Penulis: Gandung Kardiyono | Editor: Priyo Suwarno
MOJOKERTO, SWARAJOMBANG.COM – Jumlah korban keracunan massal akibat mengonsumsi soto ayam MBG di Kabupaten Mojokerto mencapai 349 orang per Senin (12/1/2026), ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) setempat, Teguh Gunarko.
Angka tersebut dirangkum dari laporan 13 fasilitas kesehatan di Kecamatan Kutorejo, Pacet, dan sekitarnya.
Di antaranya, RSUD Prof dr Soekandar menangani 42 pasien, sementara RS Sumberglagah merawat 27 orang. Saat ini, 159 korban masih menjalani perawatan, sedangkan 190 lainnya telah pulang.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Mojokerto telah memverifikasi data melalui koordinasi dengan Direktur RSUD Prof dr Soekandar, dr Gigih Setijawan.
Teguh menyampaikan pembaruan ini sekitar pukul 12.00 WIB, sambil menanti laporan lanjutan dari RS Sumberglagah dan RSUD dr Wahidin Sudirohusodo.
Pernyataan Dinkes juga menekankan upaya penanganan maksimal untuk semua korban, termasuk santri, siswa, guru, serta orang tua. Insiden ini berawal dari penyajian 2.679 porsi soto ayam MBG di sekitar 20 sekolah dan pesantren di Kutorejo pada Jumat malam (9-10/1/2026).
Gejala yang dialami meliputi mual, muntah, pusing, demam, serta diare. Sementara itu, operasional SPPG di Desa Wododadi ditangguhkan.
Tim gabungan dari Dinkes, Polres Mojokerto, dan Kodim setempat sedang menyelidiki kasus ini, yang menyasar ponpes seperti Al Hidayah dan Annur, serta sekolah negeri/swasta di Desa Wododadi serta Singowangi.
Korban didominasi anak-anak, meski ada pula orang dewasa yang ikut terdampak setelah membawa pulang makanan.
Sekda Teguh Gunarko dan dr Gigih Setijawan menegaskan bahwa penanganan korban terus dilakukan secara intensif. **











