Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno
JAKARTA, SWARAJOMBANG– CCTV dapat mengenali wajah dua terduga pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus pada 12 Maret 2026 di Jakarta Pusat.
Rekaman CCTV menangkap detik-detik dua orang berboncengan motor memutar arah, berpapasan dengan korban, lalu menyiramkan cairan kimia yang menyebabkan luka bakar 24% tubuh Andrie, termasuk muka, dada, tangan, dan mata.
Polri melalui Kadiv Humas Irjen Johnny Eddizon Isir menyatakan sedang mendalami rekaman CCTV sebagai bukti digital utama untuk identifikasi cepat pelaku, didukung pemeriksaan dua saksi mata.
Kapolri Listyo Sigit memerintahkan penyelidikan serius tanpa pandang bulu berdasarkan Pasal 467/468 UU KUHP.
Kasus ini menuai kecaman dari WALHI, Menteri HAM Natalius Pigai, YLBHI, dan Komnas HAM yang mendesak pengusutan tuntas motif serta otak di balik teror ini.
Sikap Kapolri
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan atensi khusus terhadap kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus dari KontraS.
Isi PernyataanIa memerintahkan seluruh personel Polri, termasuk dari Polres Jakarta Pusat, Polda Metro Jaya, dan Mabes Polri, untuk bekerja serius mengungkap dan menangkap pelaku, siapapun itu.
Penyelidikan dilakukan secara profesional berbasis ilmiah, termasuk pemeriksaan dua saksi dan analisis CCTV.
Progres PenangananPolri menyatakan tidak akan pandang bulu dalam mengejar pelaku, dengan proses hukum berdasarkan Pasal 467 dan/atau 468 UU KUHP tentang penganiayaan berat.
Pernyataan ini disampaikan Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir pada 13 Maret 2
Statemen Walhi
WALHI telah membuat pernyataan mengutuk keras tindakan penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus, aktivis KontraS.Kronologi KejadianInsiden terjadi pada malam 12 Maret 2026 di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, menyebabkan Andrie Yunus mengalami luka bakar serius hingga memerlukan operasi.
Pernyataan ini secara tegas mengecam aksi tersebut sebagai bentuk teror terhadap pembela HAM, sambil menyatakan solidaritas penuh kepada korban, keluarga, dan KontraS.
Pernyataan ini disampaikan melalui akun Instagram dan X resmi WALHI Nasional, melibatkan 30 kantor wilayah mereka.
Organisasi seperti YLBHI, PDI Perjuangan, dan koalisi masyarakat sipil juga mengutuk keras kejadian ini serta mendesak polisi usut tuntas pelaku dan otak di baliknya
WALHI telah membuat pernyataan mengutuk keras tindakan penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus, aktivis KontraS.**











