Penulis: Arief Hendro Soesatyo | Editor: Priyo Suwarno
JOMBANG, SWARAJOMBANG. COM- Sebuah toko kelontong 6×4 meter berubah menjadi lautan api dalam sekejap, merenggut barang dagangan senilai Rp80 juta dan melukai satu penjaga toko akibat luka bakar serius. Korban kini dirawat intensif di RSUD Ploso.
Insiden kali ini terjadi di Dusun Kopensari RT 02/RW 04, Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, Kamis siang, 26 Februari 2026. .
Peristiwa ini terjadi akibat kecerobohan fatal. Pemilik toko, Edi Sucipto (55), menuang bensin (BBM) dari jerigen ke botol eceran di ruangan tertutup. Hal ini praktik berbahaya yang kerap memicu bencana di Indonesia.
Karena pap bensin pekat langsung memenuhi udara. Saat itu, ponsel yang digunakan Edi diduga memercikkan listrik statis. Menyamber pengapian klasik berkekuatan 10.000 volt menjadi pemicu kebakaran adanya bahan mudah menguap seperti bensin.
Letikan instan api melahap jerigen, rak barang, dan segala isinya. Warga sekitar bergegas dengan ember air dan selang seadanya, tapi kobaran api kian ganas. Mereka buru-buru hubungi Call Center 112, yang langsung meneruskan ke Pos Damkar Ploso.
Tim Damkar dilengkapi dua unit fire pumper truck dan satu fire supply truck. Didukung Pos Damkar Jombang, Pemadaman ini, melibatkan petugas dari Polsek Ploso, Koramil Ploso, PMI Jombang, PLN, serta gotong royong warga, pemadaman intensif dilakukan. Api akhirnya jinak, lokasi aman dan terkendali.
Investigasi BPBD Jombang temukan penyebab utama: percikan listrik statis saat penuangan bensin. Kaji cepat Pusdalops PB BPBD bareng perangkat desa konfirmasi bangunan toko masih utuh—hanya isi yang ludes terbakar, sehingga tak butuh bantuan rehabilitasi.
Kalaksa BPBD Jombang Wiko Diaz memberikan tip pencegahan dini kebakara, “Hindari pindah bahan bakar di ruang tertutup, jauhkan sumber api/listrik dari uap bensin, dan prioritaskan ventilasi serta APD. Ingat, satu percikan bisa hancurkan segalanya—keselamatan nomor satu!” **











