Penulis: Jacobus E. Lato | Editor: Priyo Suwarno
JEPANG, SWARAJOMBANG.COM– Peneliti Jepang berhasil mencetak rekor dunia untuk kecepatan internet tercepat, mencapai 1,02 petabit per detik (Pbps) atau sekitar 1.020.000 gigabit per detik dengan jarak transmisi sejauh 1.808 kilometer.
Teknologi ini dikembangkan oleh National Institute of Information and Communications Technology (NICT) bersama Sumitomo Electric Industries menggunakan kabel serat optik 19 inti terbaru dengan multiplexing divisi panjang gelombang (WDM) yang memungkinkan transmisi simultan beberapa saluran cahaya, menciptakan transmisi data sangat cepat dan stabil pada jarak jauh.
Diameter selubung serat optik ini tetap standar (0,125 mm), sehingga kompatibel dengan infrastruktur serat optik yang ada saat ini.
Kecepatan ini melampaui kecepatan teoritis rata-rata 5G yang hanya sekitar 20 gigabit per detik, bahkan lebih dari 50.000 kali lebih cepat dibanding rata-rata kecepatan internet 5G awal dengan kecepatan nyata 400-600 megabit per detik.
Teknologi serat optik multi-inti 19-core ini memberikan peningkatan besar kapaistas data dan stabilitas transmisi, berbeda dengan 5G dan potensi 6G yang berbasis gelombang radio nirkabel dengan jangkauan terbatas.
Pencapaian ini menjadi lompatan besar untuk masa depan komunikasi digital berkecepatan ultra tinggi yang mendukung berbagai aplikasi masa depan seperti streaming video 8K dalam jumlah besar secara simultan, kecerdasan buatan (AI), komputasi awan, miliaran perangkat Internet of Things (IoT), serta distribusi data digital global yang lebih cepat dan stabil.
Kecepatan ini bahkan memungkinkan mengunduh seluruh katalog Netflix atau ribuan game besar dalam hitungan detik, dan mencadangkan seluruh isi Wikipedia berkali-kali dalam satu detik.
Secara komersial, teknologi ini belum memiliki nama brand khusus karena masih dalam tahap penelitian dan pengembangan untuk aplikasi luas, tetapi dikenal sebagai teknologi serat optik multi-inti 19-core optical fiber technology yang menjadi dasar kecepatan hingga 1,02 petabit per detik yang memecahkan rekor dunia.
Teknologi ini juga dapat diadaptasi pada infrastruktur serat optik yang ada, memungkinkan potensi revolusi besar dalam akses dan distribusi data digital secara global jauh melampaui standar jaringan nirkabel masa kini seperti 5G dan 6G yang sedang dikembangkan. **











