Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga
JOMBANG, SWARAJOMBANG.COM– Di Sudimoro, Kecamatan Megaluh Jombang, Sungai Brantas dekat dengan tepi Sungai Brantas, aroma sambal pedas yang khas langsung menyambut setiap pengunjung Warung Brantas Mbak Tri.
Warung sederhana ini menghadirkan sensasi makan ikan sungai yang otentik, membuat siapa pun betah berlama-lama menyantap hidangan.
Menu andalannya beragam ikan sungai segar: kutuk, wader, mujair, belut, keting, hingga jendel, rengkek, dan gloso. Namun tidak semua tersedia setiap hari. “Ketersediaan tergantung dari musimnya, kalau hari-hari seperti ini kutuk lebih banyak,” ujar Mbak Tri, 24 Agustus 2025
Cara menikmatinya sederhana namun rasanya itulah luar biasa: ikan goreng atau bakar yang gurih disantap dengan nasi hangat, sambal pedas, daun singkong, serta lauk tambahan seperti tempe, tahu, dan terong.
Warung ini hanya buka dari pagi hingga sore. “Kalau malam hari tutup, gantian dengan warung lainnya,” jelas suami Mbak Tri.
Karena pengunjungnya membludak, terkadang masih siang hari masakan sudah habis. Dari kawula muda, pejabat, hingga pengusaha Jombang, semua rela antre demi sepiring ikan segar khas Brantas. Meski begitu, harga tetap ramah di kantong.
Rasa autentik Jawa Timuran menjadi daya tarik tersendiri. “Rasa bawangnya terasa, asin terasa, manis terasa. Jadi ini sambal Jawa Timuran. Cocok untuk lidahnya orang Jombang,” ungkap Mbah Fla seorang pelanggan.
Mbah Fla yang juga merupakan pelaku pengobatan alternatif ini lantas menyoroti khasiat ikan kutuk, “Ini bukan lele, ini kutuk. Banyak mengandung albumin, bagus untuk orang diabetes, untuk yang habis operasi. Dagingnya manis.”
Warung Brantas Mbak Tri bukan sekadar tempat makan, melainkan perjalanan rasa yang menghadirkan nostalgia kuliner sungai. Kesederhanaan berpadu dengan cita rasa alami, menjadikan warung ini legenda kuliner di tepi Brantas.*****











