Menu

Mode Gelap

Kuliner

Rawon, Hidangan Nikmat Khas Jawa Timur yang Usianya 1.000 Tahun

badge-check


					Rawon bumbunya tak ada duanya Perbesar

Rawon bumbunya tak ada duanya

Penulis: Wibisono | Editor: Yobie Hadiwijaya

KEDIRI, SWARAJOMBANG.COM-Rawon merupakan salah satu kuliner legendaris dari Jawa Timur yang memiliki sejarah panjang dalam khazanah kuliner Indonesia. Hidangan ini telah dikenal sejak lama dan tetap populer hingga kini, menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas kuliner daerah tersebut.

Hidangan rawon sudah ada sejak masa Kerajaan Majapahit. Hal ini tercatat dalam peninggalan sejarah berupa prasasti Taji (901 M) di Ponorogo dan tertulis dengan nama “Rarawwan”. Masyarakat pada masa itu pun dikenal sudah sangat mahir dalam memanfaatkan rempah-rempah lokal untuk menciptakan masakan yang bercita rasa tinggi.

Dalam karya sastra berjudul Serat Wulangan Olah-Olah Warna-Warni (1926), rawon merupakan sajian spesial yang diperuntukkan hanya untuk raja. Kalau sekarang rawon identik dengan daging sapi, kala itu rawon dibuat dengan daging kerbau.

Salah satu ciri khas rawon terletak pada kuahnya yang berwarna hitam pekat. Warna ini berasal dari penggunaan bumbu khas bernama kluwek, yang memberikan cita rasa unik dan aroma khas pada hidangan tersebut.

Dilansir National Geographic, rawon menempati posisi nomor satu dari 12 besar sup terenak di Asia dalam TasteAtlas Award 2020.

Daging sapi yang digunakan pun tak boleh sembarangan. Biasanya, daging yang digunakan adalah bagian sandung lamur karena memiliki tekstur empuk, tapi tak mudah rapuh saat dikunyah. Proses pembuatan rawon memerlukan kesabaran dan ketelatenan.

Selain kluwek, bumbu lain yang digunakan meliputi bawang merah, bawang putih, lengkuas, ketumbar, kemiri, serai, kunyit, cabai, dan garam. Semua bumbu ini dihaluskan dan ditumis hingga harum sebelum dicampurkan ke dalam kaldu rebusan daging.

Bumbu-bumbu harus dihaluskan terlebih dahulu, kemudian ditumis hingga harum sebelum akhirnya dimasukkan ke dalam rebusan daging sapi. Agar cita rasa makin nikmat, kuah rawon serta daging yang sudah matang didiamkan selama satu malam. Tujuannya, agar aneka rempah dapat menyerap ke dalam daging.

Kuah yang dihasilkan pun memiliki rasa yang kaya dan mendalam, dengan perpaduan antara manis, gurih, dan sedikit pahit khas dari kluwek. Seiring perkembangan zaman, rawon bertransformasi menjadi salah satu ikon kuliner Indonesia yang mendunia. Tidak hanya ditemukan di warung-warung pinggir jalan, rawon juga menjadi menu andalan di berbagai restoran mewah di Indonesia dan mancanegara.

​Kini, Rawon dapat dengan mudah ditemukan di menu-menu di banyak restoran tradisional Indonesia. Biasanya Rawon disajikan bersama nasi putih, telur asin, tauge, dan sambal.***

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Coba Ini, Setup Nanas Dingin Sangat Cocok untuk Buka Puasa

2 Maret 2026 - 14:52 WIB

Buka Puasa dengan Es Mangga, bikin Nagih

24 Februari 2026 - 19:06 WIB

Segarnya Buka Puasa dengan Puding Sutra Buah Strawberry

18 Februari 2026 - 09:41 WIB

Sensasi Segar Ramadhan: Es Blewah Nipis Selasih

16 Februari 2026 - 12:53 WIB

Sego Liwet: Dari Tradisi Syukuran Desa ke Jamuan Keraton Jawa

15 Februari 2026 - 16:16 WIB

Coba Berbuka Puasa dengan Es Pisang Ijo, Begini Cara Membuatnya

15 Februari 2026 - 10:15 WIB

Meski Mengandung Kata Kupang, Makanan Ini Asli Sidoarjo

14 Februari 2026 - 20:17 WIB

3.800 Piring Takjil Ramadan: Jogokariyan Pertahankan Tradisi, Perluas Keberkahan

12 Februari 2026 - 18:25 WIB

Kolak, Penganan Tradisional yang Sarat Nilai Spiritual

12 Februari 2026 - 16:08 WIB

Trending di Kuliner