Penulis: Yusran Hakim | Editor: Priyo Suwarno
PADANG, SWARAJOMBANG.COM – Berdasarkan data terkini dari Satu Data Bencana Provinsi Sumatera Barat per Sabtu, 29 November 2025, total korban meninggal dunia akibat bencana di seluruh wilayah Sumbar mencapai 98 jiwa, termasuk warga sipil, 2 prajurit TNI, satu personel Polri. Serta sebanyak 93 orang dinyatakan hilang dan 17 luka-luka.
Dari korban tersebut, dua prajurit TNI yaitu Serda Robi dan Prada Zeni Marpaung dilaporkan meninggal dunia dalam bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi di Jembatan Kembar Silaiang Bawah, Kota Padang Panjang, pada 27 November 2025.
Selain itu, dua petugas kepolisian juga terdampak: Brigadir Tri Irwansyah dari Polda Riau meninggal dunia, dan Ipda Angga Mufajar dinyatakan hilang.
Brigadir Tri Irwansyah, yang berasal dari Direktorat Reserse Kriminal Polda Riau, ditemukan meninggal dunia setelah tertimbun material longsor dan terseret arus banjir. Jenazahnya berhasil dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara Polda Sumatera Barat.
Pada saat kejadian, Brigadir Tri tengah melakukan tugas penyelidikan di Lapas Padang bersama Ipda Angga Mufajar yang hingga kini masih hilang, serta sopir minibus yang mereka tumpangi. Minibus tersebut rusak setelah tertimbun lumpur dekat lokasi bencana. Tim gabungan terus melakukan pencarian terhadap Ipda Angga di tengah kondisi cuaca yang buruk.
Kolonel Infanteri Donny Pramono, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) TNI AD, menjadi pejabat utama yang memberikan keterangan resmi terkait laporan hilangnya tiga prajurit TNI AD dari Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol pada tanggal 27 November 2025.
Saat dihubungi media di Jakarta pada Jumat, 28 November 2025, beliau menyatakan bahwa proses verifikasi informasi masih berlangsung.
Donny Pramono juga menyampaikan upaya penanganan bencana di Sumatera Barat, termasuk pengiriman dua helikopter TNI AD untuk mendukung evakuasi di lokasi terdampak. Dari tiga prajurit yang hilang tersebut, dua sudah ditemukan meninggal dunia, yakni Serda Robi dan Prada Zeni Marpaung.
Pencarian dan evakuasi korban melibatkan tim gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD, dan aparat pemerintah daerah, yang terus berupaya mencari satu prajurit yang masih hilang. Ketiganya sedang melaksanakan tugas kemanusiaan di daerah terdampak longsor di sekitar Jembatan Silai Bawah, Kota Padang Panjang.
Upaya pencarian tetap dilanjutkan dengan memperhatikan keselamatan para personel, mengingat kondisi tanah yang belum stabil akibat longsor susulan. Para prajurit yang gugur diabadikan sebagai pahlawan terbaik yang menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara di tengah bencana ini.
Padang Panjang
Pada peristiwa longsor dan banjir bandang di lokasi Jembatan Kembar Silaiang Bawah, Padang Panjang, tanggal 27 November 2025, sedikitnya 25 warga sipil meninggal dunia selain tiga prajurit TNI AD.
Kapolres Padang Pariaman, AKBP Ahmad Faisol Amir, menyatakan bahwa 60 orang awalnya dinyatakan hilang pada tanggal 29 November 2025.
Data awal menyebutkan bahwa pada 27 November terdapat 4 korban tewas dan 15 luka-luka. Pada 28 November jumlah korban sipil yang ditemukan bertambah menjadi 6-7 orang yang ditemukan di aliran Sungai Batang Anai, termasuk di antaranya Nilmawati (59 tahun), Riki Saputra (38 tahun), dan lainnya.
Dua personel Polri tewas dalam bencana ini, yaitu Brigadir Tri Irwansyah dari Polda Riau, sedangkan Ipda Angga Mufajar masih dinyatakan hilang.
Secara keseluruhan, total korban meninggal di seluruh bencana di Sumbar sampai 29 November 2025 mencapai 98 jiwa (termasuk sipil, TNI, dan Polri), dengan 93 masih hilang dan 17 luka-luka, menurut Satu Data Bencana Provinsi Sumbar.
Pencarian korban sipil masih dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Basarnas, dan BPBD di sepanjang aliran Sungai Batang Anai serta tumpukan material longsor.
Kronologi
-
Pada Kamis pagi, sekitar pukul 10.00 WIB, hujan lebat mengguyur wilayah Sumatera Barat khususnya di Padang Panjang dan sekitarnya.
-
Hujan deras menyebabkan longsor dan banjir bandang yang menghantam serta menimbun Jembatan Kembar yang menghubungkan Jalan Padang – Bukittinggi di Kelurahan Silaing Bawah.
-
Akibat longsor dan banjir, arus lalu lintas di jembatan tersebut ditutup total.
-
Ketiga prajurit TNI AD dari Subdenpom Padang Panjang dan Kodim 0307 Tanah Datar sedang bertugas kemanusiaan, membantu evakuasi warga terdampak serta memeriksa area rawan longsor.
-
Saat melakukan tugas di sekitar Jembatan Silaiang Bawah, mereka terseret arus banjir dan longsor.
-
Satu prajurit tewas tertimbun longsor, dua lainnya tenggelam terbawa arus dan hilang.
-
Tim gabungan TNI, Polri, Basarnas, BPBD, dan pemerintah daerah segera melakukan pencarian dan evakuasi korban.
-
Dua prajurit ditemukan meninggal dunia beberapa hari kemudian, satu lainnya masih dinyatakan hilang hingga laporan ini dibuat.
-
Pencarian dilanjutkan dengan prioritas utama keselamatan tim, mengingat kondisi tanah yang belum stabil dan potensi longsor susulan.
-
Peristiwa ini merupakan bagian dari bencana alam hujan lebat yang juga menyebabkan 20 titik longsor, 14 lokasi banjir, dan pohon tumbang di sejumlah jalan nasional Sumbar, yang mengganggu mobilitas dan logistik serta menelan korban jiwa warga dan petugas evakuasi. **











