Menu

Mode Gelap

Pendidikan

Cemas Anak Kecanduan Internet? Ortu Perlu Gunakan Aplikasi Digital Parenting

badge-check


					Didik Suhardi (Foto: SWARAJOMBANG.com/ Anwar Hudijono) Perbesar

Didik Suhardi (Foto: SWARAJOMBANG.com/ Anwar Hudijono)

Penulis: Anwar Hudijono | Editor: Anwar Hudijono

JAKARTA, SWARAJOMBANG.com Ditengah kecemasan atas anak-anaknya bisa kecanduan internet, orangtua bisa menjadikan aplikasi digital parenting sebagai solusinya. Lebih dari itu, aplikasi ini juga bisa menjadi instrumen penanaman nilai-nilai revolusi mental yakni etos kerja, gotong royong, dan integritas.

“Ke depan saya berharap akan menanamkan juga gerakan-gerakan revolusi mental seperti gerakan Indonesia bersatu, Indonesia tertib dan sebagainya,” tutur Didik Suhardi, Deputi 5 (Bidang Koordinasi Revolusi Mental, Pemajuan Budaya, dan Prestasi Olahraga) Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), pada rapat sosialisasi aplikasi digital parenting, Selasa (30/8/2022).

Sebanyak 68 juta siswa dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi terdampak pandemi Covid-19. Hal tersebut menyebabkan siswa harus melaksanakan pembelajaran secara daring. Di situ terlihat sisi  manfaat kemajuan teknologi informasi. Di sisi lain membawa dampak negatif dengan meningkatnya tingkat kecanduan internet.

Hasil penelitian dr.K.Siste, SpKJ (K) terkait kecanduan internet/gadget di Jakarta bahwa remaja termasuk dalam kelompok usia yang rentan mengalami kecanduan internet. Sebanyak 31.4% remaja mengalami kecanduan internet. Tujuh dari 10 remaja putri mengalami kecanduan media social. Sebanyak 9 dari 10 remaja putra mengalami kecanduan games online.

Indonesia adalah negara terburuk di Asia Tenggara di ranah digital terkait dengan Indeks keberadaban digital di tahun 2020 akibat hoax dan penipuan, ujaran kebencian dan diskriminasi.

“Saya juga berharap agar kelak aplikasi digital parenting ini bisa dipakai orangtua anak-anak Indonesia dan gratis. Saya harapkan ada aksi nyata revolusi mental terkait hal ini,” pungkas Didik seraya berharap adanya gerakan yang kolaboratif antara kedeputian Kemenko PMK dan mengikutsertakan kementerian dan lembaga pemerintahan terkait.

Sementara itu Heru Nugroho dari  Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI)  mengatakan, aplikasi digital parenting ini sudah dipakai di sekolah swasta dan dicoba oleh 520 orang tua siswa.

“Sebenarnya aplikasi semacam ini banyak, di Google juga ada dan free. Namun, aplikasi-aplikasi yang berkembang di luar negeri sudah pasti pakai kultur luar. Dan yang dikembangkan oleh kita bersama PT Defghi ini benar-benar memakai kultur Indonesia. Tentu sangat sesuai dengan kondisi kita,” tutur Heru Nugroho.

Aplikasi diunduh di ponsel orang tua dan anak. Orang tua bisa memonitor aplikasi apa saja yang diunduh dan dipakai anak serta bisa mengontrol pemakaiannya.

Direktur utama PT Ide Defghi, Tombak menambahkan, orang tua bisa menutup akses Virtual Privat Network (VPN) yang banyak bertebaran di internet bahkan banyak yang gratis.

“Pemerintah sudah memblokir sejumlah akses menuju portal-portal berbahaya semacam pornografi. Namun, anak sekarang sangat pintar bisa menggunakan VPN yang free maupun berbayar untuk mengakses portal-portal tersebut. Di aplikasi ini kita buang dan block  VPN tersebut, karena orang tua bisa memonitor dan mengontrol pemakaian internet anak lewat ponselnya,” urai Tombak.

Menurut Tombak, ada fitur panic button di aplikasi milik anak. “Jika anak dalam bahaya, anak bisa menekan panic button. Dan langsung ada video terekam sekitar 5 detik. Orang tua langsung mendapatkan pesan, keberadaan anak,” pungkas Tombak.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Keracunan Menu MBG Timpa 197 Siswa SD-SMP Tembok Dukuh Surabaya, Baru Pertama Dapat Sajian Daging

11 Mei 2026 - 19:14 WIB

Pintu DPRD Jombang Telah Dibuka: Bahas Kelahiran Bung Karno di Ploso Bersama TACB dan Pemerhati Sejarah

25 April 2026 - 11:51 WIB

Menelisik Sejarah Terorisme(2): Krypteia adalah Polisi Pembunuh Rahasia di Sparta

24 April 2026 - 22:00 WIB

Peringatan Hati Bumi, Tanam Pohon dan Bunga di Lingkungan Kantor Pemkab Jombang

24 April 2026 - 08:29 WIB

Ibu ibu PKK dan ASN di kantor pemkab Jomban, menanan pohon dan bunga peringati Hari Bumi, Rabu 23l2 April 2026. Foto: jombangksb.go.id

Pelatihan Wirausaha Baru Budidaya Ayam Ulu di Bandarkedungmulyo Jombang

24 April 2026 - 07:58 WIB

Menelisik Sejarah Terorisme (1): Ketika Kekerasan Jadi Pilihan Aksi

22 April 2026 - 18:54 WIB

Menteri PPA Arifah Kunjungi Jombang: Sekolah Harus Jadi Benteng Aman bagi Anak Perempuan

3 April 2026 - 20:04 WIB

Jaga Learning Loss, Menko PMK Praktikno: Wacana Belajar Daring per April 2026 Dibatalkan

25 Maret 2026 - 21:59 WIB

Obat Termahal di Dunia Namanya Casgevy Rp35 M/Suntik, untuk Terapi Thalassemia dan Anemia Sel Sabit

18 Maret 2026 - 11:12 WIB

Trending di Headline