Menu

Mode Gelap

Headline

Viral, Usai Pamer “Kartu Sakti”, Istri Polisi Punya Ending Sesuai Harapan Netizen

badge-check


					Viral, Usai Pamer “Kartu Sakti”, Istri Polisi Punya Ending Sesuai Harapan Netizen Perbesar

Penulis: Ganjar | Editor: Aditya Prayoga

SURABAYA, SWARAJOMBANG– Seorang anggota Bhayangkari, Ria Fira Andriani, akhirnya menyampaikan permintaan maaf setelah videonya viral di media sosial. Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, ia mengakui kesalahan atas konten yang menimbulkan kegaduhan.

“Saya Ria Fira Andriani, istri dari Bripka Rahmat Waliansen. Secara sadar, saya memohon maaf kepada semua pihak atas postingan video saya di media sosial yang viral dan membuat gaduh,” ucapnya dengan nada penuh penyesalan.

Klarifikasi dan Janji

Insiden bermula ketika Ria merekam momen dirinya diberhentikan petugas di Bundaran Tugu Juang. Dalam video tersebut, ia sempat menunjukkan kartu anggota Bhayangkari kepada polisi lalu lintas. Namun, dalam klarifikasinya, ia menegaskan tidak ada maksud buruk di balik aksi itu.

“Saya tidak bermaksud membanggakan diri dan tidak bermaksud menjatuhkan nama baik organisasi Bhayangkari dan institusi Polri. Sekali lagi, dari lubuk hati saya yang paling dalam, saya memohon maaf yang sedalam-dalamnya dan saya berjanji tidak akan mengulangi perbuatan saya lagi,” tegasnya.

Kronologi Video Viral

Sebelum permintaan maaf disampaikan, video Ria menuai kritik tajam dari warganet karena dianggap menyalahgunakan atribut organisasi. Dalam rekaman, ia dengan santai menceritakan pengalaman saat terkena razia.

“Guys, ada razia ya guys di Bundaran Tugu Juang. And you know what? Aku diberhentiin. Dan aku keluarin ini. Sampai kebalik ya kan, tuh,” ujarnya sambil memperlihatkan kartu Bhayangkari.

Ia juga menambahkan bahwa petugas sempat menanyakan kelengkapan surat kendaraan. “SIM-nya ada? Ada dong pak. Jadi aku bukain dompetku gitu kan. Ya lengkap gitu. Sampai fotonya juga ada,” katanya. Menurut pengakuannya, polisi hanya tersenyum setelah melihat kartu tersebut, sementara ia merasa tenang karena SIM miliknya masih berlaku lama.

Respons Publik

Meski permintaan maaf sudah disampaikan, aksi pamer “kartu sakti” ini tetap menjadi bahan perbincangan hangat. Banyak pihak menilai kejadian tersebut sebagai pelajaran penting mengenai etika penggunaan atribut organisasi di ruang publik.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Senjata Rakitan 3D Meledak, Siswa SMP Sains Tahfiz Siak Tewas

10 April 2026 - 21:13 WIB

Kriminologi 500 Tahun Jakarta (Seri 1): Transformasi Pola Kejahatan dalam Sejarah Awal Jakarta

10 April 2026 - 20:00 WIB

AMP-KT Rilis Undangan Publik Aksi Demo: Lengserkan Rudi Mas’ud 21 April 2026

10 April 2026 - 17:23 WIB

Nenek 60 Tahun Korban Jambret di Rejoso Pasuruan, Polisi Meringkus Kepala Dusun dan Dua Komplotannya

10 April 2026 - 16:26 WIB

KPK Periksa Haji Her Selama 4 Jam, Upaya Bongkar Mafia Cukai Rokok Indonesia

9 April 2026 - 21:59 WIB

Intan Kecewa Suami Sirinya Ternyata Cowok, Rey: Saya Yakin Ini Urusan Finansial

9 April 2026 - 21:25 WIB

Warsubi, Mas Ditho dan Marhaen Rapat di Pos Polisi, Bahas Titik Panas Simpang Mengkreng

9 April 2026 - 12:41 WIB

12 Orang Diduga Korban Calo, Datang ke Pemkab Gresik Pakaian Seragam ASN Ternyata Bawa SK Bodong

9 April 2026 - 10:56 WIB

BGN Beli Motor Listrik Rp 1 Triliun, untuk Layanan Makan Gratis Anak Indonesia

9 April 2026 - 00:20 WIB

Trending di Ekonomi