunan signifikan bagi konsumen dengan anggaran terbatas.

Masalah ini tidak hanya menimpa ponsel. Produsen laptop juga harus menyesuaikan lini produknya. Laptop dengan RAM yang disolder permanen, seperti ultrabook kelas atas, tidak bisa dengan mudah mengurangi kapasitas memori. Akibatnya, model-model ini diperkirakan akan mengalami kenaikan harga paling cepat dan paling besar.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Paling Lambat 30 September, Tokopedia Kembalikan Dana Pajak Penjual Akibat PPH 22 Ditunda

9 Agustus 2026 - 19:39 WIB

PPATK: Ada 6 Juta Transaksi Judol Selama Piala Dunia

9 Agustus 2026 - 19:29 WIB

Harga Tiga Jenis Emas Pegadaian pada Kamis

30 Juli 2026 - 19:18 WIB

Larangan Rekam SP2DK DJP Tuai Kritik, Bisa Gerus Kepercayaan Wajib Pajak

26 Juli 2026 - 19:17 WIB

Ini Catatan Harga Bahan Pangan Menurut PHPS

23 Juli 2026 - 21:26 WIB

Harga BBM Hampir Semua Harga Turun, Kecuali Pertamax

13 Juli 2026 - 20:19 WIB

2.100 Formasi CPNS-PPPK Tahun Ini Disusulkan Pemprov Jatim

6 Juli 2026 - 19:04 WIB

Harga Pertamax Turbo Turun Rp1450, Per 1 Juli 2026

1 Juli 2026 - 19:52 WIB

Juli-Agustus-September Tarif Listrik Tak Naik

30 Juni 2026 - 21:29 WIB

Trending di Ekonomi