Penulis: Inten Prawesti | Editor: Gandung Kardiyono
KOTA MOJOKERTO, SWARAJOMBANG.COM – Pemerintah Kota Mojokerto menggelar sosialisasi kebencanaan dengan tema “Membangun Budaya Sadar dan Siaga Bencana Melalui Sinergi Pemerintah dan Masyarakat dalam Kesiapsiagaan Bencana” di Pendopo Kantor Kecamatan Prajurit Kulon, Kamis (25/9).
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, mengatakan bahwa Kota Mojokerto baru saja membentuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dengan sarana prasarana yang cukup memadai.
Dengan keberadaan BPBD, penanganan kebencanaan di Kota Mojokerto kini terpusat dan lebih terkoordinasi dibandingkan sebelumnya.
“Kita tidak pernah berharap ada bencana. Namun tugas kita adalah menyiapkan masyarakat dengan edukasi dan pelatihan.
Bagaimana siaga terhadap bencana yang datang kapan saja tanpa undangan,” tegas Ning Ita panggilan akrab wali kota itu.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pembentukan Kampung Siaga Bencana di seluruh kelurahan menjadi target ke depan.
“Harapan saya setelah ini ada BPBD kita bisa membentuk kampung Siaga Bencana di 18 Kelurahan. Artinya dengan begitu masyarakat ini sudah memiliki pemahaman yang komprehensif di masing-masing kelurahan apabila sewaktu-waktu musibah datang,” jelasnya.
Meskipun topografi Kota Mojokerto tergolong aman, ancaman banjir tetap ada karena posisinya sebagai dataran rendah yang berpotensi menerima luapan dari hulu sungai.
“Prinsipnya, lebih baik sedia payung sebelum hujan. Meski wilayahnya tidak rawan, masyarakat tetap harus punya keterampilan dan pemahaman kebencanaan. Tugas BPBD adalah bersinergi dengan dinas terkait agar ini bisa terwujud,” pungkasnya.
Sosialisasi ini diikuti oleh para camat, lurah serta para relawan tagana dengan narasumber ketua tim penanganan bencana alam Provinsi Jawa Timur. **











