Menu

Mode Gelap

Ekonomi

Cegah Stunting,  Mahasiswa Tanam Seribu Pohon Kelor

badge-check


					Menko PMK, Muhadjir Effendi sedang berdialog dengan mahasiswa Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Kampar, Kepulauan Riau setelah penanaman Seribu Pohon Kelor, Rabu (7/12/2022). (Foto: SWARAJOMBANG.com/ Anwar Hudijono) Perbesar

Menko PMK, Muhadjir Effendi sedang berdialog dengan mahasiswa Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Kampar, Kepulauan Riau setelah penanaman Seribu Pohon Kelor, Rabu (7/12/2022). (Foto: SWARAJOMBANG.com/ Anwar Hudijono)

Penulis: Anwar Hudijono | Editor: Anwar Hudijono

KAMPAR, SWARAJOMBANG.com – Ratusan mahasiswa  Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau bersama Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, Rabu  (7  Desember 2022) melakukan aksi menanam seribu pohon kelor. 

Sebanyak 500 pohon ditanam di kompleks Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, sedang yang 500 pohon ditanam di Desa Naumbai.

Kegiatan ini merupakan tahap awal dari rencana 10 ribu pohon yang akan direalisasi bertahap. Aksi tanam pohon ini merupakan kegiatan nyata Gerakan Nasional  Revolusi Mental (GNRM).

Ikut serta dalam aksi tanam pohon ini Staf Ahli Gubernur Riau Yurnalis Basri, Rektor Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai  Prof Dr  Amir Luthfi, Pejabat Bupati Kampar Kamsol, Asisten Deputi Revolusi Mental Kemenko PMK Katiman.

Kelor atau moringa oliefera adalah tanaman yang bisa tumbuh dengan cepat, berumur panjang, tahan kondisi panas ekstrim. Di Indonesia tanaman ini umumnya digunakan untuk menjadi pangan dan obat. Pada masa Covid-19, daun kelor banyak  dikonsumsi  oleh masyarakat untuk memperkuat daya tubuh dari serangan Covid-19.

Rektor Amir Luthfi mengatakan, dipilihnya tanaman kelor karena memiliki kemanfaatan yang tinggi termasuk mencegah stunting.

Masalah stunting menjadi program Presiden Jokowi.Menurut Muhadjir,  harus ada usaha keras untuk menekan tingkat stunting di Indonesia dari 24 persen menjadi  14 persen  di akhir tahun 2024. Syukur-syukur bisa kurang dari 10 persen.

Stunting adalah masalah gizi kronis akibat kurangnya  asupan gizi dalam jangka waktu panjang sehingga mengakibatkan terganggunya pertumbuhan anak. Bukan hanya pertumbuhan fisik tetapi juga pertumbuhan otak yang akan mempengaruhi prestasi mereka.

Selain itu, anak yang menderita stunting akan memiliki riwayat kesehatan buruk karena daya tahan tubuh yang juga buruk. Stunting juga bisa menurun ke generasi berikutnya apabila tidak ditangani dengan serius.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Ketua Apindo: Pasar Domestik Dibanjiri Produk Impor

25 Agustus 2026 - 18:10 WIB

Harga Emas Naik, Antam Tembus Rp2.810.000 per Gram

25 Agustus 2026 - 17:17 WIB

Emas di Bawah Bantal Warga RI Setara Rp4.460 Triliun

20 Agustus 2026 - 19:39 WIB

Tahun 2027 Kuota BBM Subsidi Berkurang 50 Persen Lebih

19 Agustus 2026 - 21:35 WIB

Naik hingga Rp2,3 Juta iPhone 17 Series Akhir Agustus

18 Agustus 2026 - 20:30 WIB

4 Ahli Waris Michael Hartono Terima Warisan Rp52 Triliun per Orang

13 Agustus 2026 - 20:53 WIB

Akibat Karhutla Okupansi Hotel Melorot 20 Persen di Kawasan Bromo

13 Agustus 2026 - 20:36 WIB

Sampai Akhir Tahun, Harga Pertalite Tidak Naik

12 Agustus 2026 - 17:02 WIB

Harga Daging Sapi Nasional Mencapai Rp143.737

10 Agustus 2026 - 20:30 WIB

Trending di Ekonomi