Menu

Mode Gelap

News

Terkait PBB P2, Setelah Demo Pati Kini Bone Sulsel Membara, Bagaimana dengan Jombang?

badge-check


					Situasi Demo Bone terkait kenaikan Pajak Perbesar

Situasi Demo Bone terkait kenaikan Pajak

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

JOMBANG, SWARAJOMBANG.COM– Aksi unjuk rasa menolak kenaikan tarif pajak bumi dan bangunan (PBB) di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, berakhir ricuh hingga menimbulkan korban luka.

Insiden yang terjadi pada Selasa (19/8/2025) malam di depan kantor Bupati Bone itu membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone akhirnya memutuskan menunda pemberlakuan kenaikan tarif PBB-P2.

Kericuhan bermula saat dialog antara massa aksi dengan pemerintah daerah tidak menemukan titik temu. Massa kemudian merangsek barisan aparat dan melemparkan batu, sehingga polisi membalas dengan tembakan gas air mata.

Akibat bentrokan tersebut, tercatat empat anggota Satpol PP dan satu polisi mengalami luka di bagian kepala akibat lemparan batu. Para korban segera dievakuasi dengan kondisi berlumuran darah, sementara aparat yang bertahan dengan tameng berusaha memukul mundur massa menggunakan gas air mata berulang kali.

Aksi protes dipicu isu kenaikan PBB-P2 hingga 300%. Namun, Pemkab Bone menegaskan informasi tersebut tidak benar. Kenaikan yang direncanakan sebelumnya hanya sebesar 65%, bukan 300% seperti yang berkembang di masyarakat.

“Tentu dalam kejadian hari ini, setelah kita mencermati, berkomunikasi, dan berbagi pihak, akhirnya pimpinan menyampaikan kepada kami untuk menunda dan melakukan evaluasi secara total,” ujar Pj Sekda Bone, Andi Saharuddin.

Keputusan penundaan kenaikan tarif PBB-P2 ini diharapkan dapat meredam ketegangan sekaligus memberikan kesempatan bagi pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan pajak tersebut agar lebih sesuai dengan kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat Kabupaten Bone.

Penundaan ini juga diharapkan memperkuat komunikasi antara Pemkab dan warga guna menghindari kesalahpahaman di masa mendatang.

“Kami berpesan juga mudah-mudahan momentum ini kita jadikan pembelajaran, rakyat kita jangan ada terpancing,” imbuh Andi.

Hingga berita ini diturunkan, massa aksi telah mundur ke posko mereka, sementara aparat kepolisian dan Satpol PP masih bersiaga di sekitar kantor bupati untuk mengantisipasi kemungkinan lanjutan demonstrasi.

Kondisi saat ini terpantau cukup kondusif, namun pihak berwenang tetap meningkatkan pengamanan sebagai langkah antisipasi.

Kondisi di Jombang

Kondisi kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kabupaten Jombang juga sangat signifikan pada tahun 2025.

Kenaikan drastis ini memicu protes dari warga. Beberapa contoh kenaikan yang dialami warga adalah peningkatan tarif PBB dari yang sebelumnya beberapa ratus ribu rupiah bisa melonjak menjadi jutaan rupiah, sehingga memberatkan masyarakat.

Bupati Jombang, Warsubi, menjelaskan bahwa kenaikan ini bukan kebijakan baru yang dia buat, melainkan penerapan Perda Nomor 13 Tahun 2023 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah yang sudah berlaku sejak 2024.

Bupati menegaskan bahwa mereka hanya menjalankan aturan yang sudah ada dan tidak bisa mengubahnya sepihak karena bisa berisiko mendapat sanksi dari pemerintah pusat.

Meski begitu, Pemerintah Kabupaten Jombang menyediakan mekanisme pengajuan keberatan dan keringanan pajak bagi warga yang keberatan dengan kenaikan ini.

Tindak lanjut dari mekanisme ini dalam prosesnya dalam bentuk pelayanan antara lain penilaian ulang, validasi langsung ke lapangan, hingga pembentukan tim khusus di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).

Tidak sampai di sini, Pemerintah Kabupaten Jombang membentuk tim khusus untuk menangani keluhan warga tim khusus ini disiapkan guna memastikan setiap keberatan masyarakat diproses secara cepat dan transparan.

“Bagi masyarakat yang merasa nilai pajaknya kurang tepat, jangan ragu menyampaikan keberatan. Kami sudah menyiapkan tim khusus yang akan memproses setiap keberatan secara cepat, transparan, dan profesional,” ujar Bupati Warsubi, Selasa (19/8/2025)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Polresta Sidoarjo Diancam Didemo Lantara Dinilai Lamban Tangani Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Terhadap Anak Dibawah Umur

9 Juni 2026 - 19:16 WIB

Polisi Bogor Ringkus Tersangka Pembuang Jasad Anggi Auliya di Tol Simpang Yasmin

24 Mei 2026 - 14:53 WIB

Kapolresta Bogir, Kombes Rio Wahyu Anggoro, Kapolresta Bogor, memberi keterangan kepada pers atas penangkapan seoran tersangka pembuang jasad perempuan Anggi Auliya Arsyad, Minggu, 24 Mei 2026. Foto: instgaram@polresta_bogor

Dua Staf Meninggal Dunia, Mobil Anggota DPR RI Seruduk Dump Truck di Tol Paspro

24 Mei 2026 - 13:19 WIB

Tercatat 12 Aksi Teror Pocong di Jawa: Berisi Iseng Konten Kreator dan Hoaks

24 Mei 2026 - 12:36 WIB

Polisi Bekasi Melepas Pelaku Teror Pocong, Dua Pelaku Dibebaskan karena Cuma Iseng

23 Mei 2026 - 16:54 WIB

Diduga UFO Melayang Layang di Atas Kawasan Jembatan Suramadu

23 Mei 2026 - 09:38 WIB

Saat Audiensi, Ketua DPRD Gresik Syahrul Munir Tantang Duel Perwakilan PKL Driyorejo yang Tergusur

22 Mei 2026 - 17:09 WIB

Prabowo Minta Rakyat Awasi Aparat Nakal, Jangan Dilawan Cukup Videokan Kirim ke Presiden

22 Mei 2026 - 13:05 WIB

H Muchtar: Hanya Sekejab Puluhan Juta Amblas, Kebakaran Ruko Penjual Oleholeh Haji di Mojoagung

21 Mei 2026 - 23:37 WIB

Trending di Headline