Penulis: Elok Apriyanto | Editor: Priyo Suwarno
JOMBANG, SWARAJOMBANG.COM – Banjir Kali Lamong melanda Desa Marmoyo, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, menyebabkan kerusakan parah pada lahan pertanian, khususnya puluhan hektare padi petani di utara Sungai Brantas yang gagal total panen.
Data dari Dinas Pertanian (Disperta) Jombang mencatat total 307,11 hektare sawah terendam air bah. Sebanyak 65 hektare di antaranya dinyatakan puso, karena genangan yang berlangsung lama.
“Saat ini, lahan puso yang terdata mencapai sekitar 65 hektare,” kata Kepala Disperta Jombang, M Rony, Minggu (25/1/2026).
Menurut Rony, pendataan dilakukan melalui pengecekan langsung oleh Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).
“Hasil verifikasi ini jadi acuan untuk menentukan lahan terdampak serta calon penerima bantuan,” tambahnya.
Sebagai langkah penanganan, Pemkab Jombang berjanji menyediakan benih padi pengganti untuk petani yang rugi.
“Petani dengan tanaman gagal panen akan dapat stimulus dari pemda berupa 25 kilogram benih padi per hektare,” jelasnya.
Pengadaan benih dijadwalkan Maret–April 2026, agar bisa dimanfaatkan pada musim tanam kedua sekitar April–Mei, setelah lahan kembali layak ditanami.
Rony juga mengajak petani memanfaatkan program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) bagi yang terdaftar.
Premi Rp180 ribu per hektare per musim ditanggung penuh pemerintah, dengan klaim hingga Rp6 juta per hektare jika gagal panen.
“Bagi yang ikut AUTP, premi Rp180 ribu per hektare per musim ditanggung pemerintah, dan klaimnya bisa sampai Rp6 juta per hektare,” tutupnya. **











