Menu

Mode Gelap

Ekonomi

Anggota DPR Mufti Anam Usulkan Himbara Terapkan Nol Biaya Administrasi

badge-check


					anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam. (Foto: Istimewa) Perbesar

anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam. (Foto: Istimewa)

Penulis: Tony Hariyanto | Editor: Muhammad Tauhid

JAKARTA, SWARAJOMBANG.comAnggota Komisi VI DPR RI Mufti Anam mengusulkan agar Himpunan Bank Negara (Himbara) yang terdiri dari Bank BRI, Bank BNI, Bank BTN dan Bank Mandiri dapat mulai mengurangi atau meniadakan biaya administrasi pada setiap transaksinya.

Pasalnya, Mufti menilai, bank-bank swasta dan bank digital lainnya kini sudah mulai menerapkan nol biaya administrasi kepada nasabahnya.

Hal tersebut disampaikan Mufti dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi VI DPR RI dengan Direktur Utama PT BRI (Persero) Tbk., Direktur Utama PT BNI (Persero) Tbk., Direktur Utama PT BTN (Persero) Tbk., Direktur Utama PT Mandiri (Persero) Tbk., terkait kinerja korporasi dan RKAP T.A. 2022 dan evaluasi program PEN dalam program relaksasi kredit perbankan, di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Selasa (13/9/2022).

“Di bank-bank digital sekarang sudah mulai me-nol-kan biaya administrasi pak, baik itu buka rekening baru, biaya administrasi, transfer dan sebagainya semuanya nol, di perbankan kita hari ini belum bisa itu. Maka kami minta untuk bagaimana ini kalau memungkinkan di-nol-kan kalau tidak minimal diturunkan biaya administrasinya, begitu,” ujar politisi PDI-Perjuangan itu.

Untuk itu, ke depan, ia berharap Himbara dapat menerapkan nol biaya administrasi maupun biaya transaksi lainnya, agar generasi milenial tidak lantas beralih ke bank lainnya.

Sebab, cepat atau lambat, generasi muda menurutnya akan beralih ke bank yang tidak membebani biaya-biaya lainnya sehingga tidak membebani mereka.

“Maka harapan kami hal ini bisa menjadi kajian serius, karena mungkin dampaknya tidak hari ini tapi ke depan temen-temen anak-anak milenial gen Z, gen A ini bisa beralih ke bank-bank yang nol administrasinya tadi, karena apa, karena di perbankan kita berbayar yang itu tentu membebani buat mereka. Dalam jangka panjang ini bisa menjadi bom waktu atau kiamat buat temen-temen BUMN sekalian,” pesan Mufti Anam.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pemkot Surabaya Terima 3.283 Aduan Desil

9 September 2026 - 19:12 WIB

Beras Kita Kemasan Baru untuk SPHP

8 September 2026 - 18:46 WIB

Pengenaan Pajak Minuman Berpemanis Tak Menentu

7 September 2026 - 19:56 WIB

Diskon Rp25.000 Bright Gas, Cek Waktunya

4 September 2026 - 20:00 WIB

Selama Menjabat Purbaya Janji Tak Ada Tax Amnesty

3 September 2026 - 18:42 WIB

Harga Kosmetik Berpotensi Naik karena Sertifikasi Halal

2 September 2026 - 18:53 WIB

Honda Super One Andalan Honda Jatim di GIIAS Surabaya 2026

27 Agustus 2026 - 19:22 WIB

Ketua Apindo: Pasar Domestik Dibanjiri Produk Impor

25 Agustus 2026 - 18:10 WIB

Harga Emas Naik, Antam Tembus Rp2.810.000 per Gram

25 Agustus 2026 - 17:17 WIB

Trending di Ekonomi