Menu ✖

Mode Gelap

Headline

Banjir Bandang Melanda Thailand Selatan, 145 Orang Korban Jiwa di Provinsi Songkla

badge-check


					Deretan mobil menggantung di jembetan akibat terseret arus banjir bandang di wilayah Provinsi Songkla, Thailand Selatan. Di wilayah itu sedikitnta 145 korban jiwa akibat banjir bandang. Foto: tangkap layar video Instagram@inilahcom Perbesar

Deretan mobil menggantung di jembetan akibat terseret arus banjir bandang di wilayah Provinsi Songkla, Thailand Selatan. Di wilayah itu sedikitnta 145 korban jiwa akibat banjir bandang. Foto: tangkap layar video Instagram@inilahcom

Penulis: Jacobus E. Lato | Editor: Priyo Suwarno

SONGKLA THAILAND, SWARAJOMBANG.COM – Banjir bandang dahsyat yang melanda Thailand selatan sejak akhir November 2025 telah menewaskan setidaknya 145 orang.  mayoritas korban berasal dari Provinsi Songkhla yang mencatat 110-126 jiwa, terutama di kota Hat Yai yang mengalami genangan air hingga 2 meter akibat curah hujan ekstrem 335 mm dalam sehari—rekor tertinggi dalam 300 tahun.

Demikian penjelasan uru bicara pemerintah Thailand, Siripong Angkasakulkiat (juga disebut Siriping Angkasakulkiat), menjadi pejabat utama yang mengumumkan data korban jiwa akibat banjir bandang di Thailand selatan, termasuk angka 145 orang dengan mayoritas di Provinsi Songkhla, dalam koferensi pers,  Jumat 28 November 2025.

Korban jiwa tersebar di berbagai provinsi, termasuk Nakhon Si Thammarat (9 jiwa), Phattalung (4 jiwa), Trang (2 jiwa), Satun (5 jiwa), Yala (5 jiwa), Pattani, dan Narathiwat (4 jiwa), di mana banyak warga terjebak banjir bandang, tersengat listrik, atau tenggelam saat evakuasi.

Dampak

Bencana ini memengaruhi 2,9-3,6 juta orang dan lebih dari 1 juta rumah tangga di 105 distrik seluruh 9-12 provinsi selatan Thailand, dengan jutaan penduduk kehilangan rumah, listrik, air bersih, dan akses komunikasi.

Di Songkhla saja, lebih dari 150.000 warga Hat Yai terjebak banjir, termasuk 600 pasien rumah sakit yang dievakuasi helikopter karena akses darat terputus, sementara ribuan keluarga seperti ibu dan bayi kecil dievakuasi dalam kondisi darurat.

Rumah sakit kolaps, jenazah menumpuk di truk pendingin, dan evakuasi massal melibatkan 45.000 orang di awal bencana, meninggalkan trauma mendalam bagi korban selamat yang kehilangan anggota keluarga serta harta benda.

Kerusakan Infrastruktur 

Infrastruktur hancur parah: 980.000 rumah rusak, jalan primer-sekunder terputus di distrik seperti Na Thawi (Songkhla) yang seluruhnya terendam dengan 15.000 rumah dan 50.000 warga terdampak, sementara pusat perdagangan karet Hat Yai lumpuh total.

Banjir juga mengganggu event SEA Games yang harus pindah lokasi, memutus pasokan makanan, dan merusak ribuan hektare lahan pertanian, dengan kerugian ekonomi mencapai jutaan baht akibat monsun kuat yang membawa curah hujan hingga 630 mm dalam tiga hari.

Lokasi kritis seperti Pattani dan Nakhon Si Thammarat masih berisiko tinggi meski air mulai surut pada 28 November 2025.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kopilot Tikam Pilot di Penerbangan Flydubai Tujuan Israel

1 Oktober 2026 - 18:45 WIB

AI Gemini Bobol 3 Perusahaan Nyata Saat Uji Coba Keamanan

21 September 2026 - 18:53 WIB

AS Akui Punyai Senjata Ofensif di Orbit Bumi, Detil Rahasia

15 September 2026 - 18:00 WIB

Punya Senjata di Orbit Bumi, AS Belum Ungkap Detilnya

15 September 2026 - 16:58 WIB

Serangan Udara Rusia Nyaris Mengenai Boris Johnson Mantan PM Inggris

14 September 2026 - 18:56 WIB

AI Tak Terkendali Membahayakan Umat Manusia

28 Agustus 2026 - 19:30 WIB

Ratu Thailand Latihan Terbangkan Pesawat Tempur Canggih Gripen

27 Agustus 2026 - 19:12 WIB

Ilmuwan Tiongkok Ciptakan Berlian Enam Kali Lebih Kuat dari Aslinya

19 Agustus 2026 - 21:46 WIB

Efek “Drag Crisis”: Fenomena Fisika Membuat Bola Piala Dunia 2026 Lebih Berbahaya

7 Juli 2026 - 19:49 WIB

Trending di Uncategorized