Menu ✖

Mode Gelap

Lifestyle

Psikiater dan Psikolog, Perlukah Keduanya?, Psikolog yang Juga Penyintas ODGJ Menjawab

badge-check


					Psikiater dan Psikolog, Perlukah Keduanya?, Psikolog yang Juga Penyintas ODGJ Menjawab Perbesar

Penulis: Ganjar | Editor: Aditya Prayoga

SURABAYA, SWARAJOMBANG.COM- Psikolog dan penyintas depresi, Gandes Nawangsari S.Psi M.Sc, membagikan pandangannya mengenai kebutuhan terapi dalam menangani gangguan psikologis.

Sering kali muncul pertanyaan di kalangan warganet, apakah masih perlu mengunjungi psikolog setelah berkonsultasi dengan psikiater?

Gandes menjawab pertanyaan tersebut dalam unggahan di Instagram pribadinya dua minggu lalu. Menurutnya, jawaban atas pertanyaan ini “tergantung ya teman-teman.”

Ia menjelaskan bahwa jika psikiater yang dikunjungi juga menyediakan layanan konseling atau psikoterapi, maka tidak perlu lagi mengunjungi psikolog. Namun, keadaannya akan berbeda jika psikiater tersebut hanya fokus memberikan resep obat.

“Tapi kalau psikiater teman-teman itu hanya fokus memberikan obat, teman-teman tetap butuh psikolog juga ya,” ujarnya.

Ia memaparkan alasan di balik pentingnya peran psikolog. Obat-obatan dari psikiater bekerja dengan berfokus pada faktor biologis. Akan tetapi, obat tidak dapat menyelesaikan masalah kejiwaan secara tuntas.

“Tapi obat-obatan itu enggak bisa menyelesaikan masalah yang kita alami secara menyeluruh,” jelas Gandes.

Menurut Gandes, gangguan psikologis bersifat multifaktorial. Ada empat faktor utama yang berperan, yaitu faktor biologis, psikologis, spiritual, dan juga faktor sosial.

Dengan demikian, obat-obatan yang diberikan psikiater hanya mengatasi satu dari keempat faktor tersebut.

“Jadi obat-obatan itu hanya menyelesaikan satu dari empat faktor yang bisa menyebabkan gangguan psikologis,” pungkasnya.

Menyalurkan Emosi Negatif dengan Sublimasi

Dalam video lain, Gandes Nawangsari, yang juga mengaku sebagai penyintas gangguan jiwa (Orang Dengan Gangguan Jiwa/ODGJ) dengan diagnosis depresi, berbagi kisah tentang bagaimana ia berhasil mencapai progres yang baik dalam pemulihan.

“Hai, aku ilmuwan psikologi sekaligus ODGJ Depresi, tapi kata psikiaterku, progresku bagus,” kata Gandes.

Keberhasilan progresnya itu tidak lepas dari teknik yang ia pilih sebagai mekanisme pertahanan diri, yaitu sublimasi.

Sebelumnya, ia merasa marah terhadap lingkungan, keluarga, dan bahkan rekan kerjanya. Kemarahan ini muncul karena orang-orang di sekitarnya menganggap gangguan mental yang ia alami disebabkan oleh kurang beriman, kurang bersyukur, atau kurang mampu menerapkan ilmu yang telah dipelajarinya.

“Sampai akhirnya aku bisa kena gangguan mental seperti sekarang,” kenangnya.

Alih-alih meluapkan amarah, Gandes berhasil mengubah energi negatif tersebut menjadi sesuatu yang positif dan bermanfaat bagi dirinya sendiri serta masyarakat luas.

Kini Gandes yang mengaku seorang introvert, mulai berani tampil di depan kamera.

“Bayangno, aku yang seorang introvert tulen ini belajar untuk nying-nying di depan kamera, sehingga orang-orang itu lebih aware tentang kesehatan mental, enggak lagi cat mental, enggak lagi menghakimi,” ungkapnya.

Dengan melakukan hal tersebut, Gandes membantu meningkatkan kesadaran publik mengenai kesehatan mental dan mendorong orang untuk mencari bantuan profesional.

Ia merasa usahanya membuahkan hasil, sehingga ia tidak lagi merasa gagal sebagai manusia. “Itulah yang disebut teknik sublimasi, ya, dan Alhamdulillah aku berhasil,” katanya.

“Sekarang followersku udah lebih dari 50 ribu, orang-orang juga setelah nonton video edukasiku lebih semangat untuk cari bantuan profesional, jadi aku nggak merasa gagal lagi sebagai manusia.”

Ia menutup pesannya dengan memberikan semangat bagi mereka yang memiliki nasib serupa.

“So, buat temen-temen yang senasib, kita semangat ya, saling merangkul, saling mengingatkan, enggak usah dengerin kiwit-kiwit orang yang enggak punya ilmu tapi sok tau.”.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Nana Bikin Kontroversi Soal Adegan Berani dalam The Scandal

22 September 2026 - 20:01 WIB

Dihantam Kursi di Los Angeles, Solar MAMAMOO Memar

20 September 2026 - 18:14 WIB

Bintang Cantik Thailand akan Guncang Dunia Lewat Film Baru

15 September 2026 - 18:13 WIB

Raja Thailand Piloti Sendiri Pesawat Boeing 737-800 dengan Ratu sebagai Kopilot

15 September 2026 - 17:54 WIB

Miss Indonesia Peringkat Pertama Regional Asia dan Oseania

8 September 2026 - 19:07 WIB

Luana Lopes Lara Perempuan Muda Terkaya Kalahkan Taylor Swift

6 September 2026 - 18:28 WIB

Sultan Brunai Punya Putri Bungsu Cantik dan Berprestasi

2 September 2026 - 19:24 WIB

Indonesia Masuk 10 Besar Bersama 4 Negara Asia Tenggara Pengonsumsi Mie

30 Agustus 2026 - 19:24 WIB

Aktris Cantik Tiongkok Kekayaan Bertambah Rp806 T, Berkat Bisnis Skincare

26 Agustus 2026 - 19:11 WIB

Trending di Lifestyle