Menu

Mode Gelap

Ekonomi

Surabaya Menjadi Gerbang Strategis Perluasan FiberStar, Mega Akses Buka Kantor Baru di Gayungan Surabaya

badge-check


					PT Mega Akses Persada pemegang merek dagang FiberStar provider jaringan serat optik berbasis open access terbesar di Indonesia., melebarkan sayapnya dengan mendirikan kantor di Surabaya, 30 Juli 2025. Foto: Istimewa Perbesar

PT Mega Akses Persada pemegang merek dagang FiberStar provider jaringan serat optik berbasis open access terbesar di Indonesia., melebarkan sayapnya dengan mendirikan kantor di Surabaya, 30 Juli 2025. Foto: Istimewa

KREDONEWS.COM, SURABAYA- Guna memperkuat dan mengoptimalkan jangkauan layanan lebih luas dan efisien, Mega Akses Persada (FiberStar), meresmikan kantor cabang barunya di Jl. Raya Gayungsari Barat No. 51 B, Gayungan, Surabaya, Jawa Timur.

Berdiri sejak Februari 2014, PT Mega Akses Persada pemegang merek dagang FiberStar merupakan salah satu penyedia jaringan serat optik berbasis open access terbesar di Indonesia.

Peresmian ini menjadi bagian dari langkah perusahaan untuk memperluas jangkauan layanan dan memperkuat perannya dalam mendukung pertumbuhan ekosistem digital di wilayah Jawa Timur.

Sejak membangun jaringan di Surabaya pada 2015, FiberStar telah mengalami pertumbuhan pesat dan menyediakan jaringan serat optik untuk berbagai penyedia layanan internet seperti CBN, MyRepublic, XL Home dan berbagai provider lainnya.

Melalui pendekatan open access, FiberStar memungkinkan berbagai operator untuk berbagi jaringan fiber optik yang sama sehingga lebih efisien dan menjangkau lebih banyak pelanggan.

Kepada awak media, Marcelus Ardiwinata, FiberStar Commerce and Network Director mengatakan, “Surabaya kami anggap sebagai salah satu simpul penting dalam pengembangan jaringan internet nasional. Kantor baru ini bukan hanya menjadi simbol kehadiran fisik, tetapi juga wujud nyata komitmen kami untuk memperkuat layanan serta mendukung transformasi digital di wilayah Jawa Timur”.

Harapan itu sejalan dengan hasil survei Asosiasi Pengusaha Jasa Internet Indonesia (APJII) pada tahun 2024 menunjukkan, pengguna internet di Jawa Timur merupakan yang terbanyak kedua di pulau Jawa. Presentase penggunanya mencapai 34,06 juta pengguna.

Hadir dalam acara peresmian kantor Surabaya, Miftahul Khoir, selaku Regional Division Head FiberStar, dan Ariful Ahyar Sudarsono, Branch Manager FiberStar Surabaya beserta ketua Asosiasi Pengusaha Jasa Internet Indonesia (APJII) Jawa Timur, Yosvensa Setiawan.

Di depan awak media, baik Miftahul dan Ariful menyampaikan optimisme terhadap potensi pertumbuhan layanan di wilayah ini, seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan konektivitas internet yang cepat dan stabil.

Yosvensa sebagai Ketua Asosiasi Pengusaha Jasa Internet Indonesia (APJI) Jawa Timur, berharap kehadiran kantor FiberStar yang baru ini membawa semangat baru dalam memperluas konektivitas dan memperkuat kolaborasi di industri telekomunikasi. Kami mendoakan kelancaran, pertumbuhan yang berkelanjutan, serta peran aktif dalam mendukung kemajuan ekosistem digital di Jawa Timur dan Indonesia.

Kantor baru ini hadir sebagai respon atas kebutuhan operasional yang lebih representatif dan strategis. Relokasi kantor dari tempat lama di Jl. Ketintang Baru, Surabaya, untuk mempercepat koordinasi tim lapangan, meningkatkan efisiensi teknis, dan memperluas cakupan layanan ke berbagai kota di Jawa Timur

Sebagai bagian dari komitmen menghadirkan konektivitas digital yang merata, FiberStar terus memperluas jaringan di wilayah Jawa Timur. Setelah menguatkan infrastruktur di kota-kota eksisting seperti Surabaya, Malang, Sidoarjo, Jember, Madiun, Kediri, dan Gresik, FiberStar kini bersiap ekspansi jaringan ke lima kota baru.

Kota- kota tersebut, Jombang, Batu, Pasuruan, Mojokerto, dan Probolinggo. Langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam memperluas cakupan layanan serta memperkuat backbone demi menjangkau lebih banyak pelanggan.

Selain memperluas jaringan, FiberStar juga akan meningkatkan kualitas layanan di wilayah yang sudah ada melalui penambahan kapasitas dan penguatan infrastruktur. Dengan pendekatan ini, FiberStar berharap dapat menambah jumlah homepass (jumlah rumah atau unit yang sudah dijangkau oleh jaringan fiber optik) secara signifikan di seluruh Jawa Timur.

Rencana pengembangan ini selaras dengan target besar perusahaan untuk memperluas akses internet berkecepatan tinggi yang stabil dan andal hingga ke pelosok daerah.
“Kami siap berkomitmen menghadirkan internet berkecepatan tinggi, stabil, dan jaringan yang andal di Surabaya maupun kota-kota lainnya di Jawa Timur,” kata Ariful.

“Komitmen ini kami wujudkan melalui ekspansi jaringan ke sejumlah kota baru serta target homepass yang ambisius demi mendukung transformasi digital di kawasan ini,” imbuhnya.

Ariful Ahyar Sudarsono juga percaya kantor baru akan memberikan dampak positif, tidak hanya bagi tim internal FiberStar, tetapi juga bagi pelanggan dan mitra yang setiap hari mengandalkan konektivitas dari FiberStar.

Dengan konsep kerja hybrid yang menggabungkan aktivitas kantor dan mobilitas lapangan, serta pelatihan SDM secara berkelanjutan, FiberStar terus berinovasi guna menghadirkan layanan infrastruktur jaringan yang handal dan efisien.

Surabaya dipilih sebagai titik penguatan operasional karena posisinya yang strategis dan perkembangan digitalnya yang terus tumbuh. FiberStar juga fokus pada segmen korporat dan instansi pemerintahan.

Perlu diketahui saat ini, FiberStar sedang mengerjakan proyek Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) – Rising 8, bekerja sama dengan PT Jejaring Mitra Persada (Triasmitra Group).

Proyek ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas konektivitas nasional dan ditargetkan mulai beroperasi pada November 2025.
Dengan kapasitas hingga 25 Tbps dan perangkat yang mendukung kecepatan hingga 800 Gbps per panjang gelombang. Jaringan yang baru nanti, berkecepatan jauh lebih cepat dan andal dibanding jaringan backbone Batam–Singapore (B2JS) milik FiberStar yang sudah lebih dulu dibangun. B2JS memiliki kapasitas 2 Tbps dan panjang gelombang 100 Gbps.

Saat ini, jaringan B2JS sudah penuh dan tidak dapat lagi ditingkatkan kapasitasnya. “Rising 8 dirancang dengan kapasitas besar, kecepatan tinggi, dan jalur yang lebih terlindungi. Ini akan menjadi backbone baru yang memperkuat infrastruktur digital Indonesia,” kata Yudo Satrio dari Network Planning Department FiberStar. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Minyak Goreng Melambung hingga Rp60.000/Liter di Papua, Meluas ke 224 Wilayah Nasional

27 April 2026 - 19:05 WIB

Ujicoba B50 untuk Diesel Lokomotif KAI Lempuyangan – Yogyakarta, Bisa Hemat Devisa Rp157 Triliun/ Tahun

27 April 2026 - 18:40 WIB

Kementrian ESDM uji coba BBM B50, pafa mesin diesel KAI . Jika uji coba ini sukses maka RI bisa beremat devisa hingga Rp 157 triliun/ tahun. Foto: Liputan6

Gapero Surabaya Peringatkan Risiko PHK Akibat Regulasi Rokok Baru

27 April 2026 - 16:10 WIB

Siswa SLB Dilibatkan Dalam Dimulasi Kesiapsiagaan Bencana, Pemkab Jombang Peringati HKB 2026

27 April 2026 - 16:06 WIB

ESDM Dorong Energi Alternatif, CNG dan DME Jadi Opsi

27 April 2026 - 15:56 WIB

B50 Perkuat Ketahanan Energi, Indonesia Tak Lagi Impor Solar

27 April 2026 - 15:41 WIB

Dunia Terpukul Kenaikkan Harga Minyak Mentah $US107/Barel, Subsudi BBM RI Bisa Melonjak Hingga Rp500 Triliun

27 April 2026 - 10:56 WIB

Ilustrasi kenaikkan harga minyak dunia Senin, 27 April 2026, tembus $US107/ barel kondisi ekonomi dumia masih mencekam. Foto: liputa6

Pemerintah Tanggung PPN Tiket Pesawat Selama 60 Hari Agar Tekan Harga

26 April 2026 - 19:33 WIB

Lemigas akan Uji Bobibos, Masuk BBN atau BBM

26 April 2026 - 19:20 WIB

Trending di Nasional