Penulis: Wibisono | Editor: Yobie Hadiwijaya
SOLO, SWARAJOMBANG.COM-Tape ketan adalah kuliner tradisional Indonesia dengan rasa manis, sedikit asam, dan aroma khas fermentasi. Salah satu variasi favorit adalah tape ketan gula jawa, perpaduan manis alami gula aren dengan lembutnya ketan.
Sajian ini tidak hanya menggugah selera, tetapi juga mengandung nilai tradisi yang patut dilestarikan. “Cara membuat tape ketan gula jawa sederhana, namun fermentasi memerlukan ketelatenan agar hasil maksimal,” ujar Marjiyem, penjual di Pasar Ngepos, Desa Gayamdompo, ditulis Selasa (26/8/2024).
Dijelaskan, proses pembuatan dimulai dengan mencuci bersih beras ketan, merendam, dan mengukus hingga matang. “Setelah dingin, ragi ditaburkan, ketan dibungkus daun pisang, lalu disimpan 2–3 hari untuk fermentasi,” ujarnya.
Fermentasi menghasilkan rasa manis alami dan sedikit berair. Penyajian dengan gula jawa cair menambah rasa manis khas dan aroma karamel yang harum.
Tekstur tape ketan lembut, cita rasa manis sedikit asam. Saat dipadukan gula jawa cair, sensasi manis legit berpadu aroma karamel gula aren, menciptakan cita rasa tradisional lengkap.
Selain enak, tape ketan mengandung probiotik alami yang baik untuk pencernaan. Kandungan karbohidrat memberi energi dan menghangatkan tubuh saat dikonsumsi, menurut pengunjung Ratna.
Tape ketan gula jawa merepresentasikan kekayaan kuliner Nusantara. Dari fermentasi hingga penyajian, setiap tahap mengandung nilai tradisi dan pengalaman budaya yang hidup hingga kini.
Tape Ketan Hitam dapat dimakan secara langsung sebagai cemilan, atau sebagai campuran es krim, minuman dingin atau hangat. Menjadi olesan roti tawar, sehingga rasanya akan semakin lezat dan segar. Anda pun bisa menikmatinya dengan emping melinjo, seperti yang biasa dilakukan oleh masyarakat Jawa Tengah.
Menikmati tape ketan gula jawa bukan hanya soal rasa, tetapi juga pengalaman merasakan budaya yang masih terjaga. Selamat mencoba.***











