Penulis: Arief Hendro Soesatyo | Editor: Priyo Suwarno
JOMBANG, SWARAJOMBANG.COM – Petani di Kabupaten Jombang kini merasakan manfaat nyata dari inovasi teknologi pertanian Mikroba Cair Organik (MCO) yang dikembangkan melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Jombang bersama AFCO Group.
Teknologi pertanian menggunakan Mikroba Cair Organik (MCO) adalah metode pertanian yang memanfaatkan mikroorganisme probiotik alami dalam bentuk cair untuk meningkatkan kesuburan tanah, memperbaiki struktur tanah, dan mendukung kesehatan tanaman secara berkelanjutan.
MCO berfungsi sebagai pupuk organik cair yang mengandung mikroba yang dapat mempercepat proses penguraian bahan organik, meningkatkan penyerapan unsur hara oleh tanaman, serta menekan penggunaan pupuk kimia dan biaya produksi.
General Manager Integrated Farming System (IFSS) AFCO Group, Sadewa Bayu Adji, menjelaskan bahwa MCO tidak hanya membenah tanah, tapi kini sedang dikembangkan agar juga mengandung nutrisi esensial bagi tanaman, membantu mempercepat penyerapan unsur hara.
Rony, perwakilan Dinas Pertanian Jombang, menegaskan kesiapan memperluas implementasi MCO ke wilayah lain dan komoditas jagung, dengan dukungan pelatihan bagi penyuluh dan pendampingan intensif kepada petani.
“Kami ingin memberi kemudahan dan dukungan penuh kepada petani agar bisa berproduksi lebih efisien dan hasilnya lebih baik,” kata Rony.
Program “Bapak Asuh” yang digagas Bupati Jombang Warsubi ini mendapat apresiasi tinggi dari para petani yang merasakan manfaat langsung dari inovasi pertanian dan jaminan pasar yang diberikan oleh AFCO Group.
Owner AFCO Group H. Agung Wicaksono menyatakan komitmennya untuk terus mendampingi petani dengan teknologi dan sarana produksi modern, sekaligus membuka akses pasar yang pasti dengan harga yang kompetitif.
“Inovasi dan kolaborasi ini adalah langkah konkret untuk memajukan pertanian Jombang dan memberikan kesejahteraan bagi para petani,” tutup H. Agung Wicaksono.
Penggunaan MCO terbukti meringankan beban biaya usaha tani dengan harga pokok produksi (HPP) padi yang jauh lebih rendah dibanding cara konvensional.
Data dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Tembelang menunjukkan HPP dengan MCO sebesar Rp 3.058 per kilogram, sementara tanpa MCO mencapai Rp 3.706 per kilogram.
“Dengan aplikasi MCO, kami bisa menghemat biaya pupuk dan tetap mendapatkan hasil panen hingga lebih dari 7 ton per hektar,” ujar seorang petani yang ikut serta dalam uji coba di BPP Tembelang. Ia menambahkan, penggunaan pupuk anorganik pun bisa dikurangi sehingga menekan pengeluaran. **
.











