Menu

Mode Gelap

Ekonomi

1.165 Lulusan Perguruan Tinggi Jombang Belum Dapat Pekerjaan, Isawan: Jangan Terpaku di Pasar Lokal

badge-check


					Angka pengangguran di wilayah Jombang saat mencapai 25.686 orang, sebanyak 1.165 di antaranya adalah lulusan  perguruan tinggi. Foto: ilustrasi/elok apriyanto Perbesar

Angka pengangguran di wilayah Jombang saat mencapai 25.686 orang, sebanyak 1.165 di antaranya adalah lulusan perguruan tinggi. Foto: ilustrasi/elok apriyanto

Penulis: Elok Apriyanto | Editor: Priyo Suwarno

JOMBANG, SWARAJOMBANG.COM – Tingkat pengangguran di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada 2025 tetap mengkhawatirkan dengan 25.686 warga tanpa pekerjaan, menurut catatan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) setempat.

Ironisnya, kelompok pengangguran tak hanya dipenuhi lulusan sekolah menengah, tapi juga ribuan sarjana yang seharusnya unggul dalam persaingan dunia kerja.

Data Disnaker Jombang menunjukkan komposisi pengangguran tertinggi dari lulusan SMK mencapai 8.843 orang, diikuti SMA 8.610 orang, SD 4.508 orang, SMP 2.560 orang, serta 1.165 lulusan perguruan tinggi atau sarjana.

Isawan Nanang Risdiyanto, Kepala Disnaker Jombang, menilai ketidakcocokan antara keterampilan lulusan dan tuntutan industri sebagai pemicu utama.

“Kebutuhan sektor industri di Jombang belum sanggup menyerap semua jenis keahlian dari lulusan perguruan tinggi,” katanya saat ditemui pada Jumat (16/1/2026).

Ia mengilustrasikan bahwa lulusan jurusan seperti filsafat kesulitan terserap karena ketiadaan industri pendukung di daerah tersebut. Oleh karena itu, Isawan menyarankan sarjana untuk meluaskan pencarian kerja ke ranah regional atau nasional, bukan terpaku pada pasar lokal.

Selain itu, pola perekrutan perusahaan di Jombang kerap mengutamakan tenaga internal atau jalur dasar.

“Perusahaan lebih suka ambil karyawan dari dalam organisasi, seperti sarjana manajemen yang sudah paham betul dinamika dan kebutuhan perusahaan, sehingga lebih unggul dibanding pelamar luar,” ungkapnya.

Meski begitu, Disnaker menekankan pentingnya kompetensi lulusan dan terus menggelar program pelatihan untuk meningkatkan daya saing.

Upaya pemerintah daerah mencakup pelatihan vokasi, pengembangan keterampilan, serta jembatan antara pendidikan dan industri melalui link and match.

Bahkan, tak sedikit sarjana antusias ikut pelatihan praktis seperti menjahit sepatu yang digelar Disnaker.

“Banyak lulusan perguruan tinggi yang hadir di pelatihan itu, bukti kesediaan mereka beradaptasi dengan realitas pasar kerja,” tutup Isawan. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Harga Tiga Jenis Emas Pegadaian pada Kamis

30 Juli 2026 - 19:18 WIB

Larangan Rekam SP2DK DJP Tuai Kritik, Bisa Gerus Kepercayaan Wajib Pajak

26 Juli 2026 - 19:17 WIB

Ini Catatan Harga Bahan Pangan Menurut PHPS

23 Juli 2026 - 21:26 WIB

Harga BBM Hampir Semua Harga Turun, Kecuali Pertamax

13 Juli 2026 - 20:19 WIB

2.100 Formasi CPNS-PPPK Tahun Ini Disusulkan Pemprov Jatim

6 Juli 2026 - 19:04 WIB

Dr. Wong Chung Chek, The Most Wanted Doctor, Ahli Bedah Tulang Belakang Terkemuka di Asia-Pasifik

2 Juli 2026 - 10:51 WIB

Tangan Dewa Dr. Lee Woo Guan, Ahli Bedah Ortopedi dari Malaysia Sembuhkan Ribuan Pasien

2 Juli 2026 - 09:12 WIB

Harga Pertamax Turbo Turun Rp1450, Per 1 Juli 2026

1 Juli 2026 - 19:52 WIB

Juli-Agustus-September Tarif Listrik Tak Naik

30 Juni 2026 - 21:29 WIB

Trending di Ekonomi