Penulis: Yusran Hakim | Editor: Priyo Suwarno
JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM– Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin, pada Selasa, 4 November 2025, menyampaikan permohonan anggaran Rp 4,8 triliun kepada Presiden Prabowo Subianto. Dana ini ditujukan untuk pengadaan 30 rangkaian gerbong baru KRL Commuter Line, upaya strategis memperkuat konektivitas transportasi di kawasan Jabodetabek.
Presiden Prabowo merespon dengan persetujuan dan alokasi anggaran lebih besar, Rp 5 triliun, sebagai wujud dukungan pemerintah dalam memperluas dan memperbarui infrastruktur KRL.
Targetnya, seluruh pengadaan dapat selesai dalam waktu tidak lebih dari satu tahun, demi menunjang kenyamanan dan kelancaran mobilitas masyarakat Jabodetabek secara signifikan.
Pengembangan KRL ini menegaskan posisi kendaraan umum sebagai tulang punggung transportasi urban metropolitan, menghubungkan kawasan padat penduduk Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.
Dengan rute utama yang meliputi Bogor–Jakarta Kota–Bekasi dan Serpong–Tanah Abang, KRL kini menjadi sarana vital bagi jutaan penumpang setiap harinya.
Rencana pengembangan ini muncul berdasarkan proyeksi tren kenaikan pengguna dari 331,8 juta menjadi lebih dari 417 juta pada tahun 2029, menuntut kapasitas dan kualitas sistem transportasi yang lebih baik dan andal.
PT KAI terus memaksimalkan kajian teknis, strategi pengadaan, serta kesiapan operasional agar pengembangan layanan dapat berlangsung cepat dan efektif. S
elain penambahan rangkaian kereta, KAI berupaya menambah frekuensi perjalanan dan mereduksi kepadatan pada jam sibuk, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo untuk menjadikan keamanan dan kenyamanan penumpang sebagai prioritas utama dalam pengembangan commuter line.
Langkah besar ini diharapkan memperbaiki kualitas hidup warga Jabodetabek dengan transportasi publik yang lebih efisien, aman, dan ramah lingkungan.**











