Penulis: Yoli Andi Purnomo | Editor: Priyo Suwarno
JEMBER, SWAEAJOMBANG.COM – Tragedi pesta minuman keras oplosan di Warung Gazebo, Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang, Jember, merenggut nyawa enam orang secara bertahap sejak 28 Desember 2025 hingga 30 Desember 2025.
Delapan orang—tujuh pria dan satu wanita—mengonsumsi sekitar 25 botol arak oplosan mulai pukul 16.00 WIB pada Sabtu, 27 Desember 2025. Hingga 2 Januari 2026, dua korban selamat dan masih dirawat di rumah sakit.
Polres Jember telah menyita sisa 25 botol arak oplosan dari lokasi kejadian dan sedang menguji kandungannya di laboratorium untuk mendeteksi zat berbahaya penyebab overdosis.
Diduga, minuman tersebut mengandung etil alkohol (etanol) yang dicampur sirup atau bahan lain seperti Marimas, berdasarkan keterangan awal saksi. Hasil lab belum dirilis, sementara penyebab kematian sementara disebut overdosis arak oplosan yang dibawa peserta pesta.
Kapolres Jember AKP Angga Riatma menyatakan polisi sedang menelusuri sumber arak oplosan dari keterangan saksi dan pemilik warung.
“Ada delapan orang yang ikut pesta minuman keras itu. Empat orang dinyatakan meninggal dunia dan sisanya masih dirawat di rumah sakit,” ujarnya pada 29 Desember 2025.
Ia menambahkan, polisi akan memeriksa asal minuman, kandungannya, serta melakukan razia intensif jelang Tahun Baru untuk mencegah kejadian serupa.
Kronologi Lengkap
-
27 Desember 2025, pukul 16.00 WIB: Delapan orang (7 pria, 1 wanita) tiba di Warung Gazebo, Kelurahan Jember Lor, Patrang, membawa 25 botol arak oplosan dan mulai pesta hingga dini hari.
-
28 Desember 2025 malam: Dua korban pertama meninggal, yaitu MR/Mery Novitasari (30 tahun, wanita, warga Gebang Patrang) dan PT (Babinsa Sumbersari, pria).
-
29 Desember 2025 pagi: Dua korban menyusul, yaitu AM (pria, warga Kaliwates) dan SN/ST/Susanto (40 tahun, pria, warga Gebang Patrang).
-
30 Desember 2025 malam: Korban kelima dan keenam, SL dan MM, meninggal dunia di RSD dr Soebandi setelah dirawat intensif.
Polisi telah mengolah TKP, menyita sisa miras, dan mengidentifikasi korban. Kasus ini diduga overdosis oplosan.











